
Warning 21+ minggir mince mau bikin panas dingin dulu kali ya 🤭 jangan ada yang protes lagi 🤪 semua pada demo gara di gantung🤪🤪 a
Happy Reading
Steve dan Jenni akhirnya saling membobol gawang 🤣🤣
Deru nafas Jenni kini memburu, detak jantung nya tak normal bahkan kaki nya terasa lemas seketika. Gelombang pertama yang dia rasakan sungguh membuat seluruh tubuh nya terasa lemas dan tak berdaya. Jenni memejamkan mata nya menikmati gelombang pertama itu menggapai tubuh nya. Steve yang sadar akan tubuh wanita itu lemas dengan cepat menangkap tubuh nya, memeluknya agar tak limbung ke lantai.
" Jenni, jangan lakukan hal itu lagi pada laki laki lain..." Bisiknya serta hembusan nafas dari Steve membuat wanita itu merinding seketika. Dia masih mencerna kata kata dari Steve, cemburu hanya itu yang bisa di tangkap dari semua kata kata itu.
" Steve..." Lenguhnya ketika bagian bawah itu menyentuhnya dengan menekan tepat sasaran.
Steve dengan cepat mengendong tubuh wanita nya dengan cepat, kedua kaki Jenni kini melingkar di pinggang Steve yang mengendong nya membawa dirinya keluar dari kamar mandi itu. Steve tak luput menyambar handuk yang ada di sana.
__ADS_1
Steve kini membaringkan tubuh wanita itu begitu pelan tak luput dia juga menyingkirkan sisa air yang ada di tubuh wanita itu mengunakan handuk yang dia sambar tadi. Steve begitu lembut, bahkan tatapan yang dingin tadi kini menjadi tatapan yang begitu hangat. Steve membuang handuk itu, memposisikan dirinya di atas tubuh Jenni, menjadikan kedua siku itu menjadi tumpuan agar tak sepenuhnya menempel di tubuh Jenni.
Mereka kini bertatapan dengan penuh arti masing masing, mereka saling menyelami tatapan mereka yang begitu tanda tanya tentang apa yang terjadi, tapi hasra* itu kini kembali menguasai tubuh mereka masing masing. Steve mencium kening Jenni begitu dalam, mencium kedua pipi wanita itu dengan lembut, saling menempelkan hidung mereka, saling mengesak*n hidung itu dengan senyum mereka yang sama sama mengembang, kini Steve menggapa* bibir itu dengan lembut. Meluma* nya dengan lembut, menghisa* nya dengan penuh kenikmatan. Gigitan kecil yang di berikan Steve membuat wanita itu langsung membuka bibirnya mengijinkan lida* laki laki itu masuk, lida* itu kini saling bermain main di dalam sana, saling menarik lida* dengan menyesa* nya dengan pelan.
Mereka saling bernafas di dalam ciuma* itu, ciuman yang lembut kini menjadi ciuman yang begitu liar serta menuntut lebih dari sekedar cumbuan yang mereka berikan. Tangan Steve untuk sekian kali nya menjelajahi tubuh polos wanita itu, memili* putin* itu membuat pemilik benda itu semakin mendesa* di dalam ciuman panas mereka berdua. Ciuman itu kini turun ke leher meninggalkan bekas kemerahan di sana, meninggalkan tanda kepemilikan di sana dengan beberapa tanda. Kini benda tumpul itu semakin mengeras, membutuhkan sarang untuk membuat benda itu tak berdaya di dalam sana.
" Jenni boleh kah aku melakukan nya?, tapi aku tak memiliki kondo* yang harus aku pakai..." Bisiknya lagi lagi dengan menggoda wanita itu.
Jenni hanya memejamkan mata nya ketika bisikan lembut itu menyentuh telinga nya. Jenni merasa sangat berharga ketika mereka sampai puncak laki laki itu masih saja menanyakan tentang kesiapan dirinya. Jenni terdiam dengan mengangguk pelan, memberikan ijin untuk sang laki laki memasuki tubuhnya. Steve kembali mencumbu bibir wanita itu dengan begitu liar. Kedua bibir insan itu sungguh bengkak karena cumbuan itu taj ada hentinya mereka lakukan. Kini Steve dengan segera melepaskan ciuman itu, memposisikan benda tumpul itu ke arah luban* kenikmatan yang akan membuat mereka berdua terbuai. Steve sebelum memasukan nya sedikit pelan memukul keintima* itu dengan benda tumpul miliknya, membuat wanita itu benar benar menjerit pelan, Steve kini malah menggoda bagian tubuh wanita itu dengan hanya mengese* pelan keintima* itu dengan cepat membuat wanita itu lagi lagi tak karuan di buat nya.
