
Jangan pernah menyerah dengan apa yang sudah di garis kan untuk kita,
Jangan pernah mengelu tentang apa yang sudah di berikan kepada kita.
Seberat apapun cobaan yang ada di depan kita, seberat apapun cobaan yang telah menanti kita di depan sana,
Percayalah bukan Tuhan karena tak menyanyangi kita, hanya saja Tuhan menguji kita agar kita kembali dekat dengan nya.
Semakin kita jauh dengan Tuhan semakin jauh kita mendapatkan pertolongannya.
Tuhan tak akan menguji setiap insan di atas apa yang kita bisa, karena Tuhan tau mana takaran kita menghadapai masalah.
Author Mince 😍
___________
" Dokter saya Gusman, keluarga pasien yang menghubungi anda tadi..." Gusman yang kini langsung menemui dokter psikolog untuk kasus adiknya saat ini.
Gusman tak bisa untuk tidak menindak lanjuti masalah adiknya yang serius. Semakin lama akan semakin susah untuk di tangani. Gusman gusar dia tak tau harus meminta pertolongan kepada siapa selain kepada dokter ahlinya.
" Tuan Gusman, saya Dokter Anton. Saya sudah sedikit mendengar cerita penyakit adik anda dari asisten saya dan saya prihatin..." Dokter Anton yang sudah berumur membuat Gusman yakin bahwa dokter ini adalah orang yang tepat untuk mengobati adiknya.
" Dokter saya tidak tau berapa lama penyakit itu ada di diri adik saya, saya juga tak tau bagaimana adik saya mendapatkan penyakit semacam itu."
" Jika anda tak tau sejak kapan?, lalu anda yakin adik anda benar benar mempunya penyakit yang menyimpan dalam se*ks nya?"
Gusman membuang nafasnya dengan kasar ketika sang dokter kini mulai bertanya dulu kepada keluarga pasien. Sang dokter perlu mempertanyakan masalah pasiennya kepada keluarganya dulu karena ini penting dalam masalah kedokteran.
" Istrinya yang menceritakan semuanya kepada ku Dok, saya tak tau sejak kapan tapi jika istrinya bercerita itu sudah tujuh tahun yang lalu."
__ADS_1
" Apa saya boleh bertanya kepada istrinya?"
" Tapi istrinya tidak ada di sini Dok!, istrinya berada di Italia..." Jawab Gusman.
" Begini Tuan Gusman, saya tidak bisa tau seberapa parah penyakit adik anda jika bukan sang istrinya yang bercerita, karena bagaimana pun sang istri lah yang tau seperti apa penyimpangannya itu, karena macam macam penyimpangan banyak Tuan."
Gusman menghela nafasnya dengan kasar dia tak mungkin meminta hal yang tak akan mungkin di lakukan oleh istri adiknya. Gusman tau wanita itu tak akan mau datang kemari untuk mengatakan semuanya.
" Tuan apa istrinya adik anda melarikan diri dari adik anda?"
" Dokter apa tak bisa melalui telfon?"
" Baiklah tak masalah, tapi lebih baiknya kami bertemu agar kami bisa melihat dan saya lebih tau apakah masalah juga ada di istrinya."
" Tapi maafkan saya Dokter, istrinya tak akan mungkin datang kemari."
Sang dokter kini mengangguk mengerti, beberapa banyak pasien yang datang kesana dan berobat kepadanya kebanyakan mereka di tinggal oleh pasangannya.
" Baiklah saya mengerti apa yang anda maksud. Tak muda menerima pasangannya seperti itu Tuan, trauma dan ketakutan pasti akan tetap melekat di hati istrinya. Tak hanya adik anda yang mengalami hal seperti itu, tapi mereka berusaha untuk sembuh karena dukungan dari keluarga yang lebih utama."
" Saya mengerti Dokter, tapi jika anda ingin bertemu istrinya saya katakan tidak bisa, selain dia tidak ada di sini, hal yang mustahil untuk dia datang kemari Dok."
