Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Siapa Laki Laki Ini 7


__ADS_3

Kedua pemuda yang saat ini menahan emosinya dan menahan rasa sakitnya saat ini terkejut bukan main, matanya kini melotot kembali. Kejutan apalagi yang sekarang di sajikan oleh orang orang ini seakan belum selesai.


Putra mana yang tak terkejut ketika melihat Ayahnya datang dengan puluhan orang yang berbadan tegap di belakangnya bahkan mereka saat ini mengelilingi mereka menjadikan mereka ada di tengah tengah lingkaran mereka.


Bryan dan William menelan ludahnya dengan kasar ketika menatap satu persatu dari mereka tapi mereka kini malah menunduk ketika Bryan dan William menatapnya.


Orang orang itu juga dengan cepat membereskan keempat orang yang terkapar di lantai dengan tak sadarkan dirinya. Abhi yang juga berdiri di sana juga melangkah dengan cepat menuju ke arah orang yang berdiri di belakang keponakannya.


" Sayang kau tak apa?" Tanyanya dengan menyentuh pipinya.


" Tak apa! mereka masih harus banyak belajar dan melatih kaki nya. Mereka terlalu lemah dan tak bisa mengontrol emosinya..." Jawabnya.


" Jika dia bukan wanita maka dapat ku pastikan kami akan menghajar nya..." Jawabnya William.


Orang yang bertopeng tadi adalah Monica Suhu cantik yang masih kelihatan cantik di depan semua orang. Monica yang secara tidak langsung tadi melihat gerakan gerakan mereka yang selama ini meraka ajari.


Kedua pemuda itu nyatanya masih kalah dengan Suhu cantik yang menjadi Suhu nya di setiap hari minggu. Kedua pemuda itu masih dengan muda di banting di lantai oleh wanita itu.


" Daddy ini ada apa?, jelaskan kepada kami?" Bryan sudah tak bisa menunggu terlalu lama lagi. Dia yang dari tadi sudah penasaran kini segera bertanya kepada Daddy nya yang hanya menatapnya.


" Daddy kenapa hanya diam? ini ada apa, siapa mereka semua? kenapa Bibi Maria malah menyerang kami?" Timpal William yang juga penasaran.


" Ayo kita masuk dulu, nanti kami akan jelaskan semuanya kepada kalian..." Ajaknya dengan membantu putranya berjalan.


Bryan yang juga di bantu berjalan oleh Daddy Zac kini melirik Daddy nya dengan tatapan sengitnya. Dia tak mengerti apa yang ada di pikiran Daddy nya.


*Siapa kamu sebenarnya Dad, kenapa kau sangat misterius. Lalu siapa mereka sebenarnya? Batin Bryan dengan melirik ke arah Daddy nya yang membantunya berjalan di samping nya.


Siapa kamu sebenarnya Dad, kenapa kau banyak teka teki dengan kami. Batin William yang juga berjalan di sampingnya*.

__ADS_1


Sedangkan mereka yang masuk ke dalam markas tak luput Maria dengan cepat mengambil obat merah untuk mengobati luka luka yang ada di wajah kedua keponakan nya itu.



" Bi jika mereka mengatakan kepada Mom nya maka habislah aku di hajar oleh kedua wanita itu..." Bisiknya Monica kepada suaminya.


" Tak akan Sayang!" Jawabnya dengan berbisik.


Kedua anak muda itu kembali di beri kejutan, semakin mereka masuk kini semakin membuat mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Suara Singa yang begitu terdengar kerasa kini semakin membuat kedua orang itu di penuh dengan tanda tanya besar. Bahkan di dalam mereka di sambut oleh orang orang yang juga tak kalah banyak dari orang yang ada di belakangnya.


Siapa sebenarnya laki laki yang berstatus Daddy ku ini. Batin Bryan dan William yang hampir sama itu.


Bryan dan William kini duduk di kursi panjang dengan menatap kedua Daddy nya yang mengambil obat merah untuk mengobati luka nya.