" Steve kau membuat ku gila jika kau hanya main main di sana..." Geram nya karena Steve hanya mengese* dan sedikit memukul pelan keintiman wanita itu, tanpa berniat untuk memasukan nya.
" Kau sudah tak tahan ternyata?, kau ingin merasakan jagung ku he?, jagung ku sangat besar dia akan siap berada di luban* mu..." Jawabnya dengan memposisikan benda itu dengan sedikit menekannya.
__ADS_1
Steve kini sedikit kewalahan memasukan benda itu. Jenni menahan nafas nya ketika benda itu hampir saja masuk meskipun dengan sedikit. Jenni menggeliat dengan meremas lengan laki laki itu, matanya terpejam ketika merasakan sedikit sakit pada bagian bawah tubuhnya. Jenni sedikit menahan suara nya dan remasan pada lengan laki laki itu begitu kencang ketika jagung bakar itu masuk dengan setengah nya. Seluruh tubuhnya kini terasa panas serta sakit pada pangkalan nya ketika jagung itu di dorong pelan agar masuk dengan sempurna.
" Urghh...." Desaha* tertahan dari Jenni ketika benda itu masuk dengan sempurna di bawah sana. Steve kini mendiamkan dirinya, dia masih mencoba mencerna ketika dirinya merasakan sesuatu di bawah sana.
" Jenni kau masih?" Jenni langsung mengangguk dengan segera ketika Steve masih berusaha untuk diam. " Kau tak mengatakan nya jika kau masih virgin Jenn, ah.. harus nya aku tak menyentuh mu tadi.. ah.. uh..." Gerama* dari Steve ketika pinggulnya kini mulai bergoyan* pelan. Pikiran nya tak ingin menghentikan ini tapi semuanya sudah terlanjur masuk yang membuat pinggul itu semakin memompa nya dengan pelan.
Sesuatu yang besar kini mulai memenuhi tubuhnya. Hentakan pada pinggul itu membuat Jenni hanya bisa memejamkan matanya menikmati sensasi atas penguasaan tubuhnya. Steve kini memompa begitu cepat dan liar, dengan bibirnya yang mulai meluma* kembali bibir wanita itu, kadang mengulu* benda yang menonjol dan bergerak cepat sesuai irama yang di berikan oleh nya.
" Uh.. ah...Steve... Aku..." Desaha* itu kini mulai terdengar ketika ciuman itu kini turun ke leher nya.
" Jenni.. ah.. jangan lakukan hal ini dengan yang lain..." Bisiknya tepat di telinga wanita itu. Jenni memejamkan matanya menikmati sebuah yang di berikan oleh laki laki itu.
Steve melepaskan penyatuhan itu, mengangkat kedua kaki wanita meletakan di kedua pundak nya, lalu kembali memasukan jagungnya yang sudah merobek selapu* itu. Steve kini semakin bergerak cepat dan liar ketika gelombang itu ingin mencapai nya.
__ADS_1
" Steve.. ah.. aku terasa ingin keluar..." Tubuhnya langsung menenggang ketika gelombang untuk kedua kalinya menghampirinya. Denyuta* itu terasa begitu nyata membuat jagung itu terasa tersedot kedalam membuat Steve semakin cepat memompanya dengan begitu liar. Tubuh Jenni kini terguncang hebat, Terasa geli kini menyasar bagian bawahnya ketika dirinya mengeluarkan sesuatu Steve tak memberikan dia untuk menikmati pelepasan kedua nya.
" Ah.. kau milik ku Jenni, kau milik ku..." Geraman yang panjang serta tekanan itu menandakan bahwa Steve juga tiba di pelepasan yang begitu nikmat. Pelepasan yang ingin mereka capai kini telah mereka nikmati.