
" Kau mengatakan apa Val, tentu saja aku menerima anak ini..." Suaranya yang meninggi membuat semua orang yang di sana langsung menatap kearah mereka berdua.
Val langsung terdiam ketika mendengar bentakan tersebut. Zac juga tak menyangka kenapa istrinya bisa mengatakan hal seperti itu.
Zac berdiri, mengandeng tangan istri nya. Membawa nya masuk ke dalam lift dan menekan angka yang akan di tuju oleh laki laki itu. Mereka sama sama terdiam di sana, perasaan bersalahnya kini memenuhi pikirannya tapi semuanya juga harus di perjelas di sini.
Ting!! Zac tetap mengandeng tangan istrinya, membuka pintu ruangan itu, membawa istrinya ke dalam sana, menutup pintu itu dengan mengunci nya segera. Zac menatap istri yang hanya diam dari tadi.
" Kenapa kau mempertanyakan hal bodoh seperti itu Val, kau pikir aku tak menginginkan anak ini. Dia anak kita Val, kita membuatnya penuh cinta, kenapa kau malah bertanya seperti itu..." Zac mengusap wajahnya dengan kasar, mengatakan apa yang dari tadi ingin dia ucapkan.
" Zac aku hanya takut bahwa kau tak menginginkan bayi ini, maksud ku kau belum siap menerima aku hamil, karena takut kelompok mafia itu..." Val menunduk kan kepalanya dia tak berani menatap wajah suaminya.
Zac menyentuh dagu istrinya agar melihat matanya, kini tangan itu menyentuh kedua lengan istrinya dan mereka saling bertatapan.
" Sayang aku menginginkan bayi itu, aku ingin rumah kita ramai dengan suara bayi kita. Jika kau takut anak kita terluka, maka kau tak percaya pada suami mu yang bisa melindungi kalian berdua. Aku janji akan menjaga kalian dengan nyawa ku..." Zac kini berucap dengan mereka saling bertatapan dengan penuh cinta serta sungguh sungguh.
" Jika aku tak hamil, apa kau tak akan kecewa pada ku?" Kini malah Val takut jika dirinya tak hamil akan membuat sang suami kecewa yang berlebihan karena dirinya tak hamil.
" Sayang kau hamil atau gak tidak, aku tetap mencintai mu, aku akan tetap bersama sama, kita akan tetap bergandengan tangan, dan berusaha membuat bayi yang lucu. Kita akan membuatnya setiap hari dengan penuh cinta serta ketulusan..." Val menatap suaminya dengan berkaca kaca, dia menerjang tubuh suaminya memeluk suaminya dengan erat dan air mata yang sudah menetes.
" Maafkan aku Honey, maafkan aku yang sudah meragukan kamu. Maafkan aku karena sudah bertanya hal bodoh kepada mu..." Ucapnya di sela sela tangisan terharu itu.
" Tak apa sayang, tapi jangan ragukan aku lagi. Aku akan menjaga kalian dengan nyawa aku..." Ucapnya dengan mengelus rambut istrinya itu.
__ADS_1
Kini mereka berdua tengah duduk di ruangan dokter yang sudah di sarankan oleh laki laki manager rumah sakit itu. Mereka saling menggenggam tangan, saling menguatkan diri ketika sang dokter membaca hasil tes yang baru saja di buka oleh dokter wanita cantik itu.
" Selamat Nyonya anda positif hamil..." Ucap ya dengan tersenyum.
Kedua pasangan itu hanya tercengang, Val kini meneteskan air matanya merasakan terharu ketika dia mendengar bahwa dirinya tengah hamil mengandung benih cinta dari mereka.
" Dokter yakin istri saya hamil?, maksud saya hasil itu benar benar menunjukan istrinya saya hamil?" Zac kini bertanya dengan gugup, suaranya seakan bergetar. Dia juga takut bawa telinga nya salah mendengar apa yang di katakan oleh dokter wanita itu.
" Nyonya mari berbaring di sana, kita akan mengecek nya..." Val dengan cepat merebahkan tubuhnya, membuka sedikit kaos itu, sang dokter mengoleskan Gel dan sebuah alat kini memeriksa perut wanita itu.
Semua mata mengarah ke arah monitor, melihat dengan teliti. " Selamat Nyonya, Tuan, istri anda memang hamil. Ini adalah sel telur nya, dan masa hamil nya sudah berjalan delapan minggu..." Zac menggenggam erat tangan istrinya, mencium kening istrinya dengan penuh haru, Zac juga meneteskan air matanya yang terharu karena akan segera memiliki seorang anak dari hasil keras nya selama ini.
