Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 39


__ADS_3

Semua yang hadir di persidangan kini tertegun ketika sebuah saksi yang di bawah oleh mereka adalah orang yang di kenal, saksi yang membuat mereka kini terdiam dengan pemikiran tak menyangka. Sedangkan Peter malah diam seribu bahasa, matanya kini melotot tak percaya bahwa saksi itu malah orang dekatnya.


Violet hanya diam dengan tak menyangka bahwa saksi itu juga adalah orang yang dia kenal, seorang laki laki yang harusnya ada di dalam Tim nya kini malah ada di sana berdiri di sana menjadi saksi di mana orang itu melawan klien nya.


Orang yang tadi mengatakan ada persidangan lain yang juga dia urus kini malah berdiri di sana menjadi saksi mereka, saksi yang akan menghancurkan Peter. Semua orang sungguh terkejut ketika orang itu tak berani menatapnya.


" Bagaimana mungkin ini bisa terjadi..." Gumamnya dengan pelan. Peter tau ini pasti akan menyerang tapi dia tak habis pikir bagaimana bisa ini semua terjadi.


" Bukankah dia Tim pengacara dari pembela?, kenapa sekarang malah di situ menjadi saksi kalian?" Hakim kini langsung bertanya karena ini adalah sebuah kejutan yang tak terduga dari kubu penuntut umum.


" Yang Mulia maafkan saya, saya memang pengacara dari mereka tapi saya menemukan keganjalan dan saya tidak bisa mundur dari membela mereka karena Tuan Peter mengancam saya..." Orang itu kini malah membuka semuanya.


" Kau pengkhianat bagaimana bisa kau sekarang membela mereka Ha, apa kau lupa bahwa aku yang memberi mu ini semua, sekarang kau malah berdiri dengan mereka, dasar brengse* aku akan membunuh mu..." Peter kini mengamuk dengan bicara suara tinggi, dia tak menyangka orang yang ada di sana adalah orang melupakan semua jasa jasa nya.


" Tenangkan dirimu Tuan Peter, jika anda mengamuk lagi seperti ini saya akan langsung memenjarakan anda dengan tuduhan mengancam saksi..." Peter kini langsung terdiam ketika mendengar apa yang di katakan oleh hakim ketua.


" Tuan Hans bagaimana mungkin anda di sana sebagai saksi mereka?" Kini Violet yang bertanya dia tak menyangka bahwa ketua Tik dari pembela malah membela lawannya.


" Hakim saya akan mengatakan semuanya, saya bersumpah di atas kitab suci saya akan berbicara jujur dan tak akan ada yang saya tutupi..." Hans kini dengan cepat memberikan sumpah di atas kitab suci yang di letakan di depannya.


" Tuan Hans terima kasih sudah bersedia menjadi saksi di sini, dan terima kasih karena anda membela kami yang benar..." Penuntut umum tersenyum, harusnya yang sekarang masuk bukanlah dia tetapi orang lain.

__ADS_1


Tapi sepertinya Tuan Zac ingin memberikan kejutan di awal persidangan hingga mengeluarkan dia.


Flashback


" Kau yakin akan menang melawan kami?" Albert yang berpapasan di dalam toilet kini tanpa melihat kearahnya langsung bicara.


" Tuan Albert sebenarnya saya tak mampu melawan anda?, tapi saya bisa apa lagi. Tapi saya akan berusaha untuk melawan anda..." Jawab Hans dengan ingin melangkah.


" Kami memberikan penawaran kepada mu?, kau berdiri di sisi kami sebagai saksi dan kami tak akan menyeret mu dan keluarga mu atau kau tetap melawan kami dan kami akan memasukan nama mu di list kami selanjutnya untuk kehancuran mu setelah Peter..." Hans yang ingin keluar dari toilet kini langsung terhenti, dia tak jadi keluar ketika sebuah ancaman yang dia terima saat ini.


" Kenapa dengan aku?, aku tak melakukan apapun, jadi jangan pikir anda bisa menyeret aku, bukankah aku hanya membela."


Hans tak bisa berpikir apa apa lagi, dia maju tak bisa mundur juga tak bisa, berjalan kemana pun terasa jalan buntu karena semua tak ada jalan keluarnya. Pilihannya adalah maju melawan dengan kehancurannya atau mundur membela demi keselamatannya.


Flashback Of


Dan sekarang di sinilah Hans dia mundur menjadi saksi untuk melawan klien nya sendiri. Kejutan yang tak akan di sangka oleh siapapun, tak akan ada yang kepikiran bahwa Hans lah yang menjadi saksi mereka saat ini. Hans lah yang akan memberatkan hukuman Peter saat ini.


" Sudah berapa lama anda mengenal Tuan Peter?"


" Sudah hampir 25 tahun kami mengenal dan kami bersahabat..." Jawab Hans dengan lirik sedihnya dia harus menyelamatkan dirinya dari gelombang kematian yang mengejarnya.

__ADS_1


" Jadi anda pasti tahu siapa Tuan Yun waktu?"


" Saya mengenal Tuan Yun, kami berempat tepatnya menjadi sosok teman waktu itu. Saya sebelum mengenal Yun!! saya, Peter dan Jeremi adalah sahabat kami bertiga selalu bersama dalam kesulitan hidup, dan semenjak Yun ada di tengah tengah kami hidup kami mulai berubah menjadi baik. Kami yang tak bisa makan kini mulai memiliki pekerjaan dengan bantuan Tuan Yun..." Hans kini mengingat di mana Tuan Yun pernah menolongnya di masa lalu.


" Saya sebenarnya sangat berhutang kepada Tuan Yun, tapi saya tidak bisa melakukan apapun waktu di mana Peter menyuruh saya dan Jeremi membuatkan sebuah dokumen yang ingin mengambil semua aset aset dari Tuan Yun."


" Dia bohong Hakim, dia yang membuat dokumen dokumen tersebut-"


" Tidak Hakim saya tidak melakukan hal itu, saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu karena ini melanggar norma saya sebagai pengacara..." Hans dengan cepat memberikan penyangkalan tersebut.


" Dia berbohong Hakim, saya bersumpah saya tidak mungkin melakukan hal tersebut. Dia yang membuat dokumen dokumen tersebut dan saya memiliki buktinya. Saya dan Jeremi tak menolak ketika dia mengajak saya untuk bekerja sama."


" Kau sungguh pengkhianat kau tak memiliki hati, kau menusuk ku dari belakang..." Peter kini kembali mengamuk di sana dan beberapa orang harus menahannya agar tak jadi keributan di sana.


" Tenang tenang, jika anda tak bersalah anda tak perlu takut Tuan Peter..." Ketukan palu itu membuat semua orang langsung terdiam tak terkecuali Peter yang mengamuk juga langsung terdiam seribu bahasa.


Peter kini menatap ke arah Zac dan Jonathan yang menyaksikan ini semua dengan santai. Senyum kelicikan dari mereka kini tak bisa di tutupi, amarah Peter sungguh memuncak ketika sebuah senyum kecut dan sinis kini dia lihat dengan nyata.


" Kejutan, Bum..." Mimik Zac dapat di baca jelas oleh Peter yang mengatakan tentang hal itu seakan kini bom itu meledak di sini dengan cepat ketika kejutan itu ada di depan mereka semuanya.


__ADS_1


__ADS_2