Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terbongkar 3


__ADS_3

*Flashback On


Siang ini Aiden telah menunggu kedatangan dari temannya Abhi, dia tak menyangka bahwa teman itu ingin menanam saham di restoran yang baru dia bangun. Tapi di sisi lain dia sempat berpikir bahwa tak mungkin jika Abhi sendiri yang ingin menanamkan saham nya. Aiden kini mencoba mencari tahu siapa yang mengunakan teman nya itu.


" Kau yang bernama Lucas?" Aiden menghubungi Lucas, seseorang yang memiliki kelompok pembunuh bayaran.


" Katakan ada apa kau menghubungi ku?, jika tak ada kerjaan untuk kami sebaiknya jangan ganggu kami..." Suara berat dari seseorang sebrang telfon sana membuat Aiden sebenarnya takut mengatakan apa yang ingin dia lakukan.


" Aku memberimu pekerjaan. Aku ingin anggota mu membuntuti teman ku, dia adalah sosok police bernama Abhi, nanti aku akan kirimkan fotonya..." Aiden kini memberanikan diri mengatakan apa tujuan dia menghubungi Lucas.


" Lalu?"


" Aku hanya ingin tahu dia bertemu siapa saja dan terlibat dengan siapa saja, aku ingin kau meloporkan semua kegiatan dia sehari hari. Dari pagi sampai dia kembali kerumah."


" Baiklah aku akan mulai bergerak besok."


" Aku akan menunggu kabar dari mu..." Dan panggilan itu pun terputus begitu saja.


*Sedangkan di balik pintu seseorang telah mendengarkan pembicaraan Aiden. Orang itu hanya mengerutkan keningnya ketika mendengar pembicaraan keponakan nya itu.


" Aiden buat apa kau berurusan dengan Lucas?" Aiden kini di buat panik ketika pamannya datang yang langsung menanyakan hal itu kepada dirinya.


" Tidak.. itu Lucas teman ku paman..." Elaknya dia tak ingin hal ini di ketahui banyak orang.


" Jangan berbohong pada ku, aku mendengar semuanya. Kau sedang ingin tahu tentang Abhi bukan?, bukan kah Abhi adalah bawahan ku?" Kali ini Aiden tak bisa mengelak lagi, dia terpaksa menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang di katakan sang paman.


" Ternyata kau teman yang licik, harusnya kau percaya pada teman mu, bukan nya malah menyelidikinya..." Sindirnya.


" Paman aku percaya dengan Abhi, tapi semuanya sekarang tak masuk akal..." Jawabnya dengan cepat.

__ADS_1


" Baiklah, tapi jika kau tahu sesuatu katakan pada ku, karena aku juga tak terlalu suka dengan Abhi. Dia terlalu sombong, dan selalu menggagalkan rencana ku. Kau harus tahu semuanya pada ku, jika tidak maka aku akan katakan pada sahabat mu itu bahwa kau mencari tahu tentangnya..." Ancamnya membuat Aiden mau tak mau harus mengikuti apa yang di katakan oleh pamannya itu.


Setelah pembicaraan itu Aiden kini meninggalkan rumahnya, dia ingin sekali mengunjungi sahabatnya itu. Akhirnya dia menuju kerumah Abhi.


" Tuan Abhi sedang tak ada di rumah..." Seseorang pembantunya kini memberi tahu Aiden ketika dia berada di depan pintu rumahnya.


" Baiklah kalau begitu. Tapi aku ijin ke toilet sebentar..." Akhirnya sang pembantu mengijinkan Aiden untuk masuk ke dalam rumahnya, jika di larang pun tuan muda nya pasti akan marah jika mengetahui teman nya di larang menumpang di toilet.


Aiden yang baru saja selesai dari urusan kamar mandinya kini dengan langkah biasanya dia melewati taman rumah itu dan tak sengaja melihat Suhu cantik itu sedang melatih gerakannya di sana.


" Wanita..." Gumamnya pelan. " Siapa dia?, aku baru lihat jika di rumah ini ada wanita, apa mungkin Abhi yang membawahnya?, kekasihnya atau saudaranya?" Pikirannya kini di hantui dengan tanda tanya, karena dia tahu betul bawa sahabatnya itu tak terlalu suka dengan komitmen atau menjalin hubungan yang rumit.


" Tuan..." Sang pembantu itu mengejutkan Aiden dari lamunannya.


" Saya permisi dulu..." Aiden segera meninggalkan rumah sahabat nya itu, meskipun ada ribuan tanda tanya yang melintas di pikirannya.


Aiden yang pulang kerumah nya kini menceritakan semuanya kepada paman nya, dia mengatakan semua yang dia lihat di dalam rumah teman nya itu.