Prank!! Bryan kali ini sudah tak ingin menahan rasanya yang dari tadi di penuhi tanda tanya di hati dan pikirannya. Zac sang Daddy terdiam ketika melihat putranya seperti itu. Dia tau seperti apa putranya dia pasti akan sangat marah.


Semua orang yang ada di sana sudah ketar ketir ketika mendengar nada tinggi dari putra bosnya. Dan mungkin ini adalah orang pertama yang melempar obat obatan yang ada di tangan bosnya. Selama ini tak akan ada yang berani melakukan hal ini kepada bosnya.


Tatapan Zac datar bahkan dia tak mengatakan apapun hanya mata mereka yang beradu pandang dengan tatapan sengitnya.


" Obati dulu luka mu!" Ucapnya dengan dingin.


Bryan berdiri dia menatap ke arah Daddy nya dengan menantang, watak keras yang di milik oleh Bryan tak jauh dari watak dari Daddy nya. Zac yang tenang tapi menyimpan taring yang akan siap menerkam mu kapan saja.


" Apa aku di sini hanya untuk mengobati luka Dad?, aku dan William hampir mati bahkan tak hanya luka yang ada di wajah ku yang sakit, tapi punggung kami hampir patah karena dorongan dan bantingan yang kami dapatkan. Dan sekarang Daddy hanya ingin mengobati kami tanpa ingin menjelaskan ini semua?" Senyum sinisnya dari Bryan hanya di balas helaan panjang dari Zac sang Ayah.



" Apa kalian memang ingin membunuh kami? atau kalian memang ingin menjebak kami?" Sambungnya dengan bernada tinggi.

__ADS_1


" Apa motif kalian sebenarnya?, kenapa kalian menyerang kami dan menghajar kami seperti seorang musuh?, Dad jelaskan kepada kami!" Timpal William yang dari tadi diam dia juga akhirnya berbicara ketika melihat sepupunya melawan Daddy nya.


Tak ada yang menjawab bahkan mereka semua terdiam seribu bahasa. Orang yang sebanyak itu kini menunduk ketakutan ketika keempat orang itu hanya diam tak mengatakan apapun.


" Dad jawab kenapa kalian diam?"


" Atau kalian memang tak memiliki jawaban dari semua pertanyaan kami?"



" Kami membutuhkan jawaban kalian berdua kenapa kalian malah hanya diam..." Desak dari William.


" Jika kalian menginginkan nyawa kami maka kalian bisa katakan kepada kami dengan terus terang, maka kami akan memberikan nyawa kami dengan senang hati. Tapi jangan memberi kami teka teki seperti ini..." Ujarnya dengan pelan.


" Kami siap mati untuk kalian berdua, jika kalian ingin kami mati maka kami akan siap memberikan nyawa kami. Kami siap mati untuk kalian berdua, bahkan nyawa pun akan kami berikan Dad..." Sambung nya Bryan dengan nada sedihnya.


Dia yang tadi meledak marah kali ini tak bisa untuk tidak luluh jika memang Daddy nya menginginkan nyawa nya. Dia siap mati untuk keluarganya dia siap mati jika mereka meminta nyawanya.


" Dad kalian masih tak ingin menjawab kami?"


" Mereka tak akan bisa menjawab pertanyaan kita Will, bahkan mereka tak bisa menjawab motif apa yang ada di kepalanya saat ini."


" Maka jangan salahkan kami jika kami bertanya kepada Mommy kita. Mungkin Mommy memiliki jawaban atas semua ini."


William kini yang berjalan menuju ke arah Bryan membantunya kembali berjalan dengan tertatih. Semua orang yang melihatnya kini hanya saling berpandangan ketika kedua orang laki laki itu berjalan.


" Kami adalah sekelompok Mafia yang paling di takuti di Italia..." Sebuah pengakuan yang secara tiba tiba membuat kedua orang yang berjalan tadi kini langsung menghentikan langkahnya.


Dua bab saja dulu ya mak 🤭 besok sambung lagi 😁 saudara yang satunya baru datang jadi kumpul lagi 😁 jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen dan vote hadiah juga sudah masuk hari senin kemarin 🤗

__ADS_1


__ADS_2