Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kagak Bisa Mundur 1


__ADS_3

Kita fokus sama Jennifer dan Steve dulu ya 😉 kalian pada pengen lihat mereka bucin ya mak 🤣 bukan bucin tapi pengen tahu mereka hot di atas ranjang 🤣 sudah ke tebak mince otak otak kalian pada mesum 🤪🤪


___________


Jennifer pagi ini hanya mondar mandir di dalam kamar nya, dia terlalu bingung dan takut keluar dari kamar nya, dia merasa malu untuk keluar dari kamar nya. Dia juga merasa kaki nya enggan untuk keluar dari kamar nya. Ancaman yang di layangkan Steve kemarin bukan main main dan tak patut untuk di sepele kan begitu saja. Jennifer tahu betul ancaman itu sungguh sungguh karena dari nada suara nya serta dari tatapan semalam membuat wanita itu yakin bahwa laki laki dingin itu bersungguh sungguh.


Kini Jennifer hanya mondar mandir di dalam kamarnya meskipun jam sudah mengharuskan dirinya keluar dari dalam kamarnya.


" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?, sial aku benar benar sial. Aku sungguh tak bisa keluar dari sini, aku juga tak bisa mundur dari misi ini..." Jennifer menghempaskan panta* nya untuk kembali mendarat ke kasur nya lagi.


Jennifer kembali berpikir, membuang nafas nya dengan berat sebelum akhirnya dia berdiri dan melangkahkan kaki nya keluar dari kamar nya itu.


Jennifer menatap sekeliling nya dan tak melihat Steve di sana. Jennifer merasa lega karena hari ini setidaknya dia tak harus berhadapan dengan laki laki berwajah dingin itu.


Jennifer kini berjalan pelan agar suara langkahnya tak dapat di dengar oleh siapapun. Jennifer kini berjalan dengan pelan dan hampir tiba di pintu depan.


" Kau sedang apa?, kenapa jalan mu seperti pencuri?" Bariton dari Steve mengejutkan wanita yang hampir tiba di pintu. Jantung nya hampir terlepas dari rongga nya ketika suara itu begitu mengejutkan nya.


Jennifer kini berbalik menatap laki laki itu yang hanya keluar dari kamar nya mengunakan baju ketat nya serta celana pendek nya yang memperlihatkan keindahan otot otot pada tangan nya itu. Mata Jennifer bahkan tak bisa berpaling dari pandangan yang tak pernah dia lihat sebelum nya.

__ADS_1


" Jaga mata mu nona..." Suara dingin itu mengejutkan wanita itu untuk kesekian kali nya. Jennifer yang merasa malu secara langsung memandang ke arah lain.


" Steve aku harus pergi, aku harus bertemu dengan David. Ada yang ingin aku urus dengan nya."


" David?, kau ingin bertemu dengan nya untuk apa?" Steve malah bertanya hal yang menurut wanita itu konyol. Jennifer kini menatap nya dengan tatapan biasa nya.


" Kau menyuruh ku untuk bertanya siapa orang yang ingin menghancurkan kalian, sekarang kau bertanya untuk apa aku bertemu dengan nya?, astaga..." Jennifer tak habis pikir dengan apa yang di katakan oleh laki laki itu.



" Kau bisa menghubungi nya, kenapa harus bertemu?, apa kau tak punya ponsel untuk menghubungi nya?" Steve kini malah sedikit meninggikan suara nya ketika mendengar wanita itu ingin bertemu dengan bos nya yang bernama David itu.


Jennifer kini malah menatap nya dengan tatapan penuh selidik. " Aku ingin bertemu dengan nya secara langsung, ada yang ingin aku selesaikan dengan nya..." Jawabnya dengan menatap laki laki itu.


Jennifer kini tak menjawabnya dia hanya diam menanggapi semua pertanyaan yang di berikan oleh laki laki itu. Steve tentu saja menatap nya dengan penuh kecurigaan karena wanita itu tak memiliki jawaban apapun dari pertanyaan nya itu.


" Aku bertanya pada mu kenapa kau hanya diam dan malah menatap ku seperti itu?, kau tak punya jawaban dari pertanyaan ku?" Steve kini malah semakin mengejar jawaban dari wanita yang diam seribu bahasa dari tadi.


" Steve aku hanya ingin mengetahui informasi apapun yang kau suruh pada ku kemarin,jadi jangan bertanya apa apa lagi..." Jawaban yang ambigu menurut Steve.

__ADS_1


Steve yang berjalan mendekati Jennifer malah membuat Jennifer tak berani menatap nya, dia enggan untuk masuk ke dalam perangkap cinta nya lagi. Steve yang semakin dekat membuat langkah Jennifer semakin mundur hingga punggung dirinya menabrak dinding yang ada di belakang nya. Mata mereka saling bertatapan sebentar sebelum akhirnya Jennifer memutus tatapan itu.


" Jangan macam macam dengan ku Jenni, kau belum tahu siapa aku. Jadi jangan mencoba apapun..." Ancamnya lagi.


Jennifer yang mendengar ancaman itu dia langsung menatap laki laki yang ada di depan nya itu.


" Aku tahu dan kau tak perlu untuk mengancam ku untuk kesekian kali nya. Aku tahu mana yang buruk dan mana yang baik..." Jawabnya dengan menatap sengit laki laki itu.


Steve tersenyum kecut ketika wanita itu malah menantang mata nya dengan tatapan sengit nya itu.


Steve kini berjalan lebih dekat lagi hingga tubuh mereka begitu dekat, bahkan hembusan nafas dari mereka bisa mereka rasakan. Tatapan itu begitu dingin dari Steve tapi tak membuat wanita itu takut. Ancaman yang di layangkan Steve membuat wanita itu merasa kesal karena lagi lagi laki laki itu harus mengancam nya.


" Sekarang kau tak bisa keluar dari sini nona, kau sungguh tak bisa keluar. Kau terjebak di dalam perangkap yang kau pasang sendiri. Dan kami yang ingin kau tangkap malah menarik mu juga masuk ke dalam perangkap yang kau pasang..." Hembusan nafas itu menyapa wajah Jennifer dengan begitu saja. Tangan Jenni kini berada di dada laki laki itu agar tubuh mereka memiliki jarak.


" Kau tak perlu mengingat kan aku lagi, aku tahu bahwa aku tak bisa keluar dari sini. Kau sudah berapa kalo mengancam ku dan aku juga sudah mendengar ancaman itu untuk kesekian kali nya..." Hembusan nafas Jenni juga menyapa wajah Steve yang juga begitu dekat.


Kedua mata itu sama sama menatap dengan tatapan yang hanya merek yang tahu. Steve berusaha keras untuk mengendalikan dirinya, dia berusaha untuk bisa mengontrol dirinya dan itu sungguh berhasil. Sedangkan Jenni juga berusaha untuk tak melepaskan rasa nya kepada laki laki itu. Sekuat apapun Jenni menutupi perasaan itu pada akhirnya Steve bisa melihat bagaimana tatapan wanita itu kepada nya.


" Pergilah dan kau harus pulang dengan mendapatkan nama nya. Jika tidak-"

__ADS_1


" Jika tidak apa?" Jenni kini menantang laki laki itu.


" Jika tidak kau akan aku hukum karena kau hanya beralasan keluar dari sini untuk menemui bos mu itu..." Steve kini memundurkan langkah nya dia takut jika dirinya tak bisa mengontrol ketika ada laki laki lain di tengah tengah mereka. " Dan katakan bawa Steve menunggu nya untuk bertemu di ruang interogasi nya..." Sambungnya dengan meninggalkan Jenni yang menjadi patung di sana.


__ADS_2