
" Ungkapan kau mencintai ku hanya omong kosong, dan kau tetap memilih teman yang buruk untuk mu, dia tak baik untuk mu David. Kenapa kau bodoh sekali jadi pimpinan, kau tak pantas menjadi pimpinan di CIA lagi, ku pastikan ini akan di dengar oleh komandan..." Jenni kini menekan kata katanya seakan semuanya sia sia, dia rela berkorban demi semuanya tapi sayangnya laki laki itu tak peduli.
" Cinta?" David kini tertawa keras di sana, seakan apa yang di dengar olehnya merasa geli dan menggelitik perutnya.
" Kau dengar baik baik baik Jennifer, aku tak mencintai mu, aku mencintai Marco..." Ungkapan itu membuat semua orang yang ada di sana kini terkejut bukan main. " Aku tahu Marco tak mencintai ku, tapi aku tak peduli, aku berusaha menyukai wanita tapi nyatanya aku tak bisa, apa kau pikir aku hanya akan membela Marco seperti ini jika aku tak memiliki sesuatu yang aku harapkan?, kau pikir aku mengincar hartanya dari bos mu itu, tidak sayang, karena aku ingin Marco tahu bawah aku bisa melakukan apapun dengan cinta ku kepadanya..." Sebuah fakta yang terungkap membuat semua orang yang di sana terkejut, tetapi Marco sama sekali tak terkejut, dia hanya tersenyum mendengar apa yang di ungkapkan oleh laki laki yang berdiri di sampingnya itu.
" Kau hanya aku jadikan tameng agar semua orang tak mengetahui tentang kelainan ku seperti ini. Tadi kau menawarkan sebuah pernikahan dan aku sempat goyah tapi sayangnya rasa cinta ku pada Marco lebih besar di banding aku ingin membangun sebuah pernikahan dengan mu..." Ketiga tawanan itu masih terdiam, terutama Jenni dia masih mencerna setiap kata yang di ucapkan oleh laki laki itu, dia masih terkejut ketika sebuah fakta yang tak pernah dia pikirkan kini di suguhkan di depan nya.
" Jadi selama ini kau Gay?"
" Kau tak akan mengira bukan bahwa aku hanya menjadikan kau tameng agar di seluruh kesatuan tak ada yang tahu bahwa aku seorang Gay. Jika komandan mengetahui nya makan aku akan di keluarkan dari sana."
" Pantas saja kau membela laki laki itu seperti ini, ternyata kau menyimpan rahasia. Tak ku sangka kau memiliki rahasia yang apik kau simpan, untungnya kita tak jadi menikah. Sekarang aku malah sangat bersemangat untuk membongkar siapa dirimu di depan kesatuan..." Jenni kini yang sudah kembali dari rasa terkejutnya kini segera menatap laki laki itu dengan dingin.
__ADS_1
" Aku tak peduli kau seorang Gay atau tidak, aku tak peduli dengan ini semua, yang harus kau tahu adalah kau adalah pimpinan ku, harusnya kau menjadi pelindung ku bukan malah menjadi kan ku tawanan mu. Kami selalu bangga dengan semua kinerja mu yang selalu tepat sasaran. Tapi sekarang karena sebuah cinta yang tak terbalaskan kau ingin merusak semuanya itu. Marco hanya memanfaatkan mu dia tak mencintai mu, aku yakin itu..." Jenni kini malah merasa iba kepada pimpinan nya itu dua tahu bawah David hanya di manfaatkan oleh Marco saat ini.
Kini Jenni tahu kenapa David sangat membela Marco, bahkan sangat melindunginya, bahkan dia membela dengan nyawanya dan mengorbankan jabatannya ysng dulu dia raih dengan susah payah. Jabatan nya sekarang tak mungkin dia dapatkan tidak dengan kerja keras. Tapi hanya karena sebuah cinta dia merelakan semuanya, cinta yang tak mungkin dia dapatkan.
