
Semua orang yang mendengar nama yang di sebut anak muda itu kini sedikit terkejut tapi Zac hanya bisa diam dengan pemikiran yang berbeda. Zac malah menatap anak muda itu dengan penuh selidik bahkan matanya tak akan lepas dari pandangan nya.
" Saya tau kalian semua terkejut dengan saya tapi inilah saya putra dari Nyonya Jasmin..." Ucapnya lagi dengan ketakutan.
Dia yang memberanikan diri membongkar siapa dia kini tak mendapatkan jawaban apapun dari para Paman yang dia kenal. Seluruh wajah yang ada di depan nya ini adalah wajah yang sering di lihat di foto rumah nya.
Sang ibu membawa keluarga besar nya di dalam foto dan selalu memperkenalkan siapa saja orang orang yang ada di dalam foto itu. Dan saat ini dia bertemu secara langsung dengan mereka semua, meskipun pertemuan ini harus seperti ini.
" Tak ku sangka kau sudah besar, sejak Jasmin memutuskan untuk keluar dari kelompok ini dan memilih hidup rumah tangan dengan James kau masih kecil waktu itu..." Timpal Jonathan yang kini tersenyum tipis di bibirnya.
Dia tak tau senang atau sedih ketika harus bertemu dengan putra salah satu orangnya dulu. Tapi saat ini dia ada di sini bersama mereka semua, ada di depan mereka berada di lingkaran mereka secara tidak langsung.
" Apa kabar dengan Ibu dan Ayah mu?" Kini giliran Albert yang bersuara ketika dia sudah mengontrol keterkejutan nya dia mulai bertanya kepada Cristian.
" Mereka baik Paman, sangat baik. Aku yakin mereka sangat merindukan kalian terutama Ibu yang selalu menatap foto kalian..." Jawabnya dengan menatap Albert yang duduk di sebelahnya.
" Apa Ayah mu sudah sembuh?" Andre kini bertanya hati hati.
Semua orang yang ada di sana tau seperti apa James dulu, bagaimana masa lalu nya dengan wanita wanita nya. Pertempuran yang hampir menghilangkan nyawa orang banyak waktu itu.
__ADS_1
" Baik Paman Andre, Ayah sangat baik. Ibu pandai merawat Ayah, emosinya sudah bisa di kontrol oleh nya."
" Kau tau jika Ayah-"
" Saya tau Paman. Hari hari sulit mereka sudah terlewati dan sekarang mereka juga bahagia. Aku juga tau mereka bukanlah orang tua ku mereka mengambil karena orang tua ku meninggal. Tapi aku tak pernah merasakan kasih sayang mereka yang tak tulus, mereka sangat tulus menyayangi ku hingga aku tumbuh seperti ini."
Ada kegetiran di setiap kata kata Cristian ketika dia mengingat masa lalu nya yang suram. Dia tau bahwa Jasmin dan James bukanlah orang tua kadung nya tapi mereka tetap mendidiknya hingga seperti ini sekarang.
Cristian tersenyum ketika menatap Zac yang hanya diam seribu bahasa dari tadi. Bahkan dia tak bertanya apapun tentang kedua orang tua nya. Dia tau mungkin Zac masih perlu memikirkan hal apa yang harus akan terjadi selanjutnya tapi kali ini Zac tetap diam tak membuka suaranya.
Apa yang di katakan Jasmin selalu teringat di telinga nya Zac, sebenarnya Jasmin tak benar benar hilang dari mereka. Jasmin selalu menghubungi Zac meskipun harus sembunyi sembunyi dia selalu menanyakan kabar tentang kelompoknya, sebaliknya dengan Zac yang selalu tetap khawatir karena dia ingat betul James seperti apa dulu kepada wanita.
Dia bahagia jika melihat wanita yang di cintai nya terluka dan menderita, itulah alasan terbesarnya kenapa Zac tak membiarkan Jasmin pergi dari kelompoknya sepenuhnya.
