
Di negara lain Amel dan Sarah kini berjalan menelusuri jalanan dengan jalan kaki, kedua nya bercanda tertawa bersama seperti sosok kedua sahabat yang saling melengkapi, tak akan ada yang mengira jika kedua wanita cantik ini adalah saudara antara kakak dan adik.
Amel tertawa lepas di jalanan ketika sang kakak menceritakan masa kecil mereka yang bahagia, tak ada beban apapun yang mereka rasakan saat ini. Hanya ada kebahagian dan hanya ada kesenangan di antara mereka.
" Kakak ayo sarapan kita belum sarapan pagi..." Ajaknya ketika sang adik sudah mulai terasa lapar.
" Kau ingin makan apa?" Tanyanya sang kakak dengan mengandeng tangan adiknya.
" Kalau makan Trapizzino gimana? kakak mau?"
Sang kakak nampaknya berpikir sebentar sebelum dia menjawabnya. " Yang menjual makanan itu jauh dari sini Amel, kita harus berjalan 20 menit lagi dari sini, dan belum kita harus mengantri nya."
" Gimana kalau kita sarapan Panzerotti? kita hanya akan sampai lima menit dari sini?" Sambungnya lagi dengan melihat ke arah adiknya dengan tetap mereka berjalan kaki.
" Baiklah kak Panzerotti juga lezat untuk sarapan kita pagi ini."
" Baiklah ayo..." Mereka sedikit berjalan cepat agar mereka segera tiba di tempat kedai yang telah menjual sarapan pagi.
Kedua nya kini melihat kedai itu yang tak terlalu ramai jika masih pagi. Mereka segera berjalan segera ke arah kedai yang sudah mulai ada orang yang berdatangan.
" Duduklah di sini kakak akan mengantri untuk mu..." Amel mengangguk dengan pelan dia merasa sangat terharu ketika sang kakak masih sangat memperlakukan dirinya seperti gadis kecil.
Amel menatap sang kakak yang berdiri di sana untuk mendapatkan sarapan untuk mereka berdua. Amel kini mengambil ponselnya dia yang menoleh ke arah samping tiba tiba merasakan ada seorang yang mengawasinya.
Tiba tiba dia panik dia menoleh ke kanan ke kiri mencari tahu siapa orang yang mengawasinya tapi dia tak menemukan seorang yang mencurigakan dari sisi nya. Amel berdiri dan mencarinya lagi tapi dia juga tak menemuka apapun.
" Atau hanya perasaan ku yang takut atau kenapa ya? tadi aku merasa ada yang melihat ku dari kejauhan tapi sekarang tidak ada?" Liriknya dengan pelan.
__ADS_1
Ketika dia mencoba kembali menunduk dia kembali merasakan ada yang melihat ke arah. Amel segera menoleh kembali tapi tetap tak ada apapun. Hanya ada orang yang berlalu lalang di sana dengan kendaraan nya dan ada beberapa orang yang berjalan kaki.
" Mungkin kebetulan orang itu menatap ku..." Liriknya lagi dengan kembali acuh.
Dia merasa tak ada masalah dengan siapapun jadi dia merasa membiarkan meskipun ada perasaan seperti ada yang melihat ke arahnya dari tadi.
" Aduh maaf lama ya sarapan nya..." Sang kakak kini langsung menyodorkan makanan yang telah di pegang oleh nya kepada adik nya yang sudah menunggu.
" Asik.. aku sudah lapar kakak dan terima kasih..." Ucap ya dengan senang ketika makanan itu di terima olehnya.
" Selamat makan..." Kedua wanita itu mengucapkan secara bersamaan dan langsung melahap makanan yang ada di depannya.
Mereka makan dengan lahap karena ini pertama kalinya mereka makan di luar secara bersamaan. Biasanya mereka akan sarapan di rumah dengan menu seadanya. Karena kedua wanita itu tak akan pernah mengelu tentang kondisi mereka yang kesulitan.
" Ini sangat lezat kak..." Katanya dengan kembali menggigi* makanan itu.
" Tidak aku sudah cukup kenyang. Jika aku makan lagi nanti badan ku akan gemuk."
" Memang nya kenapa jika kau gemuk heh?" Amel hanya tersenyum kuda dia tak menjawab apapun karena dia tak bisa menjawab nya.
Jika nanti aku gemuk calon suami ku akan terkejut jika pulang nanti. Batinnya dengan tersenyum geli ketika mengatakan hal tersebut.
