Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Ketakutan 2


__ADS_3

Wanita itu langsung lemas ketika mendengar apa yang di katakan oleh laki laki itu, kaki nya sulit sekali untuk berjalan dari tempat sana. Dia tak mampu untuk lari keluar dari ruangan panas itu. Ruangan yang dingin tadi seakan menjadi panas seketika. Ucapan dan ancaman tadi seakan memenuhi otaknya. Dia membuang nafasnya pelan pelan membuat semuanya kembali normal dan menetralkan semuanya.


Steve yang kembali duduk hanya melirik wanita itu dari ekor matanya, Steve hanya tersenyum kecut mengetahui wanita itu sulit mengendalikan jantungnya itu. Steve juga merasakan getaran aneh tapi dia terlalu pandai untuk menyembunyikan nya. Dia tak ingin terperangkap oleh cinta nya, dia tak akan mencintai seseorang dari penyusup yang ingin melukai bos nya, dia tak mungkin mencintai wanita yang ingin menghancurkan kedamaian yang dia dan teman teman nya bangun.


Jennifer kembali berjalan menuju sofa nya meskipun raut wajahnya tak bisa berbohong bahwa dirinya merasakan kecemasan serta ketakutan yang mendalam tapi dirinya kini kembali memeriksa data data yang ada di depannya itu. Mata Jennifer bahkan tak berani untuk menatap laki laki yang ada di depannya itu. Dia terlalu takut bahwa laki laki itu bisa membaca aura matanya.


Dua jam mereka menganalisis semua data dat itu, tapi tak cukup menemukan hasil akhirnya. Meskipun Jennifer di pertengahan sudah menemukan keganjalan tapi dia belum pernah menemukan akhirnya.


" Kau tak lapar?" Steve kini membuka suaranya ketika melihat jam sudah waktunya untuk makan siang bagi mereka.


" Tidak..." Jawabnya dengan singkat bahkan matanya masih tetap berada di sana.


" Tapi ini sudah waktunya makan siang. Ayo berdiri kita makan siang dulu..." Steve dengan cepat berdiri tapi tak membuat wanita itu mengikuti nya.


" Kau pergi saja untuk makan, aku tak lapar Aku nanti saja..." Lagi lagi Jennifer menolak untuk makan siang, dia tak ingin berada di dekat laki laki itu dan dia mulai sekarang ingin memasang tameng untuk hatinya.


" Cepat berdiri karena aku tak ingin kau mati di sini karena tak aku beri makan..." Katanya dengan sinis.


" Tidak, aku tidak lapar. Kau berangkat saja sendiri aku akan menunggu mu di sini saja..." Steve tersenyum miring ketika sadar bahwa wanita itu mulai memasang tameng sejak percakapan terakhirnya.


Steve merampas paksa dokumen itu dari hadapan Jennifer yang membuat Jennifer memejamkan mata nya sebentar yang kemudian dia menatap laki laki tegap yang Sudah berdiri itu.


" Kau makan dengan ku berjalan sendiri atau aku gendong dari sini sampai keluar..." Ancamnya.


" Aku tak lapar Tuan Steve jangan memaksa. Jika aku lapar aku bisa makan di kantin sini..." Jennifer kali ini menantang laki laki itu, dia tak bisa untuk tak melawan kali ini. Hatinya sedang patah sebelum dia berjuang dan laki laki itu yang mematahkan. Jadi dia melawan nya untuk menjadikan tameng untuk hatinya.


" Kau harus makan karena aku tak mau membunuh wanita yang kurus seperti mu."

__ADS_1


Jennifer tak habis pikir dengan laki laki yang ada di depan nya itu. Dia memaksa. Tadi dia mengancam, di saat dirinya memasang tameng untuk dirinya seakan laki laki ini mendekati dirinya.


" Kau sungguh ingin aku gendong rupanya..." Steve yang melangkah kini tak terhenti ketika melihat wanita itu berdiri dengan tatapan tajamnya.


" Aku bisa jalan sendiri..." Jennifer langsung meninggalkan laki laki itu yang tersenyum tipis di sana.


