Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Menunggu


__ADS_3

Kini ketiga orang itu masih pingsan, mereka masih belum ada yang sadarkan diri. Mereka masih terbaring dengan rasa lemas nya serta rasa lelahnya. Mereka bertiga kini sudah berada di markas besarnya tetapi para medis juga berada di sana, mereka masih memantau kondisi mereka yang masih belum sadarkan diri. Monica dan Abhi yang masih dalam pengawasan serius karena mereka mengira kedua orang itu memakai narkoba yang tak bisa di beri vitamin untuk kondisi mereka yang lelah.


" Lalu siapa yang kita kubur di peti waktu itu?" Zac kini mondar mandir di sana ketika orang orang itu duduk dengan tenang.


" Apa kita harus mengotopsi nya?" Timpal Albert. " Aku akan buat surat untuk membongkar kuburan itu?" Sambungnya lagi.


" Bagaimana kondisi mereka?" Albert kini segera bertanya ketika Andre dan Steve menghampirinya.


" Masih belum sadarkan diri..." Jawab Andre dengan menghempaskan tubuhnya di sofa.


" Kau kenapa?, harusnya kau lega?"


Andre hanya mengusap wajahnya dengan kasar dia tak tahu harus bertanya kepada siapa tentang apa yang di tanyakan oleh dokter nya tadi. Kini para dokter itu pun tak ada yang berani memberikan vitamin apapun untuk memulihkan kondisi dari pasangan itu. Andre hanya menghela nafas nya dengan berat ketika rasa pusing kini memenuhi kepalanya. Semua orang yang di sana hanya menatap ke arah Andre yang malah khawatir.


" Ada apa?" Zac kini duduk di depan nya menatap ke arah Andre yang hanya menghela nafasnya berat.


" Dokter menemukan ada bekas suntikan di tangan Abhi dan Monica, dia takut mereka memakai narkoba yang di suntikan..." Andre menghentikan ucapannya. " Dokter tak berani memberikan tindakan apapun sebelum dua atau tiga hari, jika memang mereka memakai narkoba untuk bertahan hidup, semua macam vitamin tak ada gunanya masuk ke dalam tubuh mereka..." Semua orang yang di sana saling berpandangan satu sama lain, mereka tak menyangka ketika mendengarkan apa yang di katakan oleh kakak wanita yang sedang tak sadarkan diri.


" Suntikan?, aku rasa Monica sudah lama tak menjual Heroi*/puta*w..." Zac sebagai pimpinan mafia mereka kini mengingat bawa memang mereka sudah lama tak melakukan transaksi jual beli jenis narkoba macam itu.


" Aku sudah katakan tapi dia masih tak percaya bos..." Timpal Steve dengan menatap Andre yang ada di sampingnya.


" Kita tak tahu apa yang sedang mereka alami beberapa minggu ini, mungkin saja mereka di paksa oleh Marco atau David untuk mengonsumsi barang itu untuk bertahan hidup."


" Kau benar kita tak tahu apa yang terjadi kepada mereka berdua..." Kini Alber yang bergantian mengusap wajah kasarnya. Semua orang yang di sana membenarkan apa yang di katakan Andre bahwa semuanya bisa saja terjadi.


" Lalu apa kata dokter?"


" Kita harus tunggu tiga hari, jika dalam tiga hari mereka belum sadar maka mereka di nyatakan koma..." Raut kesedihan itu jelas tergambar di wajah laki laki bertato itu. Dia tak menyangka hal buruk tetap saja menimpa adik dan suaminya itu.

__ADS_1


Mereka semua masih sama sama terdiam, mereka masih menunggu hasil dari ini semua dan mereka masih menunggu kesadaran dari ketiga orang yang masih pingsan di sana. Meskipun ada kelegaan tapi di sisi lain mereka masih ada ketakutan tentang kata kata 'koma' seperti apa yang di katakan oleh dokter itu.


Sedangkan di kamar lain, wanita yang memiliki rambut pendek itu kini mulai mengerahkan tangan nya dengan pelan, kaki nya mulai bergerak pelan juga. Mata nya kini mulai mengerjapkan sekelilingnya dia masih terasa pusing, seluruh tubuhnya terasa sangat remuk dan begitu lelah. Dia menatap sekelilingnya tapi dia tak menemukan jawaban dirinya ada di mana. Tangan nya yang terpasang selang infus kini terasa kebas.


" Nona akhirnya anda sudah sadar..." Seorang dokter laki laki kini mulai berbicara dengannya ketika melihat wanita ini sadar dengan tanda tanya.


" Kau merasakan mual atau pusing?" Wanita itu hanya menggeleng dengan pelan. " Kau ingat siapa namamu dan ingat semua kejadian yang terjadi denganmu?"


