
Suhu itu merasakan rasa perih serta rasa nikmat ketika Abhi mulai bergerak pelan, tubuhnya terasa asing menerima benda asing yang masuk di dalam. Abhi kini mengunci dirinya dibawah tubuh kekarnya, Abhi mulai bergerak pelan dan Suhu itu memejamkan matanya menikmati sensasi atas penguasaan dirinya yang tak pernah dia rasakan.
" Ah.. Abhi..." Suhu itu merintih bercampur kenikmatan yang tak pernah dia rasakan. Wanita itu merasa sangat berharga ketika Abhi memperlakukan hal itu dengan lembut bahkan dia bergerak pelan agar wanita yang ada di bawahnya tak merasakan kesakitan.
" Suhu.. kau.. masih perawan..." Erangnya dengan tertahan, dia terkejut ketika caira* itu tadi keluar begitu saja, tapi jika di hentikan semuanya tanggung, hasra* mereka tak bisa di hentikan oleh kedua insan itu.
" Monica, nama ku Monica..." Katanya dengan memejamkan matanya, rasa perih tadi kini berganti dengan rasa nikmat yang benar benar membuatnya merasa melambung tinggi.
" Monica sayang..." Gerama* nya sebelum bibir nya mulai mengulu* benda kenyal itu dengan cara bergantian. Tangan wanita itu yang tadi meremas lengan kokohnya kini meremas rambut Abhi dengan sekali menahan kepalanya agar tetap di sana.
Desaha* dan gerama* dari mereka berdua menunjukan mereka sama sama menikmati adegan panas yang mereka ciptakan dari tadi. Wanita itu kini mengubah posisi mereka dengan dirinya ada di atas, Woman On Top, wanita itu dengan jantung yang berdegup kencang menatap laki laki itu dengan tatapan cinta dan ketulusan, dengan cepat dia memasukan nya, bergerak dengan pelan. Tanpa ragu dia melakukan apa yang dia mau, Suhu cantik yang bernama Monica itu kali ini memimpin adegan panas yang tersiram ke tubuh mereka. Laki laki yang berprofesi police itu yang siap menjadi tameng untuknya kini pasrah di bawah kendali pelatih cantik bandar narkoba yang dia sembunyikan. Tato itu kini menempel sepenuhnya di tubuh Abhi, Tato laba laba yang cantik itu kini juga ikut menyentuh kulit Abhi yang begitu mengunggah hasra* nya.
" Ah.. Abhi.. mmphh..." Desaha* itu tak tertahan ketika Abhi juga mengimbangi gerakannya. Kini mereka berdua sama sama bergerak, gerakan yang lembut itu kini menjadi gerakan yang tak terkendali.
" Monica.. ah.. kau.. membuat ku gila..." Gerama* nya sebelum bibir itu mengulu* benda yang juga ikut bergerak cepat dari tadi, tangan Abhi kini juga merema* satunya, kadang juga memukulnya pelan membuat wanita itu benar benar menggelia* tak karuan di atas tubuhnya.
__ADS_1
Monica kini tetap mengerahkan pinggul nya dengan irama yang tak memiliki tempo yang beraturan, Abhi yang hanya bisa mengera* karena kenikmatan yang di berikan wanita itu.
" Oh.. dam*..." Umpatnya ketika merasakan bahwa miliknya seperti di aduk aduk oleh milik wanita itu.
" Abhi.. kau membuat ku goyah..." Erangnya ketika sebuah pelepasa* menerjang tubuhnya, dia menenggang di atas tubuh Abhi ketika sebuah gelombang menerjang tubuhnya yang begitu nikma*. Abhi membiarkan wanita itu menikmati rasa pelepasannya untuk pertama kalinya, jantungnya terpompa begitu cepat hingga membuat wanita itu seperti lari jauh. Jantung dan keringat nya kini menjadi satu di sana.