Kini Steve mengikuti langkah wanita itu, langkah yang terkesan terburu buru itu meninggalkan Steve yang mengikutinya tapi sayangnya Steve selalu bisa menjajari langkaj wanita itu dengan muda.



Kini mereka sudah ada di dalam mobil nya, mereka duduk di sana dengan pemikiran mereka masing masing. Steve masih penasaran dengan siapa wanita itu, sedangkan Jennifer patah hati karena ucapan dan ancaman yang di katakan oleh laki laki yang ada di samping nya itu.


" Halo bos..." Suara Steve yang berkata membuat Jennifer melihat ke arahnya dengan sekilas. Dia yakin bahwa bos nya yang menghubunginya.


" Saya sedang perjalanan makan siang..." Katanya lagi.


" Baik bos sebelum satu minggu kami akan selesaikan dan segera terbang ke sana bersama Jennifer..." Perkataan nya membuat Jennifer melihat ke arahnya.


Jennifer menatap laki laki itu ketika panggilan itu pun sudah berakhir. Steve hanya pura pura bodoh dengan apa yang di katakan oleh dirinya barusan.


" Kemana kita akan pergi?"


" Negara A..." Jawabnya dengan sederhana.


" Kita berdua?, buat apa?" Tanyanya dengan menatap laki laki itu.


" Di sana ada perusahan bos sebelum nama itu berganti menjadi nama bos, bos ingin kau menganalisis data data perusahan itu agar tak ada kecurangan di kemudian hari."

__ADS_1


" Sebenarnya di mana saja perusahan bos mu?, seperti nya pasar perusahan di menangkan bos mu karena perusahan nya ada di mana mana..." Tanyanya dengan sedikit memancing laki lali asisten itu.


" Jangan suka memancing obrolan yang taj harus kau tanyakan. Kau akan terjebak di dalam nya nona..." Lagi lagi Steve tak mau menjawabnya dia bisa menebak dengan tepat apa yang ingin di tanyakan oleh wanita itu.


" Aku bertanya tapi kau menuduh ku yang tidak tidak..." Jennifer harus menelan kepahitan ketika rencana nya lagi lagi di ketahui oleh asisten itu.


Sialan harusnya aku lebih hati hati sekarang. Batin nya dengan menatap ke luar jendela.


Sedangkan Steve kembali dengan ponsel nya dia juga mengirimkan pesan pada Albert bahwa dirinya kembali ke perusahan dan data data itu akan dia bawah agar lebih leluasa menganalisis data data itu.


Perjalanan menuju restoran yang di tuju cukup memakan waktu, di tambah jalanan siang hari ini begitu padat karena besok adalah hari libur jadi jalanan sulit di tembus ataupun begitu ramai.


Lampu merah mereka berhenti di sana, Jennifer menatap keluar jendela ketika melihat seseorang yang ada di sebelah nya membuat dirinya menatap tak percaya. Dia melihat sepeda motor serta orang yang pernah menghajarnya itu.


" Kau lihat wanita itu..."Steve yang mendengar ucapan dari Jennifer langsung melihat kearah jemari yang dia tunjuk.


" Ada apa?, kau cemburu?" Tanyanya.


" Dia wanita yang menghajar ku dan membanting ku waktu itu. Sekarang lihatlah dia malah bersama kekasihnya bersikap mesra, Cih padahal wanita itu tak ada baik baik nya..." Ucapnya dengan nada kesal. Wanita bar bar seperti itu bisa mendapatkan kekasih hati nya.


" Kau cemburu dia memiliki kekasih?"


" Tentu saja tidak..." Katanya dengan cepat ketika mobil itu kembali berjalan karena lampu sudah berubah menjadi hijau.


Kini mereka masing masing terdiam kembali dengan pemikiran mereka masing masing.


" Tuan Steve seperti nya kita di ikuti dari tadi..." Sebuah perkataan dari sang supir membuat kedua orang yang duduk di belakangnya langsung menoleh kearah belakang.

__ADS_1


__ADS_2