" Terima kasih Tuhan, terima kasih dokter..." Katanya dengan penuh haru serta rasa bahagianya.
" Katakan pada Andre untuk meminta pengawal yang lebih banyak di rumah, aku ingin rumah ini banyak pengawal di mana mana. Tambah pengawal buat istri ku..." Zac kini segera mengatakan kepada pengawal untuk menambah pengawal untuk menjaga rumah nya dan menjaga istrinya yang sedang mengandung anak nya.
" Baik Tuan, apa ada masalah serius Tuan?" Tanyanya orang itu.
" Tidak, katakan pada semuanya bahwa Nyonya kalian kini tengah hamil, sebentar lagi Lion kecil akan lahir di sini..." Ucapnya dengan semangat membuat para pengawal di sana juga ikut bahagia mendengar pengumuman yang di berikan bos nya.
" Nyoya selamat..." Semua pengawal yang tadi langsung di kumpulkan oleh Zac ketika dirinya tiba di rumah langsung mengumumkan hal yang membahagiakan bagi dirinya, Zac ingin secepatnya membagi perasan bahagia ini kepada mereka semua. Val hanya tersenyum bahagia karena semua orang menyambut calon anak nya.
__ADS_1
Kabar membahagiakan itu kini cepat tersebar di seluruh anggota Dio Della Morte, semua mendoakan dan bahagia menyambut Lion kecil yang sekarang tumbuh di rahim bos wanita nya itu.
" Val selamat kau sebentar lagi akan menjadi seorang ibu..." Abhi sang kakak langsung menghubungi adiknya ketika dia mendengar berita bahagia tersebut.
" Kakak terima kasih, kau akan menjadi paman sebentar lagi. Kau tahu di dunia ini mungkin bukan hanya aku yang bahagia mendengar kabar kehamilan, tapi hanya aku wanita yang paling bahagia karena yang akan menjaga aku dan anak ku banyak orang. Mereka bahkan merelakan nyawa nya untuk aku dan anak ku kakak..." Val terharu ketika dirinya tadi tanpa sengaja mendengar percakapan orang orang yang menjaganya dan dia kini mengatakan kepada kakaknya dengan air mata kebahagian.
" Tentu Princess, mereka akan menjaga mu, kakak pun juga rela menukar nyawa kakak dengan nyawa keponakan aku..." Jawabnya dengan senang. " Jaga diri mu dan calon anak mu, jangan lakukan hal yang berat berat oke, jangan banyak pikiran. Kau harus banyak istirahat..." Sambungnya dengan menasehati sang adik nya itu.
" tentu kakak terima kasih..." Jawabnya dengan tersenyum, sepertinya senyuman itu tak bisa luntur dari wajahnya. " Kakak segeralah menikah dengan suhu, aku ingin kalian segera menikah, aku akan katakan pada suhu bahwa aku ingin memiliki kakak ipar..." Sambungnya lagi.
" Kakak tak ingin memaksa dirinya Val, kami belum siap menikah oke. Kami tak ingin terburu buru."
" Aku bisa katakan bahwa aku mengidam memiliki kakak ipar..." Katanya lagi.
" Jangan kau manfaatkan kehamilan mu..." Val malah tertawa ketika kakak nya berkata seperti itu. " Baiklah kakak matikan dulu, kau istirahatlah..." Sambungnya.
" Baiklah kak..." Panggilan itu pun terputus begitu saja. Dengan mereka yang sama sama bahagia.
________
Obstetri dan ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berbeda. Obstetri fokus dalam penanganan kehamilan dan persalinan, sedangkan ginekologi fokus dalam penanganan masalah reproduksi wanita.
Meski keduanya berbeda, tetapi karena melingkupi dua masalah kesehatan terbesar pada wanita maka tergabung dalam satu keahlian atau spesialisasi yang disebut dengan istilah OBGYN. Di Indonesia, dokter spesialis ini diberi gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) atau disingkat SpOG.
__ADS_1
Obstetri adalah cabang kedokteran yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Termasuk di dalamnya proses sebelum, selama, dan pasca seorang wanita melahirkan. Sedangkan ginekologi adalah cabang kedokteran yang fokus pada kesehatan organ reproduksi wanita saja. Mulai dari diagnosis, pemeriksaan, hingga perawatan.
Wanita hamil biasanya berkunjung ke ahli obstetri dan ginekologi untuk pemeriksaan dan perawatan rutin antenatal, yakni pemeriksaan kondisi kehamilan dan persiapan persalinan. Rentang waktunya beragam sesuai anjuran dokter selama masa kehamilan, tetapi mereka akan menemui dokter kira-kira secara rutin tiap trimester.