Abhi kini menggulingkan posisi dengan dirinya menyamping, tubuh wanita itu kini menyamping, Abhi mengangkat satu kaki wanita itu, memasuka* nya lagi dengan hati hati dan lembut. Monica yang merasakan begitu nikmat, hanya mampu memejamkan matanya menikmati gaya bercinta mereka yang berganti. Abhi bergerak cepat ketika dia merasakan bahwa wanitanya itu kini bisa mengimbangi gaira* cintanya. Mereka saling bercium*n ketika kepala wanita itu melihatnya ke samping, gairah* itu benar benar memabukan kedua insan yang baru merasakan kenikmatan dunia.
Mereka sama sama mengeram, ketika gerakan itu semakin cepat dan tak terkendali. Pelatih yang kemarin menghajarnya kini terkendali di kungkungan nya, kini mendesa* kenikmatan atas ulahnya, menyebut namanya yang membuat dirinya tak karuan di sana.
" Abhi.. ah.. aku ingin.. mmmhhhmmm.. ah..." Desaha* itu serta cengkraman pada benda kenyal nya sendiri membuat wanita itu tak bertahan lama untuk melepaskan sesuatu yang ingin dia capai untuk kedua kalinya.
" Aku.. tiba.. Monica...." Tubuh Abhi juga menenggang ketika ketika wanita itu mengeluarkan caira* itu, Abhi tak tahan ketika desaha* panjang wanita itu, serta melihat dari arah samping bahwa wanita itu merema* benda nya dengan nikma*, serta denyuta* itu juga memancing nya untuk melepaskan apa yang dia ingin capai dari tadi.
Kini mereka saling memburu dengan jantung yang terpompa cepat, keringat kini membasahi tubuh mereka yang dari tadi berolahraga, tangan laki laki itu masih merengkuh tubuh wanita itu dengan masih mengatur nafas mereka masing masing.
__ADS_1
Abhi melepaskan penyatuhan itu dengan pelan sebelum akhirnya dia tergeletak ambruk di kasur nya di sebelah wanita yang juga ambruk di sana. Dengan rasa canggung mereka hanya menatap langit langit kamar itu. Mereka tak ada yang mengira bahwa mereka baru saja menyelesaikan pergulatan panas pertama kalinya untuk mereka. Kamar yang tadi riuh karena suara desaha* mereka kini menjadi kamar yang sepi tak berpenghuni.
" Kau menyesal melakukan pertama dengan ku?" Sebuah pertanyaan yang membuat wanita itu memejamkan matanya. " Kau menyesal telah memberikan mahkota mu pada ku, tidak kepada Andre?" Wanita itu menoleh seketika ke arah laki laki yang baru saja mengambil mahkota nya.
Tatapan yang dalam membuat Abhi ingin sekali menyelami mata itu, mata yang penuh dengan kemisteriusan itu. " Kenapa Andre kau bawah di tengah tengah kita?, tak ada Andre di sini. Hanya ada aku dan kamu..." Jawabnya dengan melihat laki laki itu, dia tak tahu kenapa Andre sangat berpengaruh di dirinya, cemburu hanya kata itu yang mampu melukiskan hati laki laki itu.
" Lalu kenapa kau diam?, aku pikir kau menyesal telah melakukan nya dengan ku?" Tanyanya dengan sungguh sungguh. Hatinya tak siap jika wanita itu berkata bahwa dia menyesal, dia tak ingin mendengarnya.
" Iya aku menyesal telah memberikan mahkota ku pada mu jika aku malah bertanya hal bodoh itu kepada ku..." Suaranya yang sinis seperti pukulan batu besar di kepalanya, Monica yang ingin bangun dari tidurnya, tak bisa ketika sebuah tangan mendekap tubuhnya dengan erat.
" Jangan pergi.. maafkan aku..." Katanya dengan lembut serta sungguh sungguh.
" Aku akan kekamar ku, agar kau bisa berpikir jernih dengan apa yang kau tanyakan barusan..." Tolaknya dengan menyingkir tangan laki laki itu.
" Tidak.. maafkan aku.. jangan pergi.. tetaplah di sini bersama ku..." Abhi tetap mendekap tubuh suhu cantik itu ketika dia ingin meninggalkan kamar nya, dia memang bodoh harusnya dia tak menanyakan hal bodoh itu setelah mereka bercinta.
__ADS_1