" Nama saya Jennifer Agen CIA-" Jenni kini ingat apa yang terjadi padanya dan kedua orang yang juga ada di sana. Dia ingat betul seorang yang meninggal karena luka tembak dari temannya.


" David, aku harus kerumah duka, aku harus memberikan penghormatan terakhir ku..." Jennifer yang sudah kembali sadar dengan sepenuhnya kini sedikit memberontak, dia ingin datang ke tempat di mana pimpinan nya David akan di tempatkan di peristirahatan terakhir.


" Nona tenang dulu, anda baru sadar dan tenaga anda belum sepenuhnya pulih. Saya baru saja memberikan anda vitamin untuk memulihkan tenaga anda..." Sang dokter kini mencegah wanita itu yang ingin bangun dari tidurnya dan ingin melepaskan selang infus yang ada di tangannya.


Jenni kini diam karena dia merasakan tubuhnya terasa lemas dan sangat pusing di kepalanya, jika dia mencoba melawannya itu akan merepotkan semua orang nanti, mungkin dia bisa menghubungi temannya untuk menanyakan semuanya itu.


Steve yang di beri tahu bawa wanita itu sadar kini langsung lari menuju kamarnya, jantungnya kini berdetak tak karuan ketika dirinya berada di ambang pintu dengan melihat mata wanita itu yang terbuka. Nafas Steve kini tak beraturan ketika dirinya di sana, dia mengatur nafasnya sebelum dirinya melangkah menuju ke arah ranjang Jenni berada.


Jantung Jenni kini juga tak karuan ketika melihat langkah laki laki itu yang mulai mendekat. Bahkan mata mereka bertatapan dengan tatapan mereka yang tahu arti dari tatapan itu sendiri.


Jenni kini memutuskan tatapan itu dia tak melihat ke arah Steve yang nampak jelas kekhawatiran dan kelegaan di wajahnya. Mata Steve tak berpaling dari wajah wanita itu, dia tetap menatap wajah wanita yang tak ingin menatapnya. Steve tahu mungkin wanita itu masih marah padanya, Jenni yang dari tadi pagi ingin meminta pertolongan malah dia abaikan. Tapi karena rasa marahnya dia mengabaikan itu semua.


" Bagaimana kondisinya?" Steve yang bertanya kearah dokter tapi dirinya tak melihat kearah dokter itu dia masih menatap kearah Jenni yang dari tadi memalingkan wajahnya.


" Dia baik dia ingat semua nya dan tak ada cidera yang serius. Mungkin hanya luka luka kecil yang ada di tubuhnya tapi itu semua bisa kita obati nanti dan tenaganya masih belum sepenuhnya kembali dan itu akan membuat tubuhnya terasa lemas. Tapi yang paling penting Nona Jennifer sadar dari pingsan nya..." Sang dokter kini menjelaskan kepada Steve.


" Kalau begitu saya permisi, saya akan melihat kondisi Tuan Abhi dan Monica."


" Tunggu..." Sang dokter yang ingin melangkah kini tak jadi ketika Jenni membuka suaranya.

__ADS_1


" Bagaimana kondisi mereka?"


" Saya belum pastikan, nanti saya akan memberi tahu anda..." Jenni di buat bingung ketika sang dokter tak bisa memastikan.


____________


Heroin memiliki nama lain putaw, bedak, etep


Heroin atau putaw adalah narkotika sangat adiktif yang diproses dari morfin, yaitu zat alami yang dari ekstrak benih biji tanaman poppy varietas tertentu. Heroin biasa dijual dengan berbentuk serbuk putih atau kecoklatan yang telah dicampur dengan gula, pati, susu bubuk atau kina. Heroin yang murni berbentuk serbuk putih yang sangat pahit dan biasanya berasal dari Amerika Selatan.


Ada juga black tar heroin yang bentuknya lengket dan keras, biasanya diproduksi di Meksiko dan dijual di Amerika di bagian barat sungai Mississippi 3. Warna gelap berasal dari hasil campuran antara heroin dan tar hitam sisa dari metode pengolahan minyak mentah. Menurut hasil survey BNN, Heroin merupakan jenis narkotika peringkat ke-4 yang paling banyak dikonsumsi, dengan jumlah pengguna sebanyak 33.358 orang rumah tangga, 32.782 orang pekerja dan 29.838 orang pelajar.


Heroin biasanya digunakan dengan dihisap, dimasukkan ke dalam rokok atau dicairkan dengan memanaskannya di atas sendok lalu disuntikkan ke pembuluh darah, otot, atau di bawah kulit.


Berikut ini adalah efek heroin jangka pendek:


Demam


Mulut kering


Mual


Gatal


Fungsi jantung melambat


Pernapasan melambat


Kerusakan otak permanen

__ADS_1


Koma


__ADS_2