" Paman ini sama persis..." Ucapnya dengan sungguh sungguh.


" Kau yakin?, coba kau lihat lagi..." Komandan Antoni berharap bahwa keponakannya salah melihatnya.


" Aku yakin paman, dia sama persis dengan yang aku lihat di rumah Abhi..." Aiden sangat yakin dengan sketsa yang dia lihat, memang benar sketsa itu adalah wajah dari Suhu yang menjadi incaran bandar narkoba.


" Sudah ku duga Abhi melindungi bandar itu, sekarang aku tahu kenapa dia mengorbankan FBI waktu itu dan melindungi tim nya. Ternyata bandar itu adalah kekasihnya..." Komandan Antoni sebenarnya sudah mencurigai Abhi dari pertama pimpinan FBI berkata bawa tim Abhi ada di luar markas waktu penyerangan itu.


Orang orang Lucas tak menemukan apapun yang perlu di curigai, tapi waktu itu seseorang telah datang dengan mengunakan sepeda motor nya dia datang kerumah Abhi dan tanpa sepengatahuan orang itu tertangkap kamera yang sengaja di arahkan kepadanya.


" Paman tahu siapa dia?, dia datang kerumah Abhi hari ini..." Aiden menyodorkan ponselnya melihatkan foto yang di kirim oleh orang orang Lucas.

__ADS_1


Antoni terkejut ketika menyadari bahwa foto itu adalah laki laki yang pernah masuk ke dalam penjaranya. " Ini perampok yang pernah merampok di museum dan kabur dalam penjara."


" Paman yakin?, buat apa dia datang ke rumah Abhi?"


" Aku yakin ini ada kaitan nya dengan para mafia yang melindungi mereka. Katakan untuk terus memantau Abhi, aku yakin Abhi akan membawa kita kepada kelompok mereka..." Aiden mengangguk, dia tak percaya bahwa teman nya itu terlibat di kelompok mafia itu.


Pagi itu Aiden yang dengan sengaja mengikuti mobil Abhi yang akan membawa nya ke markas tempat Abhi bertemu dengan Singa. Aiden sengaja memberi tahu pamannya untuk mengatakan bahwa Abhi tengah dalam bahaya, dia di bawah oleh seseorang yang dulu pernah menjadi tahanan mereka.


Aiden yang dari jauh melihat semuanya kini semakin yakin bawa Abhi telah berkhianat pada kesatuannya. Dia yakin Abhi masuk ke dalam lingkaran itu. Setelah police datang Aiden tetap bertahan di dalam persembunyian itu, dia sedikit terkejut bawa setelah mendengar ricuh baku tembak dia melihat bahwa adik dari Abhi juga ada di sana, dia berlari dengan di gandeng suaminya, tak berselang lama dia juga melihat wanita yang ada di rumah Abhi waktu itu berlari dari pintu yang berbeda, dan masuk ke dalam mobil yang berjalan pelan dengan seseorang yang di katakan paman nya seseorang perampok. Aiden mencari sosok Abhi tapi tak ada di sana. Dia berlari masuk ke dalam markas itu dengan mata yang melotot dia tak menemukan Abhi di antara mayat mayat police itu.


" Bakar markas ini..." Orang suruhan nya kini siap membakar markas itu, api kini melambung tinggi sebelum para police dan FBI datang pun Aiden juga sudah meninggalkan tempat itu.


Abhi melihat mobil yang paling belakang tapi dia tak tahu bahwa mobil itu di kendari oleh sahabatnya karena mobilnya tak sama.


Sedangkan Police dan FBI di kejutkan dengan api yang menggulung tinggi di sana.


" Aku yakin ini ulah dari mafia itu..." Komandan Antoni kini berbicara dengan para FBI.


" Kita terlambat datang..." Ucapnya dengan penuh penyesalan.


" Para tim ku ada di dalam."


" Aku turut berduka Sir."


" Terima kasih..." Ucapnya dengan nada sedihnya. " Kalau begitu saja permisi, saya harus kabarkan hal ini kepada keluarganya..." Sambungnya.


" Silahkan Sir, saya akan urus yang di sini..." Komandan Antoni kini meninggalkan tempat tersebut, dia berjalan masuk ke dalam mobilnya dengan senyuman licik dan penuh kemenangan karena dia yakin bahwa Abhi ikut terpanggang di sana.


Sewaktu di rumah Komandan Antoni tersenyum penuh kebahagian karena bisa menyingkir Abhi, laki laki yang dia katakan sombong.

__ADS_1


" Abhi tak ada di sana paman, Abhi menghilang..." Perkataan Aiden membuat wajah senang laki laki itu langsung pucat pasi tak berdarah.


Flashback OF*


__ADS_2