
Abhi yang menunggu kedatangan kekasihnya kini menjadi gelisah tak menentu, hati dan pikirannya menjadi sangat kacau. Dia tak siap jika harus berjauhan, jika wanita itu sudah kembali ke markas nya otomatis wanita itu tak akan bisa keluar seenak nya.
Abhi yang berdiri di atas balkon kamarnya, melihat malam yang sunyi yang tak ada bintang sama sekali di atas langit. Abhi menghidupkan rokoknya dengan pemikirannya yang tak menentu.
Ceklek!! suara pintu itu di buka tapi tetap tak membuat laki laki itu melihat kearah pintu itu, dia tahu siapa pelaku yang membuka pintu itu.
Monica kini berjalan menuju kearah kekasihnya, dia berjalan dengan rasa kaki yang lemas, perpisahan ini memang harus dia lakukan tapi dia tak percaya bahwa harus secepat ini. Monica tahu bahwa dirinya sudah kembali ke markas dia tak bisa keluar atau berkeliaran seperti saat ini.
" Kau marah pada ku?" Pertanyaan itu keluar begitu saja ketika Monica dengan sengaja memeluk kekasihnya dari arah belakang dengan menyandarkan kepalanya di punggung kekar kekasihnya.
Abhi membuang asap rokoknya, dengan menyentuh tangan kekasihnya yang melingkar di perutnya dengan hangat.
" Maaf..." Hanya kata itu yang mampu di ucapkan oleh Monica, dia tak tahu harus bicara apa selain kata maaf. Dia ingin tetap di sini tapi seperti nya tugas nya sudah menumpuk di markas besarnya.
" Kenapa terlalu mendadak untuk pulang, kau bisa katakan pada ku jika kau ingin kembali markas, aku bisa menyiapkan kejutan kecil untuk kau bahwa ke markas, jika kau rindu padaku kau bisa melihat itu. Tapi kau mendadak ingin pergi dan aku tak bisa memberikan apapun..." Liriknya dengan nada sedihnya, dia membuka batang rokok itu dengan menghela nafasnya yang berat.
" Aku tak tahu bahwa Andre akan menjemput ku untuk pulang ke markas, aku kira dia hanya datang berkunjung. Maafkan aku..." Monica juga merasakan kesedihan dia benar benar merasakan sakit hati ketika dia harus berpisah seperti ini.
__ADS_1
Mereka bisa saja bertemu di markas itu tapi merek harus jaga jarak agar semua orang tak ada yang tahu bahwa mereka memiliki hubungan lebih.
Abhi membalikan badanya menatap wajah kekasihnya, mata mereka sama sama berpandangan, seakan mata itu terpancarkan kesedihan, hanya mampu mata yang berbicara dengan kesedihan yang mendalam.
" Cinta harus kah aku bicara dengan Andre tentang hubungan kita?"
" Tidak, jangan sekarang..." Tolaknya dengan cepat. " Kita sudah membicarakan ini jadi ku mohon jangan bahas lagi..." Sambungnya dengan menatap wajah kekasihnya, mungkin malam ini dia bisa menatap wajah kekasihnya dengan lama. Jika di markas mereka tak akan bisa melakukan seperti ini.
" Tapi aku sungguh tak sanggup jika harus berjauhan dengan mu, Andre di depan ku saja berani memeluk mu dan itu membuat ku cemburu bagaimana jika tak ada aku, aku tak bisa bayangkan aku akan terbakar api cemburu dan kecurigaan yang mendalam..." Kilatan amarah itu nampak jelas di wajah laki laki itu. Dia benar benar susah payah menahan rasa cemburu serta amarah yang dari tadi dia tahan.
" Jika saja dia bukan kakak mu, maka dapat di pastikan bahwa aku akan menghajar nya..." Sambungnya dengan benar benar wajah yang memerah. Sedangkan Monica hanya mengulum senyuman.
