Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Sudah Mulai Terbiasa 3


__ADS_3

Amel yang sudah berada di dalam kamar mewah kini hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar. Dia tak bisa berkata apa apa selain hanya bisa menunduk dan meremas gaun seksinya malam ini.


Amel duduk di sisi ranjang yang sudah ada di dalam kamar mewah tersebut. Jantung nya memompa begitu cepat, darahnya mengalir deras. Dia tak tahu apa yang harus di lakukan nya ketika sudah berada di dalam kamar bersama tamu nya.


" Tunggu sebentar di sini!" Ujarnya.


Amel hanya mengangguk pelan. Suara air yang terdengar dari tadi membuat wanita itu semakin tak bisa berkata kata selain hanya ketakutan.


" Dengar aku sudah membeli mu cukup mahal! jadi jangan kecewakan Bos saya."


Amel secara langsung menatap ke arah laki laki yang tadi membawa nya datang kemari. Tatapan nya penuh dengan tanda tanya.


" Jadi bukan anda yang harus saya layani?" Suaranya bergetar. Dia tak menyangka bukan laki laki ini yang akan menikmatinya tapi ada laki laki lain yang ada di sana.


Orang itu tertawa keras ketika menatap Amel yang bergetar ketakutan. " Auwh..." Amel berteriak kesakitan ketika rambut panjangnya secara tiba tiba di jambak oleh orang itu.


" Dengar wanita nakal jangan banyak bertanya. Aku yang membeli mu, terserah aku jika aku akan menyerahkan mu kepada siapapun. Aku tak mau tahu kau harus memuaskan Bos ku malam ini, jika tidak habislah kau..." Ucapnya dengan dingin serta melepaskan jambakan itu dengan kasar.


Amel menahan air matanya agar tak terjatuh di pipinya. Ini pertama kalinya dia bekerja tapi pertama kalinya dia di perlakukan kasar oleh tamu pertama nya.


" Jika kau sudah selesai dengan Bos ku, maka aku akan senang menyentuh mu. Dari tadi aku sudah tak tahan untuk tidak menyentuh mu..." Tangan orang itu menelusuri tubuh wanita itu dari punggung nya yang terbuka oleh gaun malam nya.


Amel hanya bisa memejamkan matanya dengan rasa jijiknya kepada dirinya sendiri serta jijik kepada laki laki yang ada di sebelahnya. Bagiamana pun dia sangat membutuhkan uang nya, apapun yang akan terjadi adalah keputusannya yang tak bisa di ubah lagi. Dia tak bisa mundur dengan cara bagaimana pun.


Ceklek!! suara pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan sosok laki laki yang bertubuh kekar serta hanya memakai handuk di lilitan pinggang nya. Amel bertambah tak karuan ketakutannya. Dia tak bisa untuk tak semakin meremas gaun nya.


" Bos anda sudah selesai!" Laki laki itu langsung menyambut bos nya yang keluar dari kamar mandinya.


Plak!! satu tamparan yang keras langsung melayang begitu saja kepada bawahannya. Tatapannya begitu tajam serta aura devil nya tak bisa di pungkiri lagi.


" Kau pikir aku tak mendengar apa yang kau katakan dengan wanita itu! kau pikir aku tuli?" Laki laki langsung meninggikan suaranya.

__ADS_1


" Maafkan saya bos saya hanya-"


Plak!! satu tamparan lagi melayang begitu saja ketika orangnya ingin menjawab apa yang ingin di katakan oleh nya.


" Kau masih berani menjawab ucapan ku?, kau ingin mati di sini?"


" Tidak bos!"


" Siapa yang menyuruh mu menyentuh wanita yang akan aku nikmati hah?, aku meminta yang bersegel karena aku tak mau ada yang menyentuh nya sebelum aku. Kau dengar itu?" Bentaknya dengan kencang membuat orang itu juga ketakutan.


Suaranya menggema di kamar mewah tersebut membuat Amel juga ketakutan bukan main. Dia hanya bisa menunduk serta semakin ketakutan.


" Keluar atau aku akan menghabisi mu di sini!" Usirnya.


Orang itu hanya diam jika dia keluar dari sana maka para pengawal wanita itu akan tahu bahwa bukan dia yang membeli Amel tapi orang lain yang membeli nya.


