
" Jadi kalian Tim dari kuasa hukum Tuan Peter?" Jenni yang tadi ikut ke perusahan kini menghadang para Tim yang hari ini memiliki janji temu dengan bos nya.
" Perkenalkan saya adalah Violet saya adalah Tim tambahan Kuasa hukum dari Tuan Peter Heeney..." Seorang wanita yang anggun serta cantik dan dewasa kini memperkenalkan dirinya di depan Jennifer yang dari tadi menghalangi mereka yang ingin bertemu bos nya.
" Jadi kau bukan kuasa hukum utamanya?, kau memiliki nyali juga Nona datang kemari dengan hanya tiga orang..." Jenni kini memandang Tim itu dengan tatapan tajam nya.
" Nona saya datang kemari untuk berbicara secara baik baik dan saya yakin bos anda akan menerima kami dengan cara baik juga..." Violet kini dengan gaya yang santai dan tenang dia biasa menghadapi lawan nya yang selalu mentang mentang marah tapi sikap nya yang lembut dan sikapnya yang baik dia selalu berhasil untuk bernegosiasi dengan cara damai.
" Aku suka dengan keyakinan mu itu Nona tapi kau harus tahu setiap lawan mu, karena setiap orang tidak mungkin bisa menerima kebaikan orang meskipun dia sudah berbicara lembut dan sangat sopan..." Jennifer tahu bahwa bos nya tidak mungkin ingin berdamai dari kasus ini karena dia tahu bahwa mereka tim nya sudah menunggu lama masalah ini bergulir di jalur hukum.
" Anda bisa percayakan kepada saya bahwa bos anda pasti akan damai dengan kami dan akan mencabut semua tuntunan yang di berikan kepada klien kami."
Jennifer kini berjalan mendekati Violet bahkan dia berdiri tepat di depan Violet dengan pandangan yang menantang wanita tersebut.
" Seorang pengacara memang harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi itu memang sangat bagus untuk memenangkan setiap kasus nya tapi jika berlebihan juga tidak baik Nona Violet karena itu akan sangat menyakitkan jika apa yang anda harapkan tidak sesuai keinginan anda..." Jennifer kini sekarang malah membersihkan kemeja yang di pakai oleh Violet dengan pelan. " Tapi mungkin rasa percaya dirimu memang tinggi itu tak masalah jadi sebaiknya sekarang kita masuk dan kita lihat siapa di antara kita yang menang, saya yang yakin bahwa bos ku tidak akan mau damai atau bos ku akan damai karena sikap mu yang lembut kepada nya..." Senyumnya sungguh mengejek dan itu dapat di tangkap oleh Violet di wajah Jennifer.
__ADS_1
Violet hanya menghela nafasnya dengan kasar ketika Jennifer seakan menantang nya tapi Violet yang selalu bersikap tenang dia tak mudah di pancing oleh siapapun.
Ceklek!! Pintu ruangan itu pun terbuka memperlihatkan keempat laki laki yang sedang duduk di sofa panjang membahas sesuatu tentang pekerjaan. Zac sang bos nya kini langsung mengerti ketika Jennifer memberikan kode bahwa tamu yang mereka tunggu kini sudah datang.
Mereka yang hanya berdiri di ambang pintu kini akhirnya masuk dengan perasaan yang tak menentu. Mereka baru pertama kali ini melihat pimpinan dari perusahan yang begitu menggurita di dunia bisnis. Tatapan mereka seakan menusuk ke jantung Violet serta kedua rekan nya yang berada di belakang nya itu. Violet mencoba menenangkan dirinya yang hampir gemetar karena tatapan dari laki laki gondrong yang ada di depan nya.
" Selamat Siang Tuan, saya adalah Violet Tim Kuasa tambahan dari Tuan Peter..." Violet yang sudah bisa menguasai dirinya kini langsung berbicara dan memperkenalkan dirinya. " Dan mereka adalah rekan saya yang mendampingi saya kemari."
Beberapa orang yang di sana kini hanya mengangguk mengerti tapi tak ada yang berani membuka suaranya. Bahkan mempersilahkan duduk saja Steve hanya mengunakan tangan nya untuk mereka. Ketiga orang itu hanya pasrah ketika mereka semua belum ada yang ingin membuka suaranya tersebut.
" Bos mereka bukan Tim Kuasa utama dari Peter, mereka hanya menjadi wakil tambahan yang datang kemari untuk mengajukan beberapa hal untuk meringankan hukuman klien nya..." Jennifer kini kembali berbicara dan memberi tahu ketiga orang yang duduk di sana.
" Tuan sebelum saya datang kemari saya tentu saja sudah mengetahui siapa anda. Saya tidak menyangka bisa bertemu secara langsung dengan pimpinan perusahan yang begitu terkenal di dunia bisnis, tak dapat di ragukan bahwa nama anda dan keluarga anda begitu melekat di anda Tuan Zac Kozan..." Violet kini berusaha tetap tenang terlihat dari senyumannya yang tipis di bibirnya.
" Keluarga?, siapa yang kamu dengan keluarga?, Ah.. paman Yun Henney yang kamu maksud?, tapi sepertinya nama itu melekat di klien anda Nona..." Senyum yang tipis itu malah membuat takut Violet. " Jangan berbasa-basi dengan saya, untuk apa anda datang kemari?"
__ADS_1
" Tuan saya juga tidak suka basa-basi di sini, anda pasti tahu bahwa hari ini kasus yang anda ajukan akan masuk ke pengadilan hari ini tapi sebelum kasus itu masuk saya datang kemari untuk mengajukan perdamaian dengan anda, kami bisa menganti kerugian yang anda keluarkan untuk beberapa hari ini bahkan lebih dari yang anda keluarkan klien saya akan bersedia menganti itu semua."
Laki laki yang hanya diam dari tadi kini tertawa di sana, tawanya begitu kencang membuat Violet malah bingung karena yang tertawa bukanlah orang yang mengajukan gugatan kepada klien nya.
" Sorry aku tidak tahan dengan bahan lelucon yang di bahwa oleh wanita ini..." Laki laki itu bahkan tertawa dengan keras seakan apa yang di katakan oleh wanita itu adalah bahan yang wajar dia tawakan.
" Maaf di mana lelucon yang anda maksud?, dan maafkan saya jika saya boleh tahu anda siapa?, ini adalah urusan saya dengan Tuan Zac dan anda tidak berhak ikut campur dalam urusan ini..." Violet kini tidak bisa untuk tidak sabar dia kini bicara dengan suara ketusnya.
" Jaga sikap mu Nona, dia adalah Tuan Jonathan Cristopher keponakan tertua dari Tuan Yun Henney..." Steve kini juga membalasnya dengan suara ketusnya.
Violet kini menelan ludahnya dengan kasar ketika mengetahui siapa laki laki yang tertawa kencang tersebut. Bahkan Jonathan kali ini menatap Violet dengan tatapan tajamnya.
" Jadi kau tidak tahu di mana letak lelucon di setiap kata yang kau ucapkan he?, mari saya akan memberi tahu mu agar kau tahu di mana letak lelucon mu?" Jonathan kini memajukan duduknya menatap sungguh sungguh ke arah wanita yang kini sudah pucat seakan tidak memiliki darah lagi.
__ADS_1
" Kau datang kemari dengan membawa damai kepada kita, dan kau mengatakan mereka suap menganti rugi semua kerugian kita?, apa kau pikir kami kekurangan uang hingga kau membawa uang kepada kita he?" Wanita itu kini tidak memiliki nyali apapun ketika menatap mata dari Jonathan yang begitu tajam.
Bang Jonathan di lawan 🤣🤣