Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 4


__ADS_3

Ceklek!! suara pintu itu terbuka membuat orang yang ada di dalamnya juga menatap ke arah pintu. Violet kini tersenyum tipis dia tau ini rasanya tak pantas. Di saat mereka kembali bertemu dan ingin menikmati kesalahan ini malah mereka mendapatkan masalah.


Albert memeluk tubuh Violet dari belakang, menci*m rambutnya dengan penuh rasa kasih sayang. Violet kini memejamkan matanya. Air mata yang dari tadi tertahan kini terpaksa menetes dengan sendiri.


" Maafkan aku Al, aku membuat kekacauan ini. Aku tau mereka pasti mempertanyakan aku bukan?"


" Tidak sayang, mereka tau siapa kamu dan mereka juga tau seperti apa kamu berartinya bagi ku, jadi jangan pikirkan hal itu..." Albert kini membalikan tubuhnya mereka saling bertatapan dengan penuh cinta. " Jangan menangis, ini semua juga salah ku, andaikan waktu itu aku lebih cepat menemukan mu maka kau tak akan menikah dengan laki laki itu."


" Jangan katakan seperti itu, semuanya sudah Takdir kita. Mungkin kita di pertemukan lagi seperti ini."


" Al aku ingin mencuci muka ku aku rasa sekarang muka ku sudah berantakan karena menangis..." Albert kini tersenyum dia tau kekasihnya ini masih saja memikirkan tentang wajahnya yang mungkin sekarang memang berantakan tak karuan.


Violet yang masuk ke dalam kamar ma*di kini di ikuti oleh Albert. Violet kini segera membersihkan mukanya, dan mereka berdiri di depan cermin. Albert kini memeluknya dari belakang, membalikan tubuhnya Violet dengan cepat.


" Kita akan selesai ini bersama sama jangan pikirkan hal lain, yang perlu kamu tau aku mencintai mu dan aku akan melindungi mu dan putri kita..." Violet kini hatinya tersentuh dia tau tak muda menerima anak yang bukan dari darah nya sendiri tapi laki laki yang ada di depannya kini seakan membuka tangan nya untuk menerima semuanya.


" Al terima kasih aku percaya kamu pasti bisa membantu ku..." Violet kini menggapai bibir laki laki itu menciu*nya sebagai ucapan terima kasih karena dirinya kini mereka akan aman di tempat ini.


Albert kini membalas cium*n itu, meluma* nya seakan mereka haus akan sebuah cumbua* yang saat ini mereka rasakan. Albert kini merema* pa*ta* Violet dengan lembut membuat wanita itu melenguh tak karuan.


Violet kini juga menggoda milik dari kekasihnya, mengelu* nya dengan mesra membuat hasra* itu kini kembali naik seketika. Albert kini membuka celan* panjan* yang di kenakan oleh Violet, Albert mengendong nya dan mendudukkan wanita itu di wastafel yang bertipe Side By Side.

__ADS_1


Albert menjila* tangan nya sendiri agar tangan nya basah, kini dengan cepat memasukan tanga* nya untuk menggoda milik dari wanita nya.


" Argh...Al..." Desaha* itu kini nyatanya lolos kembali dari bibir mungil wanita itu, dia tak tahan ketika godaan itu nyata dia rasakan kembali. Albert kini kembali dengan mencumb* bibir wanita itu menciumnya dengan begitu liar dan tak terkendali.


" Hmm.. Sayang... Apa aku egois sekarang karena ingin memasuki mu di saat kau sedang seperti ini..." Bisiknya ketika dia tak tahan oleh godaan yang ada di depannya itu.


" Aku suka kamu yang egois Sayang, masuki aku, argh.. persetan dengan semuanya Al, aku mencintai mu, Argh..." Violet kini sedikit menyadarkan punggungnya di kaca besar ketika jemari jemari itu masih saja bermain di bawah sana.