" Aku meninggalkan cinta ku demi ingin tetap bersama dengan Tim ku, aku menyimpan luka ini karena aku ingin bertahan di kesatuan, aku menyampingkan rasa cinta, mengorbankan semua nya hanya untuk tim ku dan aku menelan kepahitan setiap hari hanya untuk Tim kita David, apa hanya kau yang merasakan sakit ketika kehilangan cinta?, aku juga merasakannya saat ini. Tapi lihatlah aku tetap setia dengan keputusan ku bersama Tim ku..." Ucapnya dengan kembali menyakinkan laki laki pimpinan nya itu, dia tak ingin pimpinan nya malah merusak karier nya begitu saja hanya demi sebuah cinta yang tak terbalas.
" Dia tak mencintai mu, dia hanya memanfaatkan mu-"
Bug!! kepala Monica kini dihantamkan ke wajah Marco ketika pisau itu di ajukan ke arah Jenni, Marco kini langsung mundur dengan menyentuh hidungnya yang terasa panas, Monica dengan cepat melepaskan dirinya dan dengan segera menendang wajah Marco hingga membuat laki laki itu terpental dengan lagi lagi punggungnya menatap pohon besar yang ada di sana. Sedangkan Abhi dan Jenni dengan segera memberontak dengan kuat hingga orang orang yang mencekalnya juga kembali terjatuh. Mereka tak memiliki tenaga yang banyak karena pukulan ketiga orang itu mampu membuat tulang tulang nya patah.
Abhi kini menghampiri Marco, mencengkram bajunya, menyeretnya untuk bangun. Darah keluar dari hidungnya tak membuat Abhi untuk tak meluapkan emosinya, dia kini tetap membabi buta menghajarnya. Sedangkan David yang ingin menghampiri Marco kini di halangi oleh Jennifer, mata mereka bertatapan dengan tatapan datarnya.
" Kau tak ku biarkan menghalangi Abhi membunuh Marco..." Ucap Jenni dengan berdiri di depan Marco.
__ADS_1
Semua yang di katakan oleh Jennifer tadi seakan tak ada yang masuk ke dalam pikirannya, yang David pikirkan hanya dia ingin melindungi laki laki yang dia cintai, bukan jabatannya atau masa depannya nanti.
David hanya bisa menatapnya ke depan ketika Jenni masih berdiri di sana dengan tegap bahkan siap melawannya lagi. Monica hanya diam menyaksikan laki laki itu kini menjadi bola yang di hajar habis habisan oleh suaminya, bahkan Abhi yang membanting tubuh Marco dan mengambilnya lagi lalu membantingnya lagi ke tanah dan kadang ke pohon besar. Kini Abhi menjambak rambut itu seperti dia tadi menjambak rambut istrinya, dia menjambak dengan keras dan menghantamkan kepala Marco ke pohon itu, dua kali hal itu di lakukan oleh Abhi hingga membuat kening itu segera keluar darah yang merembes deras.
Rasa sakit pada kepalanya membuat Marco kini benar benar tak berdaya tubuhnya lemas, kepalanya sakit. Tapi Abhi tak peduli dengan ini semua, dia tetap menghajar Marco menjadikan dia seperti bola yang di tendang berulang kali membuat Marco benar benar meringkuk kesakitan.
" Dia tak mencintai mu David, dia hanya Memanfaatkan mu buka mata mu..." Jenni kini masih berusaha untuk menyakinkan pimpinannya itu. " Kau susah payah berada di jabatan ini dan aku tahu seperti apa susahnya dulu..." Sambungnya lagi, tapi David hanya diam tak mengatakan apapun.
" Kau ingat orang tua mu bangga dan kami sebagai anggota mu juga masih bangga..." Ucapan dari Jenni membuat hati laki laki itu terenyuh seketika.
Aahhh... bug!! bug!!! teriakan Abhi yang keras di barengi oleh kepala Marco yang lagi lagi dihantamkan di pohon dengan keras membuat Marco sungguh meringsut ke tanah tak berdaya. Abhi kini menjauh memundurkan langkahnya dan segera di peluk oleh sang istrinya, tubuh Abhi juga begitu lemas. Mereka saling berpelukan dengan kemenangan ketika melihat Marco tak berdaya.
Dor!! dor!!! dor!!! suara tembakan yang memberondong membuat tubuh Abhi kini benar benar meringsut di dalam pelukan istrinya. Semua orang terkejut ketika mendengar suara tembakan dan melihat Abhi meringsut ke tanah dengan Monica yang berteriak histeris itu.
__ADS_1