" Keluar..." Bentaknya dengan kencang.


" Kau cari mati dengan saya?" Bos itu langsung mencengkram baju orangnya dengan kasar.


" Saya tidak bisa keluar karena di luar ada pengawal wanita itu. Di dalam peraturan nya para pengawal nya akan mengikuti kami dari depan kamar untuk melindungi wanita itu."


Laki laki itu tertegun dengan peraturan yang baru kali ini dia dengar. Dia dengan kasar melepaskannya dengan sedikit orang itu terhuyung kebelakang.


" Saya baru tahu ada peraturan seperti itu!" Ujarnya tak menyangka.


" Tapi memang peraturan nya begitu bos. Bahkan mungkin mereka juga berjaga jaga di parkiran atau di depan kamar kita ini."


" Menarik! aku sangat suka dengan cara mereka melindungi pekerja nya..." Ujarnya dengan tersenyum tipis di bibirnya.


Mata orang itu kembali menatap ke arah orangnya dengan tajam. " Masuk kamar mandi, jika kau berani keluar sebelum aku menyuruh mu atau kau mengintip kami dapat ku pastikan aku akan melempar mu dari kamar ini..." Ancamnya dengan tegas.

__ADS_1


" Saya tidak berani Bos..." Orangnya langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menutup pintu itu dengan segera.


Sedangkan Bos itu langsung menatap ke arah wanita yang duduk di sisi ranjang dengan menunduk serta tangan nya meremas gaun nya. Senyum sinis di bibirnya ketika kaki nya melangkah menghampirinya.


Tangan orang itu langsung mencengkram pipi Amel agar kepalanya mengangkat untuk menatap dirinya yang berdiri di depannya.


" Siapa nama mu?"


" An- Angel, nama saya Angel..." Nama yang di pakai adalah nama samaran agar privasi pribadinya tak ada yang mengusiknya.


" Nama yang indah, wajah mu juga cantik dan tubuh mu juga indah..." Tangan itu menghempaskan wajah wanita nakal itu dengan kasar.


Laki laki itu secara langsung membuka handuk yang dari tadi melilitnya dengan sempurna. Handuk itu kini tergeletak di lantai dengan begitu saja. Amel atau Angel hanya menahan rasa malunya.


" Kau pertama kali nya melihat ini? tak apa aku akan mengajari mu bermain main dengan benda ini..." Ujarnya dengan menakutkan di telinga Amel.


Amel tak bisa berbuat apa apa selain melakukan apa yang di katakan oleh tamu tersebut. Benda asing yang sama sekali tak pernah di lihatnya kini malah dia sentuh, bahkan dengan sengaja orang itu memasukannya ke dalam mulut Amel.


" Jangan sampai terkena gigi mu bodo*..." Orang itu nampak kesal ketika giginya mengenai pelan miliknya.


" Hmm.. Maaf..." Ujarnya dengan hampir menangis.


" Pelan pelan.. Ya seperti itu.. Ah..." Geramnya ketika gerakan kepala nya Amel pelan.


Tangan orang itu kini juga menjambak rambut Amel dengan mengerahkan kepalanya dengan tangannya. Amel hanya bisa mengikutinya dia mengikuti gerakan tangan tamu itu yang berada di kepalanya.


Sedangkan Sarah sang Kakak tertidur terlelap. Rasa lelahnya bekerja hari ini membuatnya tak ingat apapun dalam tidurnya. Dia tak tahu jika bahwa saat ini adiknya menjual mahkota nya agar hidup mereka lebih layak dan tak di remehkan oleh orang lain.


Amel mempertaruhkan semuanya malam ini. Malam di mana dia akan siap kehilangan apa yang telah di jaga selama ini. Kehilangan apa yang begitu berarti bagi setiap wanita. Merelakan semuanya hanya demi uang yang akan membawa nya dalam kebahagian di dunia yang hanya sesaat.


Nanti anak Steve dan Jennifer, anak Abhi dan Monica juga akan muncul satu satu kalau muncul bersamaan pusing cari Visual yang cocok untuk mereka 🤪 kalian sih gak pernah sabar pasti nanti akan ada gilirannya 🤗

__ADS_1


__ADS_2