Sang kakak hanya geleng geleng ketika merasakan adiknya hanya tersenyum tanpa ada menjawab apa yang di tanyakan oleh dirinya.
Sarah merasakan ada yang aneh di sekitarnya seperti ada yang memperhatikannya tapi dia tak berani mengatakan kepada adiknya.
" Astaga tali sepatu kakak lepas..." Sarah langsung menunduk dengan cepat dia yang pura pura tali sepatu nya lepas kini mata nya langsung mencari orang yang memperhatikannya.
Matanya mencari kesana kemari tapi dia tak mendapatkan orang yang memperhatikannya ataupun menoleh ke arah mereka.
Apa hanya perasaan ku saja. Batinnya dengan kembali tegap menatap adiknya. Jika ini di batalkan dia akan kecewa tapi kenapa perasaan ku tak enak, jika aku dan Amel ke pantai akan sangat berbahaya di sana. Batinnya lagi.
__ADS_1
Tak mungkin dia membatalkan rencana yang sudah di susun rapi oleh mereka, dia tak mungkin tega melihat adiknya kecewa. Kebahagian nampak jelas i wajah nya ketika pagi ini mereka merencanakan semuanya. Sarah memutar otaknya agar tak membuat adiknya kecewa.
" Amel bagaimana jika kita pergi ke taman hiburan? tak perlu pergi ke laut. Kalau kita di laut hanya akan ada air tapi jika kita di taman hiburan kita bisa naik apa saja wahana yang belum pernah kita naiki..." Ide nya membuat sang adik tiba tiba terdiam dengan wajah kecut nya.
Sarah tahu jika adiknya sangat ingin ke pantai tapi dia juga tak bisa membahayakan mereka jika ada di sana.
" Tapi jika kamu tak mau kesana juga gak masalah kita ke pantai saja..." Sarah akhirnya mengalah dari pada melihat sang adik terdiam.
" Siapa bilang aku gak suka ke sana kak. Baiklah ayo kita kesana, dari kecil kita belum pernah kesana bukan."
Sarah tersenyum lega rencananya berhasil yang mengajak adiknya ke sana. " Ayo berangkat..." Ajaknya dengan senang.
Sarah mengajak sang adik ke sana jika ada apa apa mereka bisa segera meminta tolong kepada orang orang yang ada di sana, pos pelayanan perlindungan juga tersebar di area sana. Sedangkan di pantai pagi ini masih sangat sepi dan itu membuat sang kakak merasakan ketakutan.
Kini mereka berdua kembali berjalan kaki dengan senyum mereka yang begitu menghangatkan hati setiap orang. Kedua wanita cantik yang sedang berjalan di pagi hari membuat semua orang matanya menatap ke arah mereka dengan kagum.
" Astaga lihatlah kedua wanita itu sangat cantik..." Seorang laki laki yang tiba tiba berbicara kepada salah satu temannya yang ada di sebelahnya.
Bugh!!
" Dasar laki laki kurang ajar, baru semalam kau menyatakan cinta pada ku tapi sekarang lihat ada wanita cantik kau melupakan aku dasar brengse*..." Teman yang di ajak bicara adalah wanita kencannya.
Amel dan Sarah kini malah tertawa melihat kedua orang itu yang bertengkar di sana. Mereka sangat lucu melihat kedua pasangan yang sedang bertengkar karena hal konyol tersebut.
_______
Jika di negara kita, panzerotti hampir menyerupai kue pastel, sama-sama digoreng namun perbedaan terletak pada isinya. Street food yang sudah ada sejak abad ke-18 ini, berisi adonan berupa daging cincang atau ikan (sesuai selera) yang dicampur dengan keju dan tomat. Panzerotti dibandrol dengan harga sekitar Rp28-50 ribu, tergantung isi yang kita pilih.
Nah, trapizzino ini sebenarnya adalah nama merk dagang street food di Italia yang kemudian populer menjadi sebutan makanan. Didirikan pada tahun 2008 oleh Stefano Callegari, ia menginovasi pizza dengan membuatnya lebih tebal berbentuk segitiga kemudian di isi dengan berbagai macam isi sesuai selera seperti buntut sapi rebus, babat, cumi-cumi, dan masih banyak lainnya. Gak hanya inovasi pada pizza saja, tampilannya juga sederhana sehingga memudahkan saat makan. Trapizzino dipatok dengan harga sekitar Rp32-65 ribu, tergantung isi dan ukuran.
__ADS_1