
Malam ini semua nya telah berkumpul di satu meja yang telah di pesan oleh Steve tadi. Sang Nyonya muda yang ingin kembali berkumpul dengan semua orang kini terlihat senang karena dirinya bisa kembali merasakan kehangatan berkumpul menjadi satu. Tak kata kata bos dan bawahan jika berkumpul seperti ini, mereka adalah sosok keluarga yang sebenarnya di saat mereka membutuhkan bantuan maka semua orang di sini siap membantunya bahkan merelakan nyawa nya untuk saling melindungi satu sama lain.
Kini semua orang sedang saling mengobrol satu sama yang lain bahkan restoran itu hampir di penuhi orang orang dari Dio Della Morte, hanya saja tak ada yang tau mereka datang terpisah dengan meja yang terpisah juga.
" Sayang kau malam ini cantik sekali..." Zac kini berbisik pelan di telinga istrinya, dari tadi mata nya tak berhenti untuk tak menatap kagum kepada istrinya itu yang sedikit berdandan untuk makan malam bersama mereka.
" Terima kasih, tapi sayang nya suami ku tak setampan dulu sekarang..." Val kini menggoda suaminya yang dari tadi menggenggam erat tangan nya seakan tak ingin melepaskan genggaman itu.
" Benarkah aku tak setampan dulu?, kau menghina ku atau menggoda?" Seulas senyuman itu kini terbit di ujung kedua bibir mereka. " Jika makan malam ini tak kau buat sudah ku pastikan aku akan mengurung mu di dalam kamar dan memakan mu saja..." Sambungnya lagi dengan tetap berbisik vulgar, Val tentu saja sedikit memukul paha suaminya yang selalu berkata seperti itu.
" Kau ini..." Mereka hanya saling tersenyum dan Zac tentu saja memiliki cara untuk cepat menyentuh istrinya itu.
Sedangkan yang lain kini juga saling mengobrol. Zac dan Val tak terlalu mendengar apa yang telah mereka bicarakan tapi mata mereka menangkap Steve yang sudah kembali normal dia tentu saja sedikit tertawa ketika dirinya mengobrol dengan Albert itu.
" Aku ke toilet sebentar..." Andre yang tiba tiba ingin ke toilet segera beranjak dari duduk nya. Andre yang berjalan cepat tak sengaja menabrak seseorang yang juga keluar cepat dari toilet itu.
" Auw.. bisa hati hati gak kalau jalan. Kau tak punya mata?" Wanita itu setelah menyemburkan amarahnya kini langsung meninggalkan Andre yang belum sempat menjawab amukan dari wanita yang juga sedikit berlari itu.
" Cewek aneh..." Gumam nya dengan pelan.
Sedangkan Abhi dan Suhu itu juga saling mengobrol dengan Albert dan juga Steve yang ada di sana.
" Kakak bagaimana pekerjaan mu?" Val kini menanyakan sang kakak yang beberapa hari ini dia kembali bekerja di perusahan mendiang ayah nya itu, tentu saja semuanya atas bantuan adik ipar nya yang segera menyuntikan dana dengan jumlah yang begitu besar hingga perusahan itu tertolong.
" Baik, aku menikmati nya menjadi pimpinan baru di sana..." Jawabnya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Tentu kau menikmati nya, selain bekerja kau juga bisa balas dendam kepada musuh kita..." Timpal Albert yang tak sadar dengan apa yang dia ucapkan.
" Balas dendam?, kepada siapa?" Valarie yang tak tau apapun kini malah di buat bingung oleh ucapan rekan nya itu. Zac dan Abhi langsung melotot kearah Albert sedangkan Abhi yang duduk di dekat nya kini menendang kaki Albert dengan keras.
Albert kini sadar dengan semua nya, dia baru ingat bahwa Nyonya muda nya tak tau apa apa tentang masalah ini agar Nyonya muda nya tak memikirkan semuanya.
