
“ tuan memanggil saya..” kris yang kini berdiri di depan pintu kamar jonathan.
“ masuklah kris ada yang ingin kami tanyakan..” jonathan tak menatap kris yang berjalan masuk, dia malah menatap wajah istri nya yang sudah berubah wajah nya, ketakutan yang ada di wajahnya.
“ apa ada masalah tuan?” tanya nya.
Jonathan menghela nafasnya. “ sebenarnya tak ada masalah yang penting kris hanya saja istri ku yang ketakutan.”
“ apa ada masalah nyoya?” jovanka tak berani menjawabnya dia malah meremas selimut yang menutupi kaki nya. “ tuan ini ada apa..” tanyanya lagi.
“ yongki mengatakan bahwa anak ini bukan anak ku, melainkan anak dari alfred. Selama aku tak ada kau yang berada di dekat ara, kau tahu semuanya. Apa kau ingat sesuatu yang mungkin istri ku lupa, sebenarnya aku yakin bahwa anak ini anak ku bukan anak laki laki lain.”
“ maaf nyoya apa karena hal itu anda menyiksa diri seperti ini.”
“ seperti yang kau lihat, dia bahkan tak makan apapun..” lagi lagi jonathan yang menjawabnya. “ istriku tak akan mau menjawabnya sebelum dia tahu jawaban yang dia cari kris..” sambungnya.
“ mungkin anda melupakan sesuatu nyoya. Sewaktu malam itu anda segera membeli obat pencegah kehamilan dan anda juga datang dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan..” perkataan kris membuat ara langsung sedikit bahagia. “ dan sejak anda bersama tuan alfred, anda selalu meminum obat itu bahkan selalu didepan saya, dan anda juga tak pernah lupa datang kedokteran untuk memastikan bahwa tak ada bayi didalam perut anda. Semenjak anda bertemu lagi dengan tuan jonathan, satu bulan anda bersama tuan anda menyuruh saya untuk membuang semua obat itu, dan anda juga sudah berkonsultasi pada dokter kandungan waktu itu. Apa anda melupakan nya nyoya?” penjelasan kris membuat jovanka berfikir dan senyum tipis diwajahnya kembali.
“ aku ingat sekarang kris..” katanya dengan bahagia.
“ kau ingat sekarang honey?” jovanka hanya menganggu. “ jadi sekarang kau yakin anak ini anak ku?” tanyanya lagi.
“ maafkan mami nak..” katanya dengan mengelus perutnya yang masih merasakan kram.
“ kalau begitu saya permisi tuan dan nyoya..” jonathan hanya menganggu sedangkan jovanka hanya tersenyum bahagia.
***
__ADS_1
Dua hari berlalu dengan seperti biasa nya, jonathan yang tak fokus bekerja karena istri nya dua hari ini merasakan sakit pada perutnya. Sedangkan di markas yongki, alfred serta emil telah bertemu menjadi satu. Kebingungan dan kecemasan telah nampak di wajah mereka bertiga.
“ apa yang kau lakukan disini?” yongki bertanya dengan sangat pelan.
“ aku tak tahu, kemarin ada yang membius ku dengan alfred dan tiba tiba di sini.”
“ sebenarnya kita dimana?” alfred bicara dengan juga pelan dan dia bertanya karena memang dia tak tahu dimana dia sekarang berada.
“ kalian di Negara A-“
“ selamat datang di markas besar kami..” suara laki laki yang besar membuat ketiga orang disana menoleh kearahnya.
“ jonathan..” emil yang langsung mengenali suara nya laki laki tersebut.
“ kau masih ingat dengan suara ku..” katanya dengan berjalan mendekati mereka bertiga yang terikat di kursi. “ bagaimana kabar kalian, aku pikir kalian sudah mati, ternyata kalian masih mempunyai semangat untuk hidup.”
“ disaat seperti ini kau masih bisa bicara dengan angkuh.”
“ bahkan aku bisa menghajar mu di sini..” katanya dengan sombong, jonathan hanya tertawa mendengar nada kesombongan yang diucapkan alfred.
