Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Bertemu 1


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain Jennifer yang sedang menahan amarahnya tak bisa di tahan lagi, dia berdiri dari duduknya. Dengan wajah yang memerah dia berjalan keluar dari apartemen nya itu. Dia menekan nomer seseorang, menghubunginya dengan segera.


" Aku ingin bertemu, anda di mana?" Suaranya sudah tak bisa di tahan untuk tidak meninggikan nya.


" Aku ada di rumah, datanglah..." Jawabnya dengan santai.


Jennifer kini dengan cepat melajukan kendaraan nya, dia menembus jalanan yang tak terlalu padat kendaraan. Rasa marahnya kini menggebu-gebu dia sudah tak bisa menahannya lagi.


Sedangkan di tempat lain semua orang siap dengan senjata nya masing masing ketika ada sebuah kendaraan yang masuk ke dalam halaman markas tersebut. Andre serta Steve kini juga tengah menatap mobil itu dari kejauhan.


Semua anggota yang ada di sana menunduk ketika tahu siapa yang turun dari mobil nya itu.


" Selamat datang bos..." Sapa salah satu dari mereka yang langsung menyambut mereka datang.


" Di mana kakak ku?" Val yang tak bisa menahan rasa nya kepengen ketemu dengan kedua mempelai pengantin ku, langsung bertanya ketika dirinya sudah turun dari mobilnya.


" Nyonya, Suhu dan Abhi sedang istirahat di dalam kamarnya..." Val hanya mengangguk mengerti, meskipun dirinya harus menahan kecewa karena dirinya tak bisa bertemu dengan kakak dan kakak iparnya itu.


" Sayang mereka sedang istirahat..." Bisiknya tepat di telinga istrinya. " kau tahu bukan mereka sedang istirahat?" Sambungnya dengan berbisik menekan kata katanya.


Val kini sedikit tersenyum ketika dia baru sadar yang di maksud adalah istirahat kedua mempelai pengantin itu.


" Kita pulang saja..." Val langsung berubah pikiran.


" Pulang?" Zac mengerutkan kening nya ketika mendengar bahwa istri nya menginginkan mereka pulang.


" Selamat datang bos..." Steve dan Andre kini menghampiri kedua bos nya yang sedang berdiri di depan pintu dan tak melangkah masuk ke dalam markas mereka.


" Di mana Suhu dan Abhi?, apa mereka baru saja istirahat?" Zac langsung bertanya dengan segera, kali ini dia yang membuka suaranya karena dirinya tahu bahwa istri nya sedang tak ingin membuka suaranya lagi.

__ADS_1


" Aku akan memanggil nya jika Nyonya ingin bertemu dengan Abhi..." Andre yang berucap langsung membuat senyuman dari istri bos nya itu.


" Boleh..." Suaranya semangat dari Val dan Andre langsung melangkah menuju ke arah kamar pengantin itu dengan cepat.


Sedangkan Jennifer kini menatap bos nya dengan kilatan kemarahan yang tak bisa di tahan lagi, sedangkan bos nya yang biasa di panggil Mr.X kini hanya duduk bersandar dengan santainya.


" Jika kau tetap masih mengikuti ku dan mengacak acak apartemen ku, ku pastikan kau tak akan mendapatkan apa yang kau cari..." Ancam Jennifer dengan cepat.


" Aku hanya mengikuti mu, tak tak mengacak acak apartemen mu..." Jawabnya dengan santai.


" Omong kosong. Kau pikir aku tak tahu bahwa kau sengaja mengirim orang orang untuk datang ke apartemen ku dan mencari sesuatu yang kau cari?"


Bos nya itu hanya menaikan alis nya dengan bingung.


" Aku tak melakukan nya..." Bantahnya lagi.


" Terserah, meskipun kau tak mengakui nya tapi aku yakin kau yang menyuruh mereka. Sekali lagi kau melakukan seperti ini kau tak akan mendapatkan apa yang kau mau..." Jennifer langsung berdiri dan melangkah keluar dari ruangan nya.


