Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pagi Yang Panas 4


__ADS_3

Monica yang tadi ingin mengambil darah Abhi untuk mejadikan darah itu bahwa dia sudah resmi masuk kelompok tim itu kini tak jadi karena suara dobrakan pintu yang keras.


" Angkat tangan kalian sudah terkepung..." Suaranya yang keras membuat semua orang yang di sana dengan segera mengambil senjatanya yang ada di balik jas mereka masing masing.


Zac dengan cepat menyembunyikan istrinya di belakang punggungnya, Valarie melihat para police itu yang menodongkan pistol ke arah mereka semua.


" Sir Abhi anda tak apa?" Sebuah pertanyaan dari police itu membuat semua orang tersenyum tipis dengan melirik ke arah Abhi.


Abhi kini dada nya naik turun dia tak tahu kenapa mereka datang kemari. Abhi tahu semua orang mengira bawa dirinya lah yang merencanakan ini semua.


" Buang senjata kalian dan ikut kami dengan suka rela..." Teriaknya lagi.


" Sir Abhi anda aman..." Sambungnya tapi tetap tak membuat Abhi bergeming di sana. Dia tak tahu harus berbuat apa, kesatuannya itu kini ada di depannya, mempergongi ya bersama para mafia ini.


" Kau ingin main main dengan kelompok suami ku. Sudah kau dengar tadi, tak ada kakak ipar di sini. Dan keputusan ku tetap berada di belakang suami ku..." Bisik Valarie tepat di sebelah kakak nya.


Abhi bahkan tak bisa mengatakan apapun, semuanya terlalu mendadak, semuanya terlalu mengejutkannya. Dia masih menahan hati dan pikirannya yang bergelut tak karuan.


" Sudah ku katakan bahwa aku akan tetap berdiri di sebelah Andre jika kau macam macam pada kami..." Kini bisikan dari wanita yang dia cintai membuat hati laki laki itu tak karuan sekarang.


" Buang senjata kalian..." Police itu kini membentak para laki laki berjas yang juga menodongkan pistol itu.

__ADS_1


" Jika kami tak mau membuangnya apa yang akan kalian lakukan?" Zac kini malah dengan nada santainya bertanya kepada para police yang tegang bukan main.


" Kami terpaksa melawan kalian dan membawa kalian dengan cara paksa..." Jawabnya tak kalah sinis. " Serahkan pimpinan kami..." Pinta nya langsung.


" Kau ingin laki laki ini?" Kini timpal Suhu cantik itu yang sudah menodongkan pistol itu ke arah kepala Abhi.


" Lepaskan pimpinan saya..." Police itu dengan berani nya membentak orang orang itu, dia tak tahu sedang berurusan dengan siapa.


" Turunkan senjata kalian, mereka tak akan macam macam dengan ku, turunkan..." Kini Abhi membuka suaranya dengan gemetar, dia menyuruh para anak buahnya untuk menurunkan senjatanya.


" Tapi Sir Abhi..." Bantahnya dengan cepat.


" Kau cukup berani berkhianat di belakang ku, harusnya aku tahu kau akan lakukan hal ini..." Suara Zac kini terdengar menakutkan di telinga semua orang yang ada di sana.


" Mereka atau kau yang mati di sini..." Ancam Andre dengan seketika. Kini Abhi telah di kelilingi oleh orang orang kekar itu, Monica yang berada di belakang Abhi kini yang menodongkan senjata api itu, dengan kilatan kemarahan, bahkan dia tak menyangka bahwa laki laki yang di cintainya kini harus melakukan hal seperti ini kepada tim nya.


Steve dan Zac kini saling bermain mata, memberikan kode. Steve secara diam diam menekan pistolnya dan terdengar suara ricuh di sana.


Dor!!! satu tembakan yang di layangkan oleh Steve kini cepat bersarang di dada police itu, Zac yang mendengar itu segera menarik tangan istrinya membawahnya ke tempat yang aman. Zac membawa istrinya masuk ke dalam ruangannya, ruangan yang hanya dirinya sendiri yang tahu.