" Jangan tertawa Suhu, aku bisa menghukum mu di ranjang malam ini..." Monica malah tertawa mendengar ancaman dari laki laki itu.
" Baiklah aku minta maaf oke.. jangan curiga kepada ku, Andre tak akan bersikap seperti itu jika hanya aku dan dia saja. Dia memang suka bersikap mesra seperti ini jika ada teman laki laki yang mencoba mendekati ku..." Monica mengatakan semuanya, tapi memang benar jika berdua saja, Andre tak akan seperti itu. Andre bersikap seperti itu hanya untuk melindungi adiknya dari laki laki yang jelas memiliki ketertarikan dengan adik nya itu.
Abhi kini malah menggapai bibir wanita itu, meluma* nya dengan lembut, mencium bibir wanita itu dengan rakus, kecemburuan tadi seakan membuat dada nya sesak, kini dia lampiaskan dengan cumbua* di bibir wanita nya. Kini mereka saling menyesa*, saling meluma*, saling membelitkan lida* dengan decapan yang terdengar di sela sela ciuman panas itu. Ciuman liar yang terjadi karena api kecemburuan kini menjadi ciuman yang api gaira* tersiram ke tubuh mereka berdua. Monica menekan tubuh Abhi kedinding dengan tetap mencumbu bibir itu dengan lumata* yang benar benar memabukan. Ciuman panas itu kini seperti candu untuk kedua orang yang sedang merasakan jatuh cinta.
__ADS_1
Monica yang merasakan ada sesuatu yang bangkit di bawah sana, melepaskan ciuman itu dengan Abhi yang menatap mata kekasihnya itu.
" Caro di sini ada Andre, dia bisa saja mendengar suara kita..." Monica Menghentikan aksi nya itu, dia tak ingin Andre tahu apa yang terjadi di antara mereka berdua. Dan dia juga belum siap bahwa kakaknya itu tahu apa yang sedang mereka lakukan.
" Tapi aku merindukan mu..." Katanya dengan mencoba kembali menggapai bibir wanitanya lagi, tapi Monica menghindari nya agar api gaira* itu tak kembali ke tubuh mereka.
" Caro aku juga merindukan mu, tapi kita harus menunda nya. Aku tak ingin Andre melihat kita sedang melakukan hal itu..." Abhi akhirnya mengalah dari pada dia harus berdebat di sini.
" Jangan marah oke..." Sambungnya dengan kembali mencium pipi kekasihnya yang memasang wajah cemberutnya. " Kau tak lelah hari ini?" Sambungnya dengan bergelayut di lengan lelaki itu.
" Tidak ada pekerjaan tadi, masalah yang penting sudah selesai, jadi tak ada pekerjaan."
Monica kini berpikir sebentar, dia mencari cara agar mereka bisa melewati malam yang suci dengan bahagia tanpa harus ada gerama* dan desaha* di dalam kamar itu.
" Kau bisa membawa sepeda motor?" Abhi mengerutkan keningnya ketika wanitanya bertanya hal itu, tapi dia mengangguk ketika mata wanita itu masih menatapnya dengan tanda tanya.
" Kau lihat sepeda motor Andre, kau bisa membawahnya?" Monica kini menanyakan lagi untuk memastikan bawa laki laki itu bisa membawahnya.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan cinta?, aku bisa mengendari nya. Dulu aku membawa sepeda motor sebelum akhirnya aku mengendari mobil pribadi seperti sekarang..." Monica itu hanya tersenyum manis.
" Pakailah jaket mu, dan aku akan mengambil jaket ku. Kita bertemu di bawah oke..." Abhi yang ingin bertanya tak jadi karena wanita itu sudah sedikit berlari keluar dari kamarnya. Tapi Abhi menurut apa yang di katakan oleh kekasihnya, dia mengambil jaket tebal nya dan memakainya dengan cepat. Dan dia melangkah untuk keluar dari kamarnya dan menuju ke bawah di mana wanita itu berkata tadi.