
Monica juga menceritakan tentang semuanya, semua yang dia dengar sewaktu Jenni berdebat kedua lawannya dan juga bagaimana Jenni menyelematkan mereka hingga mereka semua tahu seperti apa David. Dan mereka juga tahu kenapa laki laki itu begitu membela temannya itu meskipun temannya itu bersalah dan masih membela nya dengan kata kata pertemanan itu.
" Jenni terima kasih sudah mau membantu kami, aku tahu mungkin kau merasa kesal kepada Steve karena dia menuduh mu dan maafkan kami tentang itu semua, tapi kami juga berucap terima kasih untuk semuanya..." Kini Jenni tak percaya bawa laki laki yang sangat ingin di hancurkan oleh kedua orang itu kini dengan rendah hati nya mengucapkan terima kasihnya kepada dirinya.
" Tidak Tuan Zac jangan mengatakan terima kasih, aku menemukan mereka juga tak sengaja. Harusnya aku yang mengucapkan permohonan maafku karena mereka kalian menderita, karena mereka Abhi dan Monica harus melawati hari hari buruk."
" Tidak kami yang harus mengucapkan terima kasih, ini semua berkat mu. Dan kau bisa mengatakan permintaan mu dan aku janji akan mengabulkan apapun yang kau pinta..." Tawaran itu tentu tak di sia sia kan oleh wanita itu.
" Aku tak meminta apapun Tuan, tapi aku hanya satu yang aku inginkan. Restu hubungan ku dengan Steve hanya itu..." Semua orang kini menatap kearah Jenni dan Steve secara bergantian, mereka saling bertatapan dengan keseriusan. Steve yang ingin meminta izin secara pribadi kepada bosnya kini malah di katakan secara terangan terangan oleh wanita itu.
Jenni kini menatap kearah Steve dengan serius dan sebaliknya dengan Steve, mereka yang duduk berdekatan saling menggenggam tangan mereka masing masing dengan penuh cinta dan ketulusan. Mereka ingin bersatu dalam cinta mereka, mereka tak ingin berpisah dalam keadaan apapun.
" Kami saling mencintai bos, dan rasa itu semakin tumbuh besar karena perpisahan kemarin. Aku sadar bawa aku sangat mencintainya dan takut kehilangannya."
" Kami sangat mencintai Tuan, kami tak bisa di pisahkan hanya seperti ini. Aku tahu kami kemarin salah karena menyembunyikan ini semua tapi kami sudah menerima hukuman berpisah dan itu membuat kami merasakan kehampaan yang nyata..." Jenni kini kembali membuka suaranya dia tak ingin hanya kekasihnya yang berjuang untuk menyakinkan bosnya itu tapi dia juga ingin berjuang bersama sama.
" Bos aku tahu profesi kami berbeda dan itu juga membuat anda memikirkan ini semua, tapi kami janji kami akan sangat profesional dalam pekerjaan. Kami juga tak akan mencampur urusan masalah hubungan kami dengan pekerjaan kami."
__ADS_1
" Tuan Zac aku tak pernah tahu seperti apa pekerjaan anda, dan aku tak tahu kenapa Marco sangat ingin menghancurkan anda, tapi percayalah pada ku Tuan, bawa aku sungguh tak tahu apapun. Aku tak pernah mencari tahu semuanya Tuan."
Semua yang ada di sana hanya terdiam mereka tak ada yang berani membuka suaranya kecuali Steve dan Jenni yang menyakinkan bosnya itu. Semua orang hanya menunggu keputusan bosnya itu, mereka menunggu dengan jantung yang tak karuan dengan jantung yang bergetar dengan hebat. Mereka tak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh singa itu. Tapi tatapan yang tajam membuat semua orang yang ada di sana ketakutan.
" Kau memang sudah menyelamatkan kakak ipar ku beserta istrinya dan aku mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan mu itu, mungkin jika tak ada bantuan mu kami belum bisa berkumpul dengan kebahagian seperti ini..." Zac kini berdiri dia mondar mandir di sana, berjalan di belakang punggung kedua orang itu dengan tangan yang berada di belakang.