Albert kini membuka celan*nya menurunkan cel*nanya dengan cepat, benda itu kini sudah mengeras sedari tadi, Albert dengan cepat memasukan bend* itu dan segera memomp* nya dengan cepat.


Lengu*an dan des*ha* itu kini terdengar di setiap sudut kamar mandi tersebu*. Violet kini terguncang hebat ketika Albert memom*a pinggu* nya dengan cepat. Albert memasuk*n jemar* nya kepada mulu* Violet.


" Ah.. Al.. seperti itu..." Perintahnya ketika jemar* kini juga menggoda bagian bawa dari wanita itu.


" Sayang aku hampir tiba."


" Aku juga hampir Al..." Desaha* panjang mereka kini membuat mereka merasakan denyuta* mereka yang secara bersamaan.


Albert kini lagi lagi mengeluarkan miliknya di dalam, membuat Violet benar benar tak bisa berkata apa apa lagi selain hanya bisa pasrah ketika kenikmata* yang dia rasakan tak bisa membuat dia menolak apapun.


Sedangkan di tempat lain James mengamuk dia memukul penjaga gerbang yang tadi membiarkan istrinya keluar dengan alasan menjemput dirinya.

__ADS_1


Bugh!! Bugh!!! tendangan di perut laki laki itu membuat orang itu terkapar merasakan sakit yang dia terima di ulu hatinya. James kini juga tak percaya bahwa istrinya milih melarikan diri dengan membawa putri kandung dari laki laki itu.


" Di mana kamu sayang, akan ku pastikan aku akan menemukan tempat persembunyian mu..." Katanya dengan merasakan sedih ketika ingat istri dan anaknya kabur tapi kemudian di tiba tiba marah ketika dia ingat istrinya berani menantang dirinya sekarang.


" siapa yang mendukung mu saat ini, hingga kau pergi dari rumah ini Violet. Kau adalah istri ku milik ku, tak akan ada yang bisa memisahkan kita, meskipun itu kematian pun tak akan ku biarkan kita berpisah..." Senyumnya yang mengerikan membuat semua orang yang ada di sana merinding.


" Cari mereka malam ini juga, aku tak peduli bagaimana kalian menemukan istri ku dan anak ku, yang jelas mereka harus ketemu. Bunuh setiap orang yang menghalangi kalian, asal kalian bisa membawa kembali Nyoya dan Nona muda kalian..." Perintahnya dengan tegas.


" Siap bos..." Kini para pengawal itu dengan cepat membubarkan diri untuk mencari keberadaan Nyonya mereka.


James kini dengan cepat masuk ke dalam Violet dia mengambil handuk yang sempat di pakai oleh istrinya tadi. Handuk itu kini dia cium dengan memejamkan matanya seakan di handuk itu ada sebuah aroma istrinya yang tertinggal.


" Aroma mu selalu membuat ku mabuk tak berdaya Violet, kau menghindari ku padahal aku benar mencintai mu, aku mencintai mu sayang, jangan pergi kembali lah padaku..." Liriknya dengan sedih dan memeluk handuk itu dengan erat. James kini tiba tiba meneteskan air matanya merasakan kesepian ketika tak ada siapapun di dalam rumah itu.


Bug!! James kini melempar handuk itu dengan kencang hingga menghantam dinding dengan keras. Matanya kini melotot, amarahnya meninggi seketika.


" Akan ku ikat kamu Violet karena kau berani melarikan diri dari ku, tak akan ku biarkan kami pergi dari sisi lagi, kau lihat saja apa yang akan ku lakukan jika kau kembali, kau harus patuh pada ku Sayang..." Senyum tipis itu kini menampilkan wajah devil nya.


James yang tadi sedih kini secara tiba tiba menjadi pemarah ketika dia mengigat semua kejadian barusan.


Maaf karena banyak tanda * dan tak sampai satu bab adegan panasnya karena takutnya gak lolos lagi 😂😂

__ADS_1


__ADS_2