Tapi jika saat ini mereka bahagia adalah kebahagian terbesar juga bagi mereka semua. Jasmin adalah dokter cantik pribadi dari mereka. Dan sekarang putranya yang di larang keras bertemu dengan kelompok ini malah dia kini duduk di depan nya dengan ingin bergabung untuk membalaskan dendam kepada seorang yang telah membunuh wanita nya.
" Aku ingin bicara berdua dengan mu..." Ucapnya dengan sinis dengan kemudian dia berdiri dan meninggalkan di mana semua orang hanya bisa melihat Singa berjalan ke ruangan khusus nya.
Sedangkan Cristian hanya mengangguk pelan dengan jantung yang sudah tak karuan, dia merasa tatapan dari Singa adalah tatapan membunuh tatapan yang tak bisa di ubah dalam hal apapun.
__ADS_1
" Dia baik hanya saja memang dia butuh penjelasan yang cukup jelas tentang semua nya. Jangan khawatir Zac tak akan marah kepada mu..." Jonathan tau kekhawatiran yang di rasakan oleh anak muda yang ada di depan nya itu. Sangat nampak jelas di mata nya bahwa anak muda itu tengah gelisah ketika Zac ingin bicara secara pribadi dengan nya.
" Jasmin adalah orang kami dan kami sangat menghormati keluarganya bahkan kami sangat menyanyangi putra nya meskipun sekian tahun kami tak bertemu. Bos kami tak akan marah marah atau bertindak yang tidak tidak, dia hanya butuh waktu berdua dengan mu untuk bicara pribadi dengan nya..." Timpal Albert yang juga menangkap wajah gelisah nya.
Cristian hanya nya menghela nafasnya dalam dalam lalu mengangguk pelan dia ingat betul apa yang di katakan ibu nya bahwa Singa itu memiliki kekuasan yang tak tertandingi dia bisa melakukan apa saja yang menurutnya baik untuk kelompok nya. Dia kejam tegas dan tak mengenal ampun tapi dia memiliki hati yang lembut dan hangat jika bersama keluarga nya.
William menyentuh pundak teman nya dan mengangguk pelan, sebaliknya dengan Cristian yang juga mengangguk. Kini dia akhirnya berdiri dan segera berjalan menuju ke tempat yang di mana telah di tunjukan oleh Bryan.
Bryan yang mengantarkan Cristian menuju ke tempat Daddy nya berada saat ini.
" Aku tau tak apa yang terjadi di masa lalu antara Daddy dan orang tua mu tapi aku yakin Daddy tak akan menarik mu dalam masa lalu mereka..." Bryan yang dari tadi hanya diam kini membuka suaranya ketika mereka menuju ke ruangan Daddy Zac.
" Aku tau Daddy mu adalah orang yang profesional dalam hal apapun."
" Hanya saja mungkin saat ini Daddy ingin mendengarkan penjelasan mu kenapa kau berada di sini hingga kau berani mencintai wanita dari kami. Daddy hanya ingin mendengar itu semua, kau bicara jujur tentang semuanya jangan ada yang kau sembunyikan karena Daddy tak suka di bohongi, dia bisa menghancurkan siapa saja yang ada di sekeliling mu jika kau berani mempermainkan nya."
" Aku tau."
Kini kedua laki laki itu berhenti di salah satu pintu yang tertutup rapat, hawa panas sudah terasa oleh Cristian tapi dia tetao berusaha tenang dan tersenyum.
__ADS_1
" Semoga kau berhasil menjelaskan kepada nya..." Bryan yang mengatakan hal itu kemudian dia pergi meninggalkan Cristian yang seorang diri di sana.
Cristian kini membuka pintu dan dengan pelan dia masuk ke dalam ruangan yang di mana Zac sudah menunggu nya dengan berdiri di hadapan kaca besar yang mengarah ke arah taman belakang markas tersebut.