" Honey kau tetap di sini, jangan keluar oke. Pintu ini hanya aku yang bisa membuka nya, dan kau yang bisa membuka nya, kau ingat tanggal pernikahan kita?, itu cara membuka pintu itu, kau paham jangan keluar..." Zac dengan terburu buru menjelaskan dengan cepat. Valarie mengangguk dengan terpaksa, sebenarnya dia ingin ikut bertarung di luar sana tapi sang suami tak mengijinkannya.

__ADS_1


Pintu itu segera tertutup oleh Zac yang meninggalkan istrinya di dalam ruangannya itu. Zac dengan cepat berlari menuju keruangan yang sudah riu dengan suara tembakan yang begitu nyaring di setiap sudut.


Orang orang Zac kini saling memberikan perlawanan, saling menembak satu sama lain, saling ingin menyelamatkan nyawa mereka dengan tembakan yang brutal itu. Baku tembak terjadi antar dua kubu panas itu. Mayat seperti sudah berserakan disana, kebanyakan para police itu gugur dengan satu atau dua tembakan dari orang orang berjas hitam itu.


Abhi kini menyentuh dadanya yang terasa sakit karena melihat anak buahnya tergeletak tak bernyawa di sana. " Sial..." Umpatnya ketika mendengar suara tembakan di balik dinding yang membuatnya bersembunyi.


Para police itu kini kalah banyak dengan jumlah anggota mafia itu, meskipun begitu para police itu tak menyerah untuk memukul lawan nya untuk mundur, sedangkan mereka juga tak akan mundur sebelum melihat para police itu tergeletak tak bernyawa di bawah kaki mereka.


Dor! dor! dor! kini mereka saling melemparkan tembakan itu, tangan para police kini sepertinya basah karena darah merembes dari lengan nya, tapi tetap tak membuat laki laki itu mundur. Suaranya begitu riuh dengan suara tembakan yang keras, mereka tak memakai peredam suaranya kali ini. Baku tembak tetap tak terelakan lagi, bahkan masih terus berlanjut di sana.


Abhi yang tak tega menyaksikan anggotanya terbunuh habis, kini dia melihat ada sebuah posisi yang terbuka untuk menyembunyikan dirinya untuk tak menyaksikan mereka di bantai habis oleh tim gelap nya. Abhi kini sedikit menunduk dan berlari dengan kencang. Dia berlari masuk ke dalam.


" Berhenti di sana atau ku tembak kepala mu?" Bariton yang kencang membuat laki laki yang berlari langsung berhenti. Dia mengangkat tangan nya agar orang yang di belakangnya tak melakukan tembakan itu.


" Balik badan mu, buang senjata mu..." Suaranya tegas, Abhi dengan cepat melakukan apa yang di katakan oleh orang itu. " Tak ku sangka kau pengecut dan kau mengkhianati kami, ch..." Orang itu menatap ke arah Abhi dengan tatapan sinis serta kilatan marah itu terpancar jelas di wajahnya.


" Biarkan aku pergi dulu, aku tak tega melihat anggota ku di bantai oleh mereka..." Suaranya bergetar, ada kegetiran yang dia rasakan di hatinya.


" Harusnya aku tak terburu buru menampakan wajah ku pada mu..." Zac kini menyesal telah memperlihatkan kekuasaan nya kepada kakak iparnya, laki laki yang dikira baik dan siap masuk ke tim nya kini malah menyerang nya dengan kesatuannya.


" Zac aku harus pergi, aku akan jelaskan nanti tapi yang jelas yang mengatakan kepada mereka bukan aku. Jika kau mencurigai ku silahkan tapi biarkan aku pergi mencari tahu siapa yang mengatakan bahwa aku ada di sini bersama kalian..." Permohonan yang sungguh sungguh membuat Zac goyah, dia goyah karena tak mungkin bawa kakak iparnya mundur dari tim nya.

__ADS_1


__ADS_2