Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Apakah Ini Akan Berhasil 5


__ADS_3

" Apa dia tau rencana mu ini?" Abhi nampaknya sedikit tenang meskipun apa yang di lakukan keponakannya ini termasuk membahayakan nyawa orang lain.


Bryan setelah mengatakan apa yang telah direncanakan kepada Paman nya. Dia yakin rencana ini akan berhasil meskipun dia harus sekuat tenaga untuk melindungi umpan nya itu.


" Sebenarnya dia belum tau rencana ku ini Paman..." Gumamnya pelan.


" Apa? kau belum mengatakan kepada nya rencana mu ini? kau benar benar gila Bryan..." Abhi yang tadi tenang kini meninggikan lagi suara nya.


Dia tak menyangka bahwa keponakannya sangat ceroboh dalam hal ini.


" Ini masalah serius Bryan dan kau mengatakan ini belum mengatakan kepada nya? kau benar benar gila Bryan..." Abhi tampak frustasi dengan keponakannya ini dia tak menyangka kasus bahaya seperti ini belum di bicarakan kepada orang yang akan menjadi target utama.


" Tapi dia setuju akan melakukan apapun untuk menangkap para pelaku nya, jadi aku belum mengatakan hal ini kepada nya..." Bantahnya lagi.


" Bryan dengar! rencana mu ini sangat berbahaya dia mungkin akan menjadi target utama dari para pelaku dan mungkin saja nyawa nya akan terancam ketika rencana ini berjalan dan kau seakan beranggapan ini hanya masalah sepele yang bisa di bicara dengan santai. Kau sadar tidak dengan rencana mu yang akan menghilangkan nyawa orang lain di rencana mu ini?"


" Paman aku tau ini sangat bahaya bagi dia tapi kita tak akan mungkin menempatkan dia dalam bahaya dan tak mungkin dia tak mendapatkan perlindungan dari kita bukan?"


" Kau benar dia akan mendapatkan perlindungan bahkan dari pihak Police pun akan melindungi saksi, tapi apa kau tak berpikir bagaimana para pembunuh itu memiliki ribuan cara agar mereka tak masuk ke dalam penjara."


Bryan terdiam suasana di sana hening tak ada kata kata yang bisa di katakan oleh nya. Mungkin dia melupakan sesuatu.


" Jangan pernah bermain dengan hati mu jika dalam misi bahaya ini akan sangat membahayakan nyawa mu sendiri dan orang lain. Tapi pakai pikiran dan akal sehat mu semua yang perlu kau pikirkan tak hanya satu tapi banyak orang yang kau lindungi tak hanya satu tapi satu kelompok. Nyawa mereka juga sangat berharga! kau dengar itu."

__ADS_1


" Maafkan aku Paman mungkin aku terlalu bersemangat dengan rencana ku itu hingga aku melupakan semua poin poin nya. Nanti setelah ini mungkin aku akan bicara langsung kepada nya tentang rencana ini."


" Tak hanya kamu yang akan mengatakan kepada nya tapi kita bertiga yang akan bicara langsung kepada nya. Aku ingin dengar langsung jawaban dari nya."


" Baiklah Paman..." Bryan kini tau bahwa apa yang dia lakukan saat ini sungguh salah.


Tak hanya satu nyawa yang harus dia lindungi saat ini tapi banyak nyawa yang harus di lindungi. Dia tak bisa jika hanya memakai hatinya jika sudah berperang tapi akal pikirannya harus sama dengan apa yang ingin dia lakukan.


Abhi menatap keponakannya yang masih muda untuk memimpin sebuah kelompok yang terkenal dengan segalanya. Kekejamannya bahkan sepak terjang dalam dunia gelap juga tak dapat di ragukan lagi, tapi anak muda itu harus tau bahwa semuanya tak hanya hati yang main tapi pikiran dan hati juga harus sama jalannya.


Dia mungkin belum tau seperti apa kelompok ini tapi dia akan tau seperti apa kita dalam menyelesaikan balas dendam. Mata akan kami balas mata dan nyawa akan kami balas nyawa. Kami tak pernah percaya dengan para penegak hukum yang hanya akan main main dengan uang tapi kami akan bermain dengan cara kami yang sangat brutal. Batin Abhi yang menatap lurus.


Bertahun tahun Dio Della Morte telah lama tertidur pulas, bertahun tahun mereka telah hidup normal. Tapi saat ini mereka bangun dari tidur panjangnya. Kekejaman yang saat ini akan kembali lagi di dunia mereka, saat ini mereka akan bangkit dengan jiwa yang baru. Jiwa yang siap untuk membalas dendam kan orang nya yang telah di bunuh dengan cara mereka yang mengenaskan.


Sedangkan William dan Cristian kini hanya bisa menunggu kabar dari Bryan, dia semalam hanya mengatakan agar mereka siapa dalam segala nya mereka harus siap untuk mencari musuhnya. Karena sebentar lagi mereka akan mendapatkan musuh tersebut.


" Kau masih belum mendapatkan kabar dari Bryan?" Cris tampak gusar dia tak sabar untuk menemukan mereka semua.


" Entahlah anak itu sekarang malah tak bisa di hubungi..." Jawab William dengan menatap ponselnya yang sedari tadi menghubungi Bryan dan tak mendapatkan jawaban apapun.


" Aku penasaran sebenarnya dia memiliki rencana apa untuk menyusun para pelaku tertangkap!"


" Astaga kepala ku pusing memikirkan anak itu."

__ADS_1


Ceklek!! suara pintu yang terbuka membuat kedua laki laki itu langsung menatap ke arah pintu. Jantung mereka terasa ingin lompat ketika melihat siapa yang tengah masuk sekarang.


" Apa rencana kalian untuk menangkap para pelaku pembunuh Amel?" Suaranya yang dingin yang tiba tiba duduk di sana membuat bulu kuduk mereka langsung bangkit.


" Paman kami menunggu Bryan! dia mengatakan memiliki rencana untuk menangkap para pelaku nya!" Ujar William dengan sedikit gugup.


" Bryan? kau yakin anak itu memiliki ide?" Tampaknya laki laki itu tak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Maaf Paman tapi kami percaya dengan Bryan!" Timpal Cristian.


" Antoni panggil Bryan aku ingin tanya kepada nya langsung."


" Paman dia tak bisa kami hubungi dari tadi! semalam dia hanya mengatakan untuk bersiap agar semuanya tersusun rapi."


" Anak itu pasti saat ini sedang senang senang dengan beberapa wanita!"


Padahal yang terjadi adalah Bryan tengah memperhatikan wanita yang saat ini sedang berlatih sungguh sungguh. Dia memperhatikan nya dari jarak jauhnya, entah kenapa getaran hatinya sangat tak bisa berbohong sedikit pun.


Sadar atau tidak senyum tipis itu terukir jelas di bibir nya tapi dia berusaha untuk tetap memalingkannya. Sedangkan sang Paman hanya bisa terdiam ketika dia sadar bahwa keponakannya tak menyadari bahwa ada rasa di hatinya.


*Pantas saja hatinya yang bermain ternyata rasa kecil itu tumbuh di hati mu. Kau tampaknya tak jauh berbeda dengan Daddy mu semasa muda nya selalu cepat jatuh cinta. Katanya dalam hati lagi.


Astaga kenapa dengan hati ku ini, ya Tuhan harusnya aku tak memiliki debaran kecil ini. Batinnya Bryan dengan tak menyangka ada getaran kecil itu yang tersimpan di hatinya*.

__ADS_1


__ADS_2