Wanita Nakal

Wanita Nakal
Penderitaan 1


__ADS_3

Pagi itu juga jovanka tengah menikmati kopi nya di sebuah cafe, duduk dengan santai dengan menunggu kedatangan kekasihnya jonathan, hari ini pertama kalinya jovanka keluar. Banyak orang yang sengaja diam diam mengambil fotonya atau tak sungkan mendatangi dirinya hanya sekedar berfoto. Nama jovanka sempat melambung tinggi karena foto foto modelnya, serta menjadi brand nama terkenal di negara tokyo serta di negara A. 


" Enak sekali hidupmu wanita jalan*.." sebuah gebrakan pelan di meja jovanka membuat dirinya menatap kedepan.


" Emil.. apa yang kau lakukan di sini.." suara jovanka sangat pelan meskipun begitu emil tetap bisa mendengarnya.


" Ini tempat umum nona jalan* jadi aku berhak di sini.." katanya dengan sinis. Jovanka hanya diam tak menjawab apapun atau mengarahkan balik. " Apa kau sedang mencari mangsa yang lebih kaya lagi di sini.." tanyaknya dengan duduk di depan jovanka.


" Bukan urusanmu bukan aku di sini, katamu ini adalah tempat umum, jadi aku juga berhak di sini." 


" Tapi sepertinya tempat ini tak cocok bagi wanita nakal dan wanita jalan* seperti mu.." jovanka menatap sengit emil, menyandarkan punggungnya, menyilangkan tangannya ke dada nya.


" Kau memanggilku wanita jalan* lalu nama apa yang cocok untuk panggilan buat wanita yang tidak tahu malu, yang berselingkuh dengan adik tunangan nya bahkan juga menidurinya .." jovanka menekan kata katanya.


" Aku lebih baik dibanding wanita mura*an seperti mu.." emil membalas ucapan yang dikatakan jovanka.


" Lebih murah*n aku atau kau. Aku memasang harga tinggi pada tubuhku dan semua laki laki tak menikmati secara gratis pada tubuhku, dibandingkan kau yang menggratiskan tubuhmu untuk setiap laki laki."


" Kau.." tunjuk emil pada wajah jovanka.

__ADS_1


Jovanka mengambil kopi yang setengah masih dia minum. Byur !! Jovanka melemparkan minuman kopi tersebut di arah baju emil. " Kau kurang ajar dasar jala*g.." emil semakin marah, menghampiri jovanka ingin menjambakya, dengan sigap jovanka menangkap tangga emil, memelintirnya ke belakang dengan keras. " Ahh.. dasar pelac*r.. lepaskan aku.. kau berani denganku.." jovanka semakin memelintir tangan nya, lagi lagi emil hanya meringis kesakitan.


" Kau pikir kau bisa menindas ku he.." katanya dengan pelan. " Dengar baik baik emil, aku diam bukan berarti aku takut denganmu, aku hanya tak ingin bertengkar ataupun berdebat dengan mu, aku menghargai dirimu sebagai mantan tunangan kekasihku. Tapi jika kau lagi lagi mengusik hidupku dan mengarahkan masa lalu ku, maka aku sendiri yang akan menghadapimu.." ucapnya dengan pelan.


" Kau terlalu sombong semenjak kau bersama jonatha.. kau akan dibuang setelah jonathan bosan.. kau dengar itu."


" Kita lihat saja.. jonathan akan membuangku atau akan menikahi ku."


" Jangan sombong wanita jala*g."


Jovanka memelintirnya lagi dengan kencang, emil hanya meringis kesakitan. " Jala*g teriak jalan*.." jovanka melepaskannya dan mendorong tubuh emil dengan kencang.


Emil menatap jovanka dengan sengit, amarah dan rasa malu menjadi satu. " Tolong nona nona jangan bertengkar disini.. kalian hanya mengganggu pengunjung yang lain.." seorang penjaga menghampiri mereka yang masih bertatapan sengit.


Jovanka kembali duduk di kursinya dengan santai. Mengambil ponselnya, menggeser pelan dengan gaya santainya. Sedangkan emil dengan menatap tangannya yang memerah karena ulah jovanka. 


" Maaf nona kartu anda ditolak.." seorang wanita menghampiri emil yang sedang menatap sengit ke arah jovanka.


" Mesin nya yang rusak.. coba lagi.." bentaknya.

__ADS_1


" Kami sudah mencobanya beberapa kali nona."


" Coba kartu ini.." emil mengeluarkan satu kartu kecil lagi. Dan tak lama penjaga cafe tersebut juga mengatakan bahwa kartu kecil tersebut juga ditolak.


" Coba kartu saya saja.." jovanka menyodorkan kartu kecil juga.


" Apa anda akan membayar semuanya juga nona?" Jovanka hanya mengangguk pelan.


" Kenapa semua kartu ku di tolak di sini?" Ucapnya dengan pelan.


" Jika tak memiliki uang jangan sombong.." ejek jovanka. 


" Nona ini kartunya dan ini buktinya, terima kasih.." jovanka menerimanya dan memasukan kembali ke slam tas nya.


Jovanka berdiri dengan tetap santainya " Cafe ini tak pantas untuk orang miskin sepertimu, seharusnya kau jual saja tubuhmu itu untuk mendapatkan uang, dibanding kau gratiskan.." jovanka meninggalkan emil yang sedang marah serta rasa menahan rasa malu nya.


Sedangkan dari kejauhan nampak dua laki laki yang dari tadi memperhatikan tersenyum tipis di sana. " Kau sudah lakukan dengan baik kris.." jonathan berkata dengan menatap kekasihnya masuk kedalam mobilnya.


" Saya melakukan apa yang harus saya lakukan dari dulu tuan.." kris berkata dengan menunduk. Semua kartu kecil yang ditolak tadi, ulah dari kris asisten jonathan, yang sengaja segera menghubungi pihak bank nya untuk memblokir semua pengeluaranl. Karena dari dulu semua milik emil masih pemberian dari jonathan.

__ADS_1


" Kau akan mati dalam kemiskinan emil, seharusnya sejak dulu aku mengambil semua fasilitasnya.." jonathan berkata dengan berjalan meninggalkan cafe tersebut.


Sebenarnya jonathan di sana, di luar cafe. Memperhatikan kekasihnya melawan mantan tunangannya, dengan gaya santainya jovanka membalas semua ucapan yang dikatakan oleh emil. Jonathan dengan segera memblokir semua pengeluaran yang berada di atm milik emil. Mengusik wanitanya juga mengusik hidup jonathan. Dan kali ini jonathan melihat keberanian jovanka menghadapi emil sendiri.


__ADS_2