" Aku memberikan mu permintaan agar kau bisa mengajukan permintaan yang bisa aku penuhi tapi sepertinya kau wanita licik yang pandai memanfaatkan permintaan mu itu..." Steve kini menggenggam erat tangan wanita itu yang sudah mulai dingin karena gugup. Mereka lebih baik berperang dan melawan para musuh dari pada harus duduk menunggu jawaban yang membuat mereka semua takut dan tak siap menerima jawaban.
" Permintaan yang aku berikan pada mu tak bisa kau minta dengan aku harus merestui kalian berdua, carilah permintaan yang lain yang bisa aku kabulkan..." Jenni meneteskan air matanya harusnya dia tahu bawa jawaban itu akan selalu dia dengar.
" Jika kalian tetap memaksa maka aku tak bisa berjanji jika suatu saat nanti kalian bertemu dengan saling menyerang satu sama lain dan kalian akan saling membenci suatu saat nanti. Apa kalian siap dengan semua resiko yang itu?. Kasus kalian sama dengan Abhi tapi sayangnya Abhi meninggalkan pekerjaan nya demi cintanya, sedangkan kalian tak ada yang ingin keluar dari profesi kalian..." Semuanya terdiam di sana tak ada yang berani menyela bosnya itu.
" Saya tidak akan menyerang kalian Tuan, saya akan tutup mata jika Agen CIA mencurigai kalian..." Jawabnya dengan kembali menyakinkan bos nya itu.
Zac kini tertawa dengan keras dengan kakinya terus melangkah mondar mandir di sana tepatnya di belakang punggung kedua orang itu.
" Saat ini mungkin kamu tak tahu siapa kami, tapi sampai kapan kau akan menutup mata mu dan telinga mu, aku paham betul jika mereka pasti akan menyodorkan jabatan tertinggi ketika salah satu dari kalian bisa membongkar satu masalah..." Semua orang yang di sana setuju dengan apa yang di ucapkan oleh bosnya, dia tahu betul seperti apa para kesatuan itu.
__ADS_1
" Tuan kami tahu suatu saat nanti pasti kami akan bertemu di peperangan tapi kami akan tetap menjadi lawan ketika di lapangan dan akan menjadi teman di dalam satu ruangan..." Steve kini masih berusaha untuk menyakinkan bosnya itu dia tak ingin kehilangan cintanya lagi, dia tak ingin kehilangan wanita yang ada di sampingnya.
" Kau yakin dengan ucapanmu?, bukan kah kemarin kau menjadi tak fokus gara gara Jenni menyerang mu dengan ingin menangkap ku?, apa kau lupa kau goyah waktu itu?" Zac kini menyerang perkataan kedua orang itu, apa yang mereka katakan seakan di banting oleh laki laki gondrong itu.
" Hubby-"
" Monica ajak adik ipar mu masuk..." Valarie yang mendapatkan tatapan dari suaminya kini lebih baik diam dan menurut apa yang di katakan oleh suaminya. Valarie hanya membisu ketika adik iparnya mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
" Tapi kami saling mencintai bos, kami saling takut kehilangan satu sama lain..." Steve kini berdiri menatap bosnya dengan sungguh sungguh. Tak ada kata kata bercanda di sana, semua wajah di sana menjadi tegang.
Zac menyilangkan tangan nya dan menatap keseriusan di mata asistennya itu.
" Pertanyaan ku tetap sama, tentukan siapa yang tetap bertahan di profesi dan bertahan di sini bersama cinta kalian...." Ucapnya dengan tegas dan serius. Mereka berdua sama sama diam dengan pemikiran mereka masing masing.
Bersambung dulu ya lanjutin besok 🤭 jangan lupa mampir juga di Serpihan Hati juga ya 🤭 tinggalkan like dan ramaikan kolom komentar dan jangan lupa jadikan Favorit aja dulu 🤗🤗
__ADS_1