" Bos saya sudah datang ke apartemen nya..." Seseorang ada yang melapor kepada laki laki yang berdiri di ruangannya.


" Kalian menemukan apa yang aku katakan?"


" Tidak bos, kami tak menemukan apapun di sana. Semuanya kosong, tak ada satu pun yang bisa kami ambil..." Jawab laki laki yang masuk ke dalam ruangan yang berdiri di ruangan nya.


" Dia belum menemukan misi nya..." laki laki itu hanya mengangguk pelan.


" Tapi bos, wanita itu menembak rekan ku di kaki nya..." Laki laki itu hanya mengangguk mengerti sekarang, dia hanya tersenyum tipis di ujung bibirnya itu.


" Nanti malam lanjutkan apa yang aku katakan..." Orang itu mengangguk mengerti dan dia langsung pergi dari tempat sana.

__ADS_1


Sedangkan di markas besar itu, Val dari tadi hanya tersenyum ketika melihat kedua pengantin itu hanya menunduk dengan rasa malu nya


" Apa cincin nya tidak besar?, maaf aku tidak tahu ukuran jari kalian..." Val akhirnya membuka suaranya ketika melihat sang kakak dan kakak iparnya hanya menunduk rasa malu.


" Ini cukup di jemari kita Val..." Abhi menjawabnya dengan tersenyum.


" Selamat atas kehamilan mu Nyonya..." Suhu cantik itu kini menjadi canggung dia tak tahu harus bagaimana menghadapi adik iparnya, dia juga tak tahu harus seperti apa bicara dengan adik iparnya itu.


" Adik, kau bisa memanggil ku adik. Jangan memanggil ku Nyonya, astaga kau kaku sekali..." Val hanya menahan senyumnya ketika mendengar kakak iparnya bingung harus berkata seperti apa kepada nya.


" Sayang ayo pulang dulu atau kau mau istirahat di sini?" Zac yang dari tadi hanya diam kini membuka suaranya.


" Di sini juga boleh..." Zac hanya mengelus rambutnya dengan pelan.


" Baiklah ayo kita ke kamar."


" Baiklah kakak nanti kita lanjutkan lagi mengobrol nya, aku harus ke kamar dulu untuk istirahat..." Kedua orang yang duduk di sana kini mengangguk.


Zac dan Val kini melangkah menuju ke kamar mereka meninggalkan semua orang yang ada di sana, sedangkan Abhi menatap kepergian adiknya dengan lega, Suhu itu juga lega karena tak harus berhadapan dengan adik iparnya itu.


" Aku tak menyangka bahwa aku memiliki adik ipar ketua mafia ku sendiri. Astaga ini sungguh konyol..." Suhu itu menepuk jidatnya sendiri, dia tak menyangka bahwa adik iparnya adalah ketua mafia dari kelompoknya sendiri.


" Seperti nya kau harus memanggil adik ipar kepada Singa kita..." Andre kini menggoda kepada Suhu yang terlihat begitu bingung.


" Kau juga harus memanggil nya adik ipar, bukan kah kau kakak ku. Berarti dia ipar mu juga. Jangan pura pura bodoh..." Suhu cantik itu juga tak ingin dia saja yang bingung, dia harus menyeret sang kakak Andre yang menggoda nya itu.


Sedangkan Andre juga bari sadar bahwa dirinya juga memiliki ikatan ipar dengan Singa itu. Dirinya langsung terdiam ketika dirinya sadar apa yang dikatakan oleh adiknya itu benar.


" Ipar?" Andre mengulangi kata katanya dengan menyandarkan punggung nya itu. " kau benar, dia juga ipar ku. Astaga..." Andre juga mengusap wajahnya dengan kasar dia juga bingung harus seperti apa sekarang kepada Singa itu.

__ADS_1


" Tak ada kata kata keluarga di sini..." Steve yang dari arah belakang kini berucap dengan melangkah menuju kearah mereka yang duduk di sana.


__ADS_2