
Abhi dan Monica kini sama sama gugupnya, mereka saling bertatapan dengan mereka yang sama sama terdiam. Tak ada yang mereka ucapkan sepatah kata pun dari tadi. Mereka saling menyelami pemikiran mereka masing masing, saling menyakinkan dirinya masing masing bahwa ini semua sudah benar mereka lakukan.
" Kalian siap?" Andre dan Steve yang dari tadi duduk di depan nya kini berkata dengan pelan.
" Hmm..aku siap..." Abhi yang membuka matanya, mengandeng tangan calon istrinya itu dengan erat. Seakan genggaman itu memberikan kekuatan dan keyakinan pada wanitanya itu.
" Kau siap sayang?, kau boleh mundur sebelum kita masuk ke dalam?" Bisiknya tepat di telinga wanita itu. Kini mereka berempat sudah berada di dalam kantor sipil, ingin mendaftarkan pernikahan sekaligus menikah sederhana di sana. Andre yang menjadi saksi dan wakil dari sang wanita, sedangkan Steve kini menjadi saksi dari sang laki laki.
Kini giliran mereka di panggil. Mereka masuk ke dalam dengan jantung yang tak karuan, gugup hanya itu yang mereka rasakan. Kegugupan itu membuat kedua tangan mempelai pengantin ku berkeringat dingin. Abhi dan Monica saling tersenyum dan saling membuang nafas nya yang kasar sebelum mereka yakin dengan apa yang mereka putuskan dari kemarin. Meskipun sang wanita belum siap untuk rumah tangga tapi ini harus tetap dia lakukan.
" Abhivandya Aniello Phelix, kau bersedia mengambil Monica sebagai istrimu, saling menjaga dan saling memiliki, dari sekarang sampai selama lama nya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dalam sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kalian berdua, sesuai dengan hukum Tuhan."
" Saya bersedia dengan semua sumpah sumpah suci itu..." Jawab Abhi dengan tegas.
" Monica Kau bersedia mengambil Abhivandya Aniello Phelix menjadi suami mu, dan melakukan sumpah sumpah yang tertera di atas tadi, menjalankan perintah yang dia katakan, menjadikan ucapan dia seperti larangan dan perintah untuk kau patuhi."
Monica terdiam dengan memikirkan semuanya, Abhi menatap ke arah calon istrinya itu, Andre di buat takut ketika sang adik masih terdiam seribu bahasa. Monica menatap sang kakak sebelum akhirnya dia membuka suaranya.
" Saya bersedia menerima nya dengan semua sumpah suci itu, sayakan menjadikan ucapannya sebagai perintah dan larangan seperti mana biasa nya..." Jawaban dari Monica membuat semua orang yang ada di sana tersenyum lega dan bahagia karena akhirnya mereka selesai.
__ADS_1
" Mulai sekarang kalian Sah sebagai suami istri. Sah di mata hukum dan agama kita..." Kedua pengantin itu kini saling mengangguk dengan senang. " Silahkan pasang cincin kalian..." Perkataan selanjutnya membuat kedua orang itu saling bertatapan, Abhi melupakan untuk hal seperti ini. Dia lupa bahwa dirinya tak membelikan cincin yang akan melingkar di jari manis mereka.
" Ini cincin nya, Nyonya Val yang memberikan kemarin pada ku..." Steve menyodorkan cincin untuk mereka kenakan.
Tentu saja kabar pernikahan itu membuat sang adik bahagia, bahkan dia yang heboh dari kemarin. Sebenarnya dia ingin datang tapi karena pernikahan ini di rahasiakan dulu maak tak ada yang boleh ke sana kecuali para saksi mereka.
Abhi dan Monica saling mendatangani dokumen pernikahan mereka, setelah selesai kini mereka segera pergi dari tempat itu.
Abhi dan Monica kini hati nya berbunga bunga. Meskipun tak ada pernikahan yang mewah dan sepantasnya mereka tetap bahagia.
