Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 3


__ADS_3

Maria kini menatap kakak iparnya dengan tatapan tajamnya, Maria tentu saja tidak percaya bahwa kakak ipar nya tiba tiba berubah menerima dirinya. Maria dan Anna kini saling bertatapan dengan tatapan yang tak bisa di artikan oleh mereka yang melihatnya.


" Adik ipar ku sayang selamat datang di rumah ini besar kami..." Anna kini berbicara dengan begitu sopan.


Maria yang kini menatap Anna merasa jengah karena suaranya yang begitu menjijikan di dengar oleh telinga nya.


" Jangan bersikap sok baik dengan ku kakak ipar..." Maria kini menjawabnya dengan suara ketusnya.


" Pa lihatlah adik mu padahal aku hanya ingin bersikap baik dengannya, tapi sepertinya adik mu tidak mau..." Anna kini bergelanyut manja di lengan suaminya dia pura pura untuk merajuk ketika sang adik iparnya menolak kebaikan dirinya.


" Maria jaga sikap mu, kakak ipar mu ingin memperbaiki sikapnya dan ingin berdamai dengan mu."


" Omong kosong dengan sikap nya yang baik kepada ku, aku tak ingin bersikap baik dengan nya..." Maria menolak tegas itikad damai yang di berikan oleh sang kakak ipar.


" Maria aku tahu aku banyak salah dengan mu dan mendiang ibu mu, tapi aku mohon maafkan aku, aku baru sadar bahwa keluarga adalah nomer satu dan harta tidak terlalu penting. Aku sadar sekarang, jadi maafkan aku...." Anna kini menyentuh kedua lengan Maria bahkan kedua mata mereka saling bertatapan dengan arti yang berbeda.


Maria tentu saja menghempaskan kedua tangan itu dengan kasar, bahkan tatapan Maria begitu tajam.


" Maria jaga sikap mu kenapa kau sekarang tiba tiba liar seperti ini?" Adriano kini membentak sang adik ketika melihat sikap kasar dari adiknya yang di berikan kepada istrinya.

__ADS_1


" Liar?" Maria mengulangi kata kata sang kakak dengan tatapan tak suka.


" Sudahlah jangan bertengkar hanya masalah sepele, mungkin Maria masih belum bisa memaafkan aku Pa, tidak masalah bagi ku..." Anna tersenyum kepada sang suami hingga membuat Maria benar benar merasakan rasa malas. " Biarkan dia tinggal di sini agar dia tahu bahwa aku memang benar benar sudah ingin berubah dan ingin memiliki keluarga yang bahagia-"


" Sudahlah aku tak butuh drama kalian berdua, di mana kamar ku?, aku ingin masuk ke dalam kamar ku saja, aku malas berdebat dengan orang yang tidak penting seperti kalian berdua."


Adriano kini bernafas kasar ketika mendengar adiknya selalu berbicara dengan nada ketusnya, Adriano hanya geleng geleng kepala ketika sang adik malah menatap tajam ke arah dirinya dan istrinya.


" Aku akan mengantar nya ke kamar tamu, kamu masuk saja ke dalam kamar..." Anna kini mengangguk menyetujui nya.


Adriano kini menarik tangan sang adik dengan kasar membuat Maria mengikuti langkah sang kakak dengan tergesa-gesa. Maria melepaskan tangan nya dengan kasar hingga mata mereka bertatapan dengan sama sama tajamnya.


" Sebagai ganti ibu?" Maria kini mengulangi kata kata sang kakak nya yang menurut dirinya lucu. " Jangan membuat bahan bercandaan di sini kak, apa kakak pikir aku mau menerima dia sebagai ganti sang ibu?, ayolah kakak jangan bertindak konyol di depan ku."


" Maria aku adalah kakak kandung mu dan dia adalah kakak ipar mu?, jadi kakak adalah sebagai ganti ibu mu."


" Kakak kenapa dari dulu selalu menjadi laki laki bodoh di depan mata ku?"


" Jaga bicara mu Maria, aku adalah kakak mu?"

__ADS_1


" Apa yang harus aku jaga?, kata kata ku yang mana yang salah?, apa dari dulu kakak selalu menganggap aku sebagai adik mu?, apa kakak selalu ada di saat aku dan ibu dulu membutuhkan pertolongan mu?, di mana tangan mu di saat ibu membutuhkan pertolongan kalian, hingga ibu harus meninggal gara gara kalian mengabaikan nya?, apa itu yang pantas aku panggil kakak dan kakak ipar?, apa sebuah keluarga hanya akan bersikap baik di saat dia butuh pertolongan keluarga lain?, tidak kakak..." Maria yang kini berbicara meninggi membuat sang kakak hanya terdiam.


" Apa kakak lupa istri mu itu memperlakukan aku dan mendiang ibu mu seperti apa?, apa aku harus melupakan nya?, apa aku harus pura pura baik menerima dia sebagai kakak ipar yang menyayangi ku?, apa kakak pikir aku percaya sikap baik nya yang tiba tiba kepada ku?, dengar kak Adriano yang terhormat kalian hanya sebatas status yang kakak dan kakak ipar hanya sebatas status semata, jadi jangan bersikap baik dengan ku?" Maria kini tidak mau untuk bersikap baik lagi, dia terlalu malas untuk pura pura baik di depan dan tidak menyukai di bagian belakang.


" Aku bukan orang munafik yang pura pura baik di depan kalian..." Sambungnya lagi dengan menatap sang kakak.


" Maria-"


" Sebaiknya kakak pergi dan cari tahu kenapa sikap nya berubah baik dengan ku..." Usirnya dengan segera.


" Maria aku tahu-"


" Kakak keluar aku tidak ingin berdebat dengan mu..." Bentaknya. Adriano kini tak berbuat apa apa selain keluar dari kamar sang adik.


Adriano kini menatap ke arah pintu sang adik yang tiba tiba menutup kamarnya dengan kencang, dia tahu bahwa adiknya bersikap seperti itu karena kesalahan mereka sendiri. Dulu dia tak pernah menghiraukan adik dan mendiang ibumu, bahkan di saat ibunya di detik detik terakhir akan meninggal pun dia tak bisa membantunya sedikit pun.


Penyesalan pun kini seakan berada di pundaknya, penyesalan terbesarnya adalah tak pernah bisa memberikan yang di inginkan oleh adik serta mendiang ibunya. Penyesalan pun tak ada gunanya di saat seperti ini, tak ada yang bisa di berikan kecuali kata kata maaf dan ingin mengubah sikap nya. Penyesalan sudah terlambat dan semuanya tak pernah bisa di ubah kembali awal lagi.


Adriano kini merasakan sakit pada dada nya sesak yang begitu menyakitkan ketika melihat tatapan sang adik begitu membencinya serta membenci istrinya. Dada begitu sakit ketika mendapatkan tatapan tajam dan suara yang tinggi dari adik kandungnya sendiri. Kesalahannya mungkin memang tak bisa di maafkan tapi semuanya tak bisa untuk di putar kembali ke awal, jika semuanya bisa di putar pun dia ingin menjadi anak dan kakak yang bisa berguna untuk keluarganya karena pada dasarnya anak laki laki adalah tulang punggung keluarganya, bukan hanya tulang punggung keluarga kecilnya tapi juga akan menjadi tulang punggung bagi keluarga nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2