Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_


__ADS_3

" Aiden, kamu ngapain di sini?" Val tak tahu apa yang di lakukan laki laki mantan calon tunangan nya di sana tak jauh tempat nya mengadakan pemotretan.


" Hai.. kamu sudah selesai?" Tanyanya dengan berdiri. " Aku sengaja menunggu kamu di sini karena aku ingin bicara pada mu?" Val hanya menatap laki laki ini bahkan tatapan nya sangat malas.


" Aiden sorry, aku bener lelah hari ini, lain kali mungkin kita bisa bicara…" Val menghindari pembicaraan karena dia memang tak ingin bicara kepada laki laki di depan nya.


" Val please aku sudah menunggumu dari tadi, jika kamu tak ingin bicara pada ku setidaknya hargai aku yang sudah menunggumu dari tadi…" Val membuang nafas nya dan enggan menatap laki laki di depan nya.


" Baiklah tapi hanya sebentar aku benar benar lelah…" Senyum Aiden mengembang ketika wanita cantik itu menyetujui nya untuk bicara.


💦


" Permisi saya ingin bertemu dengan Tuan Albert…" Laki laki yang dengan berjalan sedikit menahan rasa sakit nya kini berdiri di depan seseorang yang mungkin dia adalah sekretaris dari pengacara itu.


Sang sekretaris hanya menatap para police ini dengan tatapan datar nya, mereka terlalu biasa menghadapi para police hingga mereka tak ada takut takut berhadapan dengan nya.


" Silahkan masuk…" Albert yang dari tadi duduk kini berjalan menghampiri para police yang sudah masuk ke dalam ruangan nya.


" Silahkan duduk…" Albert tentu saja mempersilahkan laki laki itu duduk di sofa panjang nya.


Albert yakin tangan yang dililit perban itu adalah luka yang ditinggalkan oleh teman nya yang semalam dia bantu kabur.

__ADS_1


" Ada perlu apa Sir Abhi datang kemari?, apa ada masalah dengan klien saya?, atau dia membatalkan saya jadi pengacara nya?" Albert yang tahu bahwa ini akan terjadi maka dia sudah menyusun apa saja yang akan ditanyakan pada para police ini.


" Apa anda tak tahu bahwa klien anda kabur semalam…" Abhi menyipitkan mata nya dengan curiga.


" Anda mengatakan apa?, kabur?, bagaimana mungkin?" Albert laki laki yang pandai bersandiwara dunia nya penuh dengan drama maka apa yang dia lakukan sekarang pun juga drama nya.


" Jadi anda tak mengetahui nya?"


" Anda pikir saya membantu nya kabur dari sana?"


" Saya rasa anda terlibat dalam lari nya Andre?" Abhi menatapnya penuh dengan kecurigaan yang mendalam, laki laki ini tak akan percaya dengan drama yang dilakukan pengacara di depan nya.


" Jadi anda lagi lagi menuduhku?" Albert sedikit meninggikan suara nya. 


" Kau hanya menuduh tanpa ada bukti, seperti nya aku harus memberikan somasi untuk mu…" Tatapan Albert kini menajam ketika mengatakan hal itu dengan sungguh sungguh. 


" Kali ini kau bisa mengelak tapi lain waktu kalian tak akan bisa mengelak..." Jawaban yang begitu tegas.


" Sebenarnya apa masalah mu dengan ku?, seperti nya kau menuduh ku berbagai macam. Apa karena aku berdiri di sisi lawan mu?"


" Aku hanya mencari seseorang yang menjadi gembong mafia."

__ADS_1


Albert menghela nafas nya sebelum akhir nya dia kembali menatap police di depan nya dengan tatapan tajam nya. " Dengar Sir Abhi yang terhormat aku han tuan Zac hanya sebatas pengacara dengan klien nya, dan aku dengan tuan Andre juga sebatas pengacara dengan klien nya, jelas aku akan membela klien ku mati matian, aku akan membela nya. Jadi kau tak pantas menuduh ku ataupun menyangkut pautkan mereka karena mereka berdua tak saling mengenal nya..." Abhi membuang muka nya dengan kasar.


Albert kini berdiri. " Jika tak ada yang anda bahas silahkan keluar karena saya sangat sibuk dan satu lagi jika tuan Andre kabur dari sana maka saya juga tak tahu apapun karena memang dia tak mengatakan apapun kepada saya. Silahkan anda pergi..." Lagi lagi mereka berdua saling melempar tatapan yang begitu mematikan.



Abhi yang tanpa basa basi akhir nya berdiri dan tak mengatakan apapun dia memilih pergi dari sana. Abhi berjalan dengan cepat meskipun kaki nya begitu sakit dia buat jalan. Sedangkan Albert menatap nanar ke arah para police yang baru saja meninggalkan ruangan nya.


" Benar benar police arogan..." Kata nya dengan memandang lurus ke depan. " Dia beruntung bisa bertemu dengan police tadi di medan pertempuran, kenapa tak di bunuh saja tadi, jika aku yang bertarung sudah aku habisi dia tadi..." Albert menyayangkan teman nya itu kenapa tak membunuh police yang dari kemarin menuduh nya adalah salah satu gembong mafia, meskipun itu benar tapi mereka tetap hati hati.



Sedangkan di restoran Val dan Aiden kini menikmati kopi nya yang telah dia pesan. Val sebenarnya enggan berduaan dengan nya tapi untuk menghargai nya dia terpaksa duduk di sini bersama laki laki ini.


" Val aku mau minta maaf atas kesalahan yang aku perbuat kemarin pada mu, aku tahu aku salah aku tak harus nya begitu pada mu. Tapi percayalah bahwa aku benar benar tak sadar aku benar di bawah pengaruh alkohol waktu itu..." Val begitu jengah mendengar alasan yang di lontarkan laki laki yang di depan nya, dari awal memang tak suka maka akan sangat sulit untuk menerima kesalahan apa yang dia perbuat.


" Aku terima bahwa kakak mu membatalkan pertunangan kita, tapi please jangan menghindari aku, aku ingin kita bisa menjadi teman atau kau bisa menganggap ku sebagai kakak ke dua mu..." Sambung nya lagi.


Yang benar saja ingin menjadi kakak ke dua, benar benar membosankan duduk dengan laki laki ini. Batin Val dengan mengaduk aduk kopi nya.


" Sudahlah Aiden aku sudah memaafkan mu, tak perlu kau berulang kali meminta maaf pada ku. Mungkin kita memang bukan Takdir yang Tuhan inginkan."

__ADS_1


" Kau benar, Tuhan memiliki rencana lain untuk kita dan Tuhan mengirimkan seseorang untuk kita menjalani hari hari ini..." Val tersenyum tipis. " Val aku sebenarnya mencintai mu tapi mungkin aku tak pantas untuk mu karena kamu terlalu membenci ku dan merasa jijik pada ku. Tapi jika aku hanya ingin menjadi teman mu apa aku masih pantas?" Sambungnya dengan menatap wanita itu dengan sungguh sungguh.


" Teman?" Val mengulangi kata kata teman nya. " Aiden tak ada teman laki laki dan perempuan..." Jawabnya dengan menekan kata kata nya. " Jika pasangan kita tahu bahwa kita berteman dengan mantan maka kita berdua akan melukai perasaan pasangan kita..." Val sungguh tak ingin memiliki hubungan apapun dengan laki laki di depan nya meskipun hanya dengan kata teman yang dia gunakan.


__ADS_2