Monica sedikit menghapus air matanya karena dirinya tak menyangka bahwa hari ini tiba. Di mana dia melakukan janji suci, di mana dia melakukan sumpah pernikahan yang suci itu, di mana dirinya kini menjadi istri dari seseorang yang dia cintai.
" Aku tak menyangka bahwa aku melawati hari ini juga. Hari yang begitu di nantikan oleh semua orang, hari di mana aku melakukan sumpah pernikahan yang begitu hikmat. Kau tahu aku dulu pernah berharap pernikahan yang indah dan megah, tapi tak apa jika aku menikah sederhana seperti ini, karena dasarnya yang kita butuhkan hanya Sah di hukum negara, dan pesta tak terlalu penting bagi kita..." Monica menelan rasa kekecewaan itu, tapi dirinya sadar bahwa pesta tak terlalu penting untuk saat ini.
" Maafkan aku..." Andre langsung berucap bersalah, dia menghancurkan impian pernikahan sang adik yang harusnya berjalan sesuai yang dia inginkan.
" Setelah semua nya aman, kita akan membuat pesta seperti yang kau inginkan..." Timpal Abhi yang duduk di sebelahnya, Monica mengangguk pelan dengan senyuman.
Wanita mana yang tak ingin merayakan pernikahan yang dia impikan, pesta yang megah dan semua orang tahu bahwa mereka saling memiliki tapi nyatanya pernikahan ini harus tersembunyi dahulu. Monica dan Abhi saling bergandengan tangan dengan erat, menyandarkan kepalanya pada lengan suami nya itu.
__ADS_1
Monica terasa geli jika dirinya ingat bahwa laki laki yang ada di sebelahnya itu kini menjadi istrinya, menjadi pendamping hidup nya untuk selama lama nya. Meskipun pernikahan sederhana tapi mereka ingin pernikahan itu hanya maut yang memisahkan seperti sumpah mereka yang terucap tadi.
Kini mobil itu menembus jalanan yang begitu longgar, mereka menuju sebuah markas nya untuk mengumumkan pernikahan itu lancar. Kini mereka tiba di depan markas dan mereka segera turun dan di sambut oleh orang orang nya yang menunggu dari tadi. Mereka juga sama sama cemas dengan kabar itu.
" Pernikahannya sukses kawan, sekarang Abhi dan Suhu resmi menikah..." Andre yang berucap dengan tersenyum kini di sambut sorak bahagia dari mereka semua.
Ucapan selamat dan tawa bahagia dari mereka semua terus berdatangan, doa yang baik baik kini mereka panjatkan untuk kedua mempelai pengantin itu. Abhi dan Monica kini saling tersenyum bahagia melihat kebahagian dari mereka semua, mungkin semalam adalah hal terberat yang mereka lalui, tapi sekarang tawa nya mereka membuat semua orang tahu ada kelegaan serta kebahagian di sana.
" Terima kasih semua nya..." Ucap Abhi dengan tersenyum bahagia.
" Terima kasih kawan..." Timpal Monica juga.
" Kita harap akan segera lahir malaikat kecil di sini..." Timpal salah satu dari mereka dan mereka semua mengangguk setuju dengan ucapan dari temannya itu.
" Kalian akan menjaga nya jika aku melahirkan malaikat?" Jawab Monica dengan tertawa.
" Tentu saja, dia anak kami semua. Tentu kami akan menjaga nya..." Jawabnya mereka yang membuat Suhu cantik tangguh itu untuk pertama kali nya harus menahan rasa malu karena ucapan dari salah satu dari mereka.
" Kalian sebaiknya segera masuk kamar dan jangan tunda lagi..." Timpal beberapa orang yang membuat Andre dan Steve hanya geleng geleng tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
__ADS_1
" Kau ini..." Suhu yang ingin memukul orang itu tak jadi dan sedikit terkejut ketika tubuhnya di gendong oleh Abhi.