" Ah.. tidak Nyonya, maksud nya Abhi bisa membalas dendam kepada orang orang yang ingin menjatuhkan perusahan itu. Abhi membuktikan bahwa perusahan itu kini bangkit meskipun mereka mundur menjadi penanam saham. Bukti nya Abhi bisa menjadi investor lain dan menjatuhkan orang orang yang ingin merusak perusahan itu..." Albert segera menjelaskan agar semuanya tak menjadi pertengkaran di sana.
Val mengangguk mengerti, apa yang di katakan oleh Albert benar. " Kau harus melawan mereka kak, kau jangan mundur oke. Saingan dalam bisnis itu biasa..." Jawab Val dengan mengerti apa yang terjadi di kakak nya itu.
" Steve kau tak apa?, kau baik baik saja bukan?" Kini Val kembali bertanya kepada laki laki yang mungkin sedang patah hati nya sekarang.
" Saya baik Nyonya, sangat baik. Ini semua berkata Tuan Zac dan mereka semua. Saya bangkit dan saya pasti bisa keluar dari ini semua..." Steve tentu saja menjawabnya dengan tegas.
" Lu pasti bisa Bro..." Timpal Albert yang ada di sana juga.
" Di mana Jovanka dan Jonathan?, apa mereka tak akan datang atau kalian tak memberi tau mereka?" Val kini ingat kepada sepupunya itu dia baru sadar bahwa tak ada kedua orang itu.
" Steve kau tak memberi tau mereka?, Alex berserta Cla juga tak ada?" Kini Zac juga baru sadar bahwa ke empat orang itu tak ada di sini.
Steve hany menggaruk tengkuk nya yang tak terasa gatal saat ini. Dia melupakan hal itu, dia lupa bahwa mereka tak di beri tau. Masalahnya tadi pagi terlalu rumit hingga dirinya melupakan pesan dari Nyonya muda nya.
" Tak apa jika kau lupa, di hubungi sekarang pun mereka pasti tak akan bisa datang..." Steve kini merasa bersalah karena dirinya yang lalai kini bos wanita nya yang kecewa.
Tadi pagi Tuan Zac yang kecewa sekarang Nyonya Val yang kecewa. Apa yang terjadi pada ku. Batin Steve dengan merasa bersalah.
__ADS_1
" Maafkan saya Nyonya..." Hanya kata itu yang mampu di katakan oleh asisten nya itu.
" Sayang Steve tadi pagi sibuk, dan kau harus tau bahwa Jenni datang tadi pagi dan melawan kami semua, jadi Steve menata hatinya agar dia bisa melawan nya..." Bisikan dari suami nya membuat Val melihat kearahnya dengan segera.
Zac hanya memejamkan matanya dengan sebentar memberi kode bahwa apa yang di katakan itu memang benar adanya.
" Sudahlah ayo kita makan..." Val kini kembali ceria ketika makanan yang mereka pesan kini sudah datang.
Kini makanan itu datang satu persatu memenuhi meja besar itu dengan cepat. Andre yang baru datang dari toilet nya kini segera duduk di sana bergabung kembali dengan mereka.
" Bersulang untuk kehamilan istri ku..." Zac kini mengangkat gelas nya yang berisi minuman beralkohol itu.
" Bersulang untuk hubungan aku dan Monica..." Kini Abhi juga mengangkat gelas nya.
" Bersulang untuk kebahagian kita semua..." Timpal Andre yang juga mengangkat gelas nya.
" Bersulang untuk keselamatan kita semua, dan terutama untuk Nyonya muda kita..." Albert juga mengangkat gelas nya.
" Bersulang untuk melawan musuh musuh kita dan tak memberinya ampun..." Kini Steve menekan kata kata nya.
" Bersulang untuk Steve agar dia bisa melewati masa buruk ini..." Val juga ikut mengangkat gelas nya yang berisi air putih dan mereka tertawa ringan di sana.
" Bersulang agar para jomblo yang di sini segera menemukan cinta mereka dan bersulang agar aku bisa hamil seperti Nyonya Valarie..." Perkataan Monica tentu membuat Abhi suaminya terkejut dia tak menyangka harapan itu kini terucap dari bibir istri nya itu.
Criss! Ting! suara benturan semua gelas dan mereka segera meminum nya dengan harapan mereka masing masing.
__ADS_1