Sedangkan jovanka menahan perutnya yang sakit nya luar biasa. Dengan keringat yang begitu bercucuran dia memegangi perutnya. “ nyoya kita harus segera ke rumah sakit, air ketuban anda pecah..” sang suster yang panik karena ini masih jauh dari perkiraan melahirkan.
“ huft..huft.. sakit.. auwh..” jovanka dengan dibopong kedua suster berjalan keluar dari kamar nya.
“ kau ingin berkelahi dengan ku?, apa kau memiliki tenaga untuk menghadapi ku ha..” jonathan dengan satu kaki nya menendang kaki alfred.
__ADS_1
“ lepaskan aku maka kita akan berkelahi, jangan jadi pengecut karena mengikat ku.”
“ lepaskan kan dia..” jonathan melapaskan jas nya ketika menyuruh orang nya untuk melepaskan ikatan alfred.
“ tolong.. minggir nyoya kami ingin melahirkan..” kini mereka telah tiba dirumah sakit, dan jovanka sudah ditidurkan di bad dan didorong oleh suster dan para pengawalnya.
“ auwh.. huft.. huft.. hubungi jonathan..” perintahnya dan para pengawalnya baru sadar bahwa tuan nya belum mengetahui bahwa istrinya ingin melahirkan.
Bugh, bugh, bugh pukulan demi pukulan telah dilayangkan jonathan untuk alfred, dengan lemasnya alfred tak bisa melawannya. “ bangun breng*ek.. kau tadi menantang ku, sekarang dimana kata sombong mu tadi, kenapa sekarang kau tak memiliki tenaga..” jonathan yang masih berdiri tegak bahkan tak tersentuh apapun.
Dengan mengumpulkan tenaga alfred berdiri dan mencoba untuk melawannya lagi. “ alfred jangan bodoh, jonathan hanya akan membun*h mu..” teriak emil tapi tak didengar oleh alfred.
Brak!! Bangku yang disana telah dilempar oleh alfred tapi jonathan bisa menghindari nya. “ maju..” katanya. Jonathan dan alfred kini beradu jotos, tapi pukulan yang dilayangkan alfred selalu tak tepat sasaran.
“ bagaimana ini tuan jonathan tak menjawab telfon kita..” kata sang pengawal yang mencoba menghubungi bos nya.
“ kris, coba hubungi dia..” dan sang pengawal lagi lagi menghubungi kris sang asisten bos nya. tentu saja jonathan tak akan menjawabnya ponsel nya ketinggalan di dalam mobil.
“ jonathan cukup..” teriak emil ketika melihat alfred sudah babak belur. “ jonathan cukup.. dia bisa mati..” katanya lagi tapi jonathan tentu saja tak peduli dengan teriakan ataupun tangisan emil.
Bugh!! Bugh!! Bugh!! Lagi lagi pukulan itu tak bisa dihindari oleh alfred, pukulan yang bertubi tubi membuat alfred terjatuh dilantai dengan darah yang sudah bercucuran di wajah nya serta bibirnya.
“ brengs*k...” teriakan laki laki yang membuat salah satu dari pengawal jonathan menghalangi langkahnya. Bugh!! Satu pukulan yang dari belakang membuat laki laki tersebut tersungkur dilantai.
Yongki yang dari tadi memperhatikan jonathan dan alfred berkelahi mencari celah untuk melepaskan ikatan, dengan rasa percaya diri dia berlari dengan berteriak, dan salah satu pengawal jonathan dengan sigap menghalanginya dan satu nya memukul yongki dari arah belakang.
“ kau ingin menyerang ku dari belakang he?” tanyanya dengan mengejek.
__ADS_1
“ brengs*k.. kakak tiri kurang ajar..” katanya dengan susah. “ auwhh..” rintihan kesakitan yang dirasakan yongki membuat emil juga tak tega. Yongki dengan susah payah mencoba berdiri tapi kedua kaki pengawal jonathan menginjak dengan keras.
“ kau yang tak tahu di untung, seharusnya kau aku bunu* dari dulu, tapi karena aku merasa iba kau masih aku beri hidup bahkan masih aku beri kedudukan. Tapi sepertinya kau selalu mencari ma*i dengan ku..” jonathan berjongkok melihat wajah yongki yang merasakan kesakitan pada punggung nya.