
Orang itu kini menatap nanar kearah pintu yang di buka paksa oleh orang orang itu. Dia menelan ludahnya kasar ketika menatap ke bawah kaki nya, pimpinan dari pengawal nya yang tangguh itu nyatanya tetap kalah oleh laki laki gondrong yang kini berdiri dengan menatapnya dengan tajam.
" Kau pengecut melawan ku dari belakang..." Zac kini menekan kata kata nya dengan mengepalkan tangan nya.
" Aku pengecut kau yang sudah membuat wanita yang aku cintai mati, kau yang harus tangung jawab."
" Aku membunuh orang ku yang setia pada ku, kau bercanda. Kau yang selalu berbuat ulah saja aku masih tak ingin membunuh mu, apalagi mereka yang setia pada ku..." Zac kini malah tersenyum sinis ketika laki laki itu malah menuduh dirinya yang melakukan semua ini.
" Kau harus tangung jawab dengan semua yang terjadi."
" Jangan banyak bicara Marco..." Zac yang melirik di meja besar yang sebelah dirinya ada sebuah Vas bunga kini dengan cepat menyambar nya melemparkan ke arah Marco.
Kejadian itu sungguh terlalu cepat hinga Marco sendiri tak bisa menghindar dari serangan dadakan itu. Marco kini menyentuh kepalanya yang begitu saja mengeluarkan darah segar. Kepalanya terasa pusing tapi dia masih bisa melihat kearah Zac yang menatapnya dengan tatapan elang nya.
Kini Zac dengan cepat berlari menendang perut Marco tapi dia dengan sigap menghindar dan dinding itu yang mengenai tendangan kaki dari Zac dengan keras. Semua orang yang ada di sana hanya melihat nya.
Zac yang kini sudah menahan amarahnya dari kemarin kini tak bisa di kendalikan, Singa itu kini membabi buta menyerang Marco dengan membabi buta. Marco yang awal nya bisa menghindar kini selalu gagal karena Zac selalu sigap dan cepat menarik kearah nya untuk dia hajar.
__ADS_1
Bug!! bug!! bug!! bug!! pukulan demi pukulan kini di layangkan oleh Zac dengan darah yang mendidih, dia sudah tak bisa untuk melawan karena laki laki itu kini terus membabi buta, Zac tak memberikan Marco untuk menghindar, Marco tak bisa menghindar kali ini dia meringkuk kesakitan ketika serangan demi serangan dilayangkan oleh Zac.
Marco kini tak berdaya tubuh nya lemas wajahnya kini penuh dengan darah dan luka lebam. Zac yang mencengkram erat baju Marco kini menggoncang kan tubuh Marco dengan menatap Marco.
Bug!! Zac kini menghempaskan tubuh Marco yang sudah lemas tak berdaya, dia menatap nya dengan penuh dendam yang membara. Dia kini melangkah pergi tapi sebelum dirinya pergi dia menendang Marco dengan keras. Steve dan Albert yang dari tadi diam kini melangkah menuju kearah laki laki yang sudah lemas tak berdaya. Steve dengan dendam yang membara kini menarik tangan Marco dengan kencang.
Krek!! tangan itu kini di tarik paksa hingga otot nya seperti patah, Marco hanya mengeliat kesakitan ketika Steve melakukan hal yang mengerikan. Steve meletakan tangan itu dengan kasar, tangan itu pun juga terjatuh dengan lemas di lantai itu. Kini mereka berjalan keluar mengikuti langkah bos nya yang sudah meninggalkan ruangan itu terlebih dahulu.
Kini mereka masuk ke dalam mobil nya dengan Albert yang mengendari mobil itu, Zac yang duduk di belakang kini mengatur nafas nya, dia memejamkan matanya karena dirinya ingin mengontrol emosi nya yang sudah dia luapkan tadi.
" Bos kenapa anda tiba tiba menyerang Marco?" Steve kini dengan rasa penasaran dirinya bertanya kepada bos nya yang masih memejamkan mata nya.
" Kalian tau sendiri mobil yang di sabotase itu adalah mobil yang aku bawah datang ke restoran itu. Jika aku yang mengendari nya bersama istri ku, mungkin saat ini kami yang meninggal..." Zac merasa bersalah, jika saja malam itu tak menyuruh Abhi membawa mobil nya mungkin malam yang mengerikan itu tak mungkin terjadi. Mungkin saat ini dirinya bersama sang istri yang sedang tak ada di sini.
" Dan aku yakin mereka mengira aku yang membawa mobil itu..." Zac merasa semuanya terlambat, penyesalan yang di alami nya tak membuat kedua orang itu hidup lagi. Tapi setidaknya dia lega bisa menghajar laki laki itu dengan membabi buta.
__ADS_1
" Bos tapi aku juga mencurigai Jennifer tentang hal ini..." Zac terdiam ketika asisten nya itu kini malah mencurigai wanita itu.
" Kenapa kau mencurigai nya?" Steve kini menceritakan semua yang terjadi di sana. Dia juga mengatakan bawa dia mengakui Monica adalah kekasih jauhnya yang tak pernah bertemu dirinya. Zac terkejut mendengar semua yang di katakan oleh asisten nya itu.
Steve juga mengatakan bawa dirinya baru saja menemui Jennifer dan langsung menuduh nya tanpa bukti apapun. Dia tau bahwa yang melakukan pemutusan kabel rem itu adalah laki laki, dia tak bisa melihat wajah nya tapi dia bisa melihat postur tubuhnya bahwa itu adalah laki laki.
" Kau datang menemui nya?"
" Iya bos, saya mengatakan bawa saya tidak akan mengampuni siapa pun yang sengaja melakukan ini, meskipun dia menyangkal nya tapi saya tidak percaya. Saya yakin ini semua ada kaitan nya dengan mereka. David dan Jennifer serta Marco merencanakan ingin menghancurkan kita, maka mereka ingin membuat anda celaka dengan merusak kabel rem mobil anda. Semua kemungkinan harus kita curigai bos..." Zac hanya diam dia mendengarkan asisten nya itu mengatakan banyak hal kepada nya.
Zac hanya mengangguk dia mengerti, dia juga tau semua nya bisa terjadi. Mungkin benar kini orang ketiga itu harus di curigai. Zac tak bisa tinggal diam saja, kini seakan hukum rimba akan berlaku lagi.
" Andre belum mengetahui nya tentang hal itu?"
" Belum bos, kami bingung harus mengatakan kepada nya bagaimana, dia saat ini masih berduka..." Albert yang dari tadi diam dan fokus ke jalan kini membuka suaranya ketika mobil itu memasuki sebuah jalanan hutan yang menuju ke markas nya.
" Nanti kita akan mengatakan semuanya, tak ada yang kita sembunyikan..." Steve dan Albert kini mengangguk mengerti dengan keputusan bos nya itu dan memang benar tak ada kata kata yang mereka sembunyikan kecuali mereka memiliki misi lain yang tak ada kepentingan di tim mereka.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain kini laki laki itu tengah di ikat kuat, kedua tangan itu kini di ikat dengan saling merentang ke atas. Laki laki itu masih memejamkan matanya dia belum membuka matanya. Dia masih pingsan meskipun kedua tangan itu terikat dengan dirinya yang berdiri lemas.