" Tak masalah Tuan, saya akan mencoba berbicara pelan dengan adik anda."
" Kapan anda bisa menemuinya?"
" Besok saya bisa menemuinya di rumah anda."
Gusman kini mengangguk dan kemudian dia pergi untuk kembali ke rumahnya. Gusman yang kini melangkah keluar dari ruangan dokter itu kini malah menatap seorang anak muda yang sedang di dampingi orang tuanya.
__ADS_1
Dadanya sakit, dadanya bergemuruh kecewa dengan keadaan. Dia tak menyangka dia harus datang ke tempat orang yang memiliki beberapa gangguan. Tapi dia harus melewati ini dengan kuat demi adiknya.
Gusman yang tadi berjalan menunduk kini menegakan kepalanya dia yakin ini adalah jalan yang terbaik untuk mereka. Jalan yang memang harus mereka lewati untuk hidup.
" Buka pintunya.. Buka... Kak Gusman.. Kak...." James berteriak kencang dia mengendor gedor pintu kamarnya dengan kencang tapi tak ada yang berani membukakan pintunya.
Mereka yang menjaganya hanya bisa diam dengan saling berpandangan satu sama lain. Mereka yang biasa bersama James tau seperti apa bosnya itu, tapi kali ini dia tak berani membukakan pintunya.
" Buka pintunya.. Buka...." Teriaknya lagi dengan kencang.
James kini membanting semua yang ada di sana, dia mengamuk di dalam kamarnya. Kamar yang selalu rapi kini berantakan tak karuan, sang pemilik kini mengamuk histeris.
" Kakak kenapa kau tega, buka pintunya ku mohon, buka..." Katanya dengan suara pelannya.
James kini bersandar di pintu dengan duduk di lantai, dia tau bahwa kelemahannya adalah sang kakak tapi kali ini dia harus keluar dari sana, dia tak rela untuk kehilangan cintanya.
" Aku mencintai Violet Kak, sangat mencintainya. Dia yang tak mencintai ku, aku tak pernah menyentuh ya sedikit pun, karena aku menghormatinya sebagai istri ku, aku tak ingin dia takut kepada ku. Kenapa cinta ku sekarang malah menyakiti ku Kak, Violet mau meninggalkan aku, kenapa cinta itu sakit hingga membuat dada ku sesak..." Ucapnya dengan pelan.
Gusman yang kebetulan berdiri di sana merasakan hatinya terluka, dia tertegun mendengar apa yang di katakan oleh adiknya tapi dia kembali tak bisa berbuat apa apa.
" James maafkan aku tapi ini harus kau lewati. Kau harus melewati ini dulu, aku ingin kamu sembuh dari rasa sakit ini..." Ucap Gusman yang juga terpukul. Tak hanya James yang terpukul tapi kakaknya juga lebih terpukul.
Mentalnya seakan terkena pas sasaran ketika berita apa yang di bawa oleh mereka semua adalah fakta yang tak bisa di pungkiri.
" Aku pasti sembuh jika ada Violet Kakak, aku mencintainya, aku membawa wanita jalan*g itu untuk membuat dia cemburu dan melampiaskan semuanya kepada mereka, tapi itu tak membuat istri ku menyadari bawa dia mencintai ku juga."
" James lupakan Violet, dia tak mencintai mu dia sudah pergi dengan membawa gugatan perceraian kalian, jadi kamu harus bangkit dari rasa ini..." Gusman juga berteriak dia belum sanggup untuk melihat adik nya yang mengamuk.
" Ini semua gara gara Albert bajinga*n itu, jika laki laki itu tak mempengaruhi Violet dia tak akan pergi, selama tujuh tahun ini dia bertahan dan tak ada masalah. Kakak buka pintunya aku akan membunuh mereka yang menghalangi cinta ku dengan Violet."
__ADS_1
Gusman tak sanggup dia kini lebih memilih untuk meninggalkan adiknya yang kini masih saja berteriak di dalam kamarnya. Gusman kini pergi dengan masuk ke dalam kamarnya merenungkan masalah ini semua.