Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Kampus 2


__ADS_3

“ kau sudah tahu kesalahan mu, kenapa aku panggil kesini..” alex mulai bicara dengan berjalan menghampiri cla yang di sofa.


“ iya sir..” jawabnya pendek.


“ katakan apa salahmu?”


“ saya melupakan materi nya di pertengahan prestasi saya..” jawabnya.


“ lalu apalagi..” tanyanya lagi.


“ tidak ada sir..” jawab cla dengan bingung. Karena dia memang tak tahu apalagi kesalahan nya selain melupakan pembahasan materi.


“ kesalahanmu yang lain adalah melupakan aku..” katanya dengan menatap cla.


“ astaga..” jawabnya dengan menepuk jidatnya sendiri. “ aku kira kamu yang melupakan aku..” sambungnya dengan menatap kearah alex.


Alex merapatkan badannya kearah cla dengan saling menatap, mata mereka terkunci satu sama lain, tangan cla berada di dada alex. “ aku ingin menagih janji kamu..” katanya begitu lembut.


“ janji mana yang kau maksud?”


“ kau melupakan nya honey..” jawabnya bisik tepat di telinga cla, hingga membuat tubuh cla merinding seketika.


“ aku tak mengerti..” jawab cla dengan menahan nafasnya.


“ jika kita bertemu lagi, maka aku akan dapatkan nomer ponsel kamu..” alex mengingatkan kembali janji beberapa minggu yang di lontarkan cla waktu itu.


“ jika kau ingin nomer ku bisakah kau lepaskan ini..” katanya.


“ why?, is it because of your lover..” perkataannya membuat cla tak mengerti, kekasih mana.


( kenapa? Apa karena kekasihmu tadi )

__ADS_1


“ aku- mmp..” perkataan cla tak bisa dilanjutkan ketika bibi* alex ********** secara tiba tiba. Bahkan cla terdiam tak membalasnya, dia terkejut, meskipun ini bukan hal yang pertama untuk mereka tapi sekarang mereka dalam keadaan sadar dan berada di ruangan dosen.


“ balas honey..” katanya yang kemudian melanjutkan ciuman lembut tersebut.


Alex menciumnya dengan lembut, melum** nya dengan pelan, cla akhirnya membalas ciuman tersebut. Tangan cla kini berada di leher alex dan tangan alex menahan Tengku cla agar ciuman itu semakin dalam. Saling membalas, saling meman*gut, saling melum** nya, meluma* bergantian, antara bibi* atas dan bibi* bawah. Ciuman yang awal lembut kini menjadi cium** yang liar, saling melepaskan nya pelan lalu kembali melum** nya dengan rakus, seperti mereka benar benar merasakan kenikmatan di antara ciuma* tersebut.


Api gaira* telah disiram ditubuh mereka, alex dan cla saling mengikis jarak diantara mereka, cla terdorong pelan dan tubuhnya berbaring di sofa, dengan posisi alex berada di atasnya. Dengan tetap saling menyesa* lidah, saling menarik lida*, saling menggoda dengan ciuma*. Desaha* cla tertahan pelan ketika ciuma* itu berpindah ke leher putih cla, menyesa* nya hinga meninggalkan bekas kemerahan kecil di sana.


“ argh.. alex.. ssttt.. stop.. alex.. arg.. ini di ruang dosen..” sambungnya. Dan alex menatap lekat mata wanita yang dibawahnya, nampak jelas hasra* mereka. Cla juga merasakan ada sesuatu yang menyentu* nya dengan menekan di antara pahanya.


“ aku merindukanmu, beberapa minggu ini kau yang ada di otak ku..” katanya dengan suara yang sudah berubah, alex menyingkirkan rambut kecil yang berada di wajah cla.


“ kau perayu alex.” Jawabnya dengan pelan.


“ kau lebih cantik di lihat di lampu terang dari pada di club dulu..” katanya lagi.


“ kau bermulut manis pada setiap wanita..” jawab cla dengan santai.


“ minggir alex, badanmu berat..” usir cla pada alex yang masih berada di tubuhnya.


Alex akhirnya terduduk lagi, dan cla juga kembali duduk. Alex merapikan rambut cla yang sempat berantakan, dengan lembut alex menyisir rambut cla mengunakan jemarinya. Cla yang mendapatkan perilaku manis oleh alex hanya semakin gugup.


“ mana berikan ponselmu, aku akan memberikan nomer ku..” alex menyodorkan ponselnya dan cla mengetik nomernya. “ sudah aku simpan sir alex, jadi aku mau pergi, aku harus mengurus sesuatu..” katanya.


“ kau mau kemana, biar aku antar.”


“ tidak perlu, aku hanya ingin ke aula, ada meeting kecil untuk persiapan pesta topeng dan pemilihan ratu raja kampus terbaru..” cla menjelaskan nya apa yang ingin dia lakukan.


“ sebelum kamu pergi, bisa katakan dulu, siapa laki laki yang memelukmu tadi..” perkataan alex membuat cla mau tak mau menatap kearahnya.


“ hans maksudmu..” jawabnya dan alex hanya mengangkat bahunya tak tahu. “ dia hans seorang mahasiswa fakultas kedokteran, tapi terkadang dia juga ikut kelas dosen yang lamu, dan setahu aku dosen yang lama juga membimbingnya..” sambungnya.

__ADS_1


“ lalu hubunganmu dan dia?, kenapa tadi memelukmu dan menci*m kamu..” alex tak sabar mempertanyakan hal itu.


“ dia mantan ku alex, hanya mantan yang tak mungkin aku kembali padanya, bukan kah kau sudah bertemu dengannya, waktu di club..” perkataan cla membuat alex berfikir sebentar.


“ dia yang ingin memelukmu dari belakang itu?” dan cla hanya menganggu.


“ aku tak akan kembali padanya dan itu tak mungkin, karena sekali dia bisa menyakitiku maka selama nya dia akan tetap menyakitiku. Lagian dia sudah bermain wanita di belakang ku maka dia akan sulit untuk berubah. Aku bukan wanita bodo* yang akan kembali dengan laki laki yang sudah sering bermain wanita di belakang ku..” entah sadar atau tidak cla menjelaskan semuanya agar alex tak salah paham tentang hubungan dia dan hans.


Alex mengecup singkat bibi* cla. “ kau milikku honey jangan berada di dekat laki laki lain, jika kau masih berani maka akan ku patahkan lehernya dan ku borgol tangan mu agar tak bisa keluar..” ancam alex.


“ jangan suka mengklaim aku milikmu alex, kita belom saling mengenal. Kau belum tahu aku dan bagaimana aku..” jawabnya dengan santai. “ baiklah aku harus pergi..” katanya dengan berdiri.


“ aku akan menghubungimu nanti..” katanya dan di angguk oleh cla.


Cla berjalan dengan santai, masuk kedalam toilet dan di sana bertemu dengan adriana yang juga berada didalam toilet. “ lama dan aku bosan menunggu..” sindirnya.


“ sorry, aada yang harus aku jelaskan tentang nilai ku yang C..” jawab cla.


Ariana tersenyum ketika melihat tanda merah kecil di leher sahabatnya. “ apa tugas membuat ini..” tunjuk ariana dan cla menatap ke cermin.


“ astaga..” cla yang terkejut melihat tanda merah itu, begitu merah. “ aku harus menutupi pakai apa ariana, aku ada meeting kecil dengan para panitia..” katanya dengan gugup.


“ tenang sayang, pakai bedak ini..” ariana menyodorkan bedak untuk menutupi tanda merah di lehernya.


“ awas kalau ketemu lagi..” ucapnya dengan rasa kesal.


“ kau melakukan nya di ruangan dosen?”


“ lu pikir kami gila melakukan nya di sana. Kami hanya ciuma* dan buat tanda ini..” katanya dengan kesal.


Ariana hanya tersenyum melihat sahabatnya yang cemberut karena ulah teman arnold, teman dekatnya.

__ADS_1



__ADS_2