Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Rencana 2


__ADS_3

" Dari mana kau jam segini baru pulang?" Bariton dari wanita di belakangnya membuat Amel terkejut bukan main.


" Kakak kau tak tidur?" Suaranya bergetar dia tak tahu harus menjawab apa dengan apa yang di tanyakan oleh kakak nya.


" Kau dari mana jam segini baru pulang? aku perhatikan akhir akhir ini kau selalu pulang hampir pagi, dan kau selalu pulang di antar oleh mobil mewah siapa dia?" Kakak nya memberondong semua pertanyaan yang malah membuat Amel bingung menjawab nya.


Amel menelan ludahnya dengan kasar ketika kakak nya menanyakan semuanya, ternyata selama ini sang kakak memperhatikannya tapi sang kakak hanya diam.


" Kakak aku sudah pernah bilang bahwa aku ingin bekerja bukan? aku bekerja di salah satu rumah orang kayak dan Nyonya di sana selalu menyuruh supir untuk mengantar ku pulang..." Jawabnya dengan gemetar.


" Menjadi asisten rumah tangga di rumah orang kaya? kau pikir siapa asisten rumah tangga di perlakukan istimewa seperti mu? lalu jika aku asisten rumah tangga kenapa kau pulang hampir pagi dan kau pergi malam hari?"


" Kakak aku mendapatkan giliran pada malam hari, dan jam kerja ku memang selesai hampir pagi. Tuan dan Nyonya ku menyuruh ku untuk tinggal di sana tapi aku menolaknya karena aku ingin pulang untuk menemani kakak, tak masalah aku pulang pagi asal tetap di sini bersama kakak."


Sarah luluh rasa amarah yang tadi memuncak kini hilang seketika mendengar penjelasan apa yang di katakan oleh adiknya. Kini Sarah merasa bersalah sudah membuat sang adik menderita hingga seperti ini.


" Amel..." Panggilnya dengan suara lirik yang begitu sedih.


Sarah kini menghampiri adiknya memeluk adiknya dengan erat. Semenjak kepergian kedua orang tuanya semua tanggung jawab kini telah di penuhi oleh dirinya. Tapi saat ini adiknya juga merasakan menderita mencari uang seperti dirinya.


" Kakak kenapa menangis?" Amel melepaskan pelukannya dan menatap ke arah kakak nya yang berusaha menghapus air matanya.


" Maafkan kakak telah membuat mu menderita seperti ini, harusnya kau belajar dan meneruskan cita cita mu, bukan malah bekerja hingga hampir pagi seperti ini..." Liriknya begitu menyayat hati. Kakak mana yang akan tega melihat adiknya merasakan kesusahan dalam urusan rumah.

__ADS_1


" Kakak Sarah aku tak merasakan kesusahan sama sekali, aku senang membantu mu memenuhi kebutuhan hidup kita berdua. Nanti jika aku bertemu sosok pangeran aku akan meneruskan belajar ku, jadi kakak jangan merasa bersalah seperti ini."


" Maafkan kakak harusnya kakak bisa memberikan mu yang layak bukan seperti ini."


" Aku tak masalah kakak, aku sungguh tak masalah bekerja membantu mu mencari uang. Kita adalah keluarga kita akan saling membantu sama lain, dari dulu kakak sudah memenuhi semua kebutuhan ku, dan sekarang saat nya aku juga membantu kakak mencari uang untuk kita berdua."


Kedua wanita itu kini saling berpelukan dengan erat dengan merasakan perasaan yang macam macam. Sarah merasakan kesedihan yang sangat bersalah ketika adiknya harus mengalami susahnya mencari uang.


Sarah sebenarnya sungguh tak menginginkan adiknya merasakan susah seperti ini, dia merasakan kasihan jika harus pulang hampir pagi setipa hari seperti sekarang, tapi dia juga tak bisa berbuat apa apa lagi kecuali membiarkan adiknya bekerja seperti keinginan nya sendiri.



Kakak Sarah


Sedangkan Amel merasakan kesedihan karena dia harus berbohong kepada kakak nya, ini adalah kebohongan yang paling kejam yang akan terjadi untuk selamanya. Dia harus berbohong menjadi asisten dalam rumah tangga orang lain, dia tak mungkin mengatakan jika dia bekerja di tempat seperti ini.


Maafkan aku kakak jika saja kau tahu aku bekerja di mana kau tak akan membiarkan aku kembali bekerja di sana. Tapi jangan khawatir aku akan segera terlepas dari sana karena ada sosok pangeran yang akan menolong ku. Batin Amel ketika dia dan sang kakak tertidur bersama dengan satu ranjang.


Amel menatap langit kamar kamar nya dengan perasan sangat bersalah. Dia tak bisa membayangkan bagaimana respon sang kakak jika mengetahui dia ada di tempat hina seperti sekarang.


Semakin Amel memikirkan semua semakin membuat dirinya semakin merasakan kesedihan, jika saja semuanya tak seperti ini mungkin dia tak akan mungkin terjebak di zona seperti sekarang.


Amel menghapus air matanya dengan segera agar sang kakak tak tahu bahwa dia tengah bersedih saat ini.

__ADS_1


Aku tak boleh menjadi cengeng seperti ini, ini adalah jalan yang telah aku pilih aku harus bisa menghadapi ini semua, dia akan segera membebaskan aku dari sana dan aku yakin kakak tak akan mungkin tahu jika aku ada di sana selama ini. Batinnya dengan menghapus air matanya.


Amel kini perlahan memejamkan matanya dengan rasa kantuknya, dia yang habis menangis kini merasakan panas pada matanya. Dia dengan cepat memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya di pagi hari.



Sedangkan di tempat lain orang itu tengah berbicara kepada seorang di ruangan kerjanya. Orang itu sungguh misterius, apa yang ada di pikirannya tak ada yang tahu, apa yang dia pikirkan pun juga tak ada yang tahu.


" Hari ini aku ada perjalan bisnis beberapa hari aku ingin Angel cuti selama aku tak ada di sini..." Ucapnya dengan tegas bahkan tak menatap orang yang ada di depannya.


Orang itu tertawa keras di sana bahkan tawanya seperti mengejek orang yang ada di depannya.


" Kenapa kau sangat terobsesi sekali dengan wanita yang bernama Angel itu?, apa kau pikir menyuruhnya cuti kita tak memberikan kompesasi kepada bos nya."


Orang itu menatap seorang yang juga duduk di depannya dengan tatapan datarnya, tatapan matanya sangat menusuk.


" Jika aku sudah berkata maka aku akan menanggung berapa biaya yang harus aku keluarkan."


" Sebenarnya kau ini kenapa? apa tak ada wanita lain yang membuat mu jatuh cinta? kenapa malah kau tergila gila dengan wanita malam seperti dia. Apa kau lupa bahwa tubuhnya sudah di lihat banyak laki laki lain."


Byur!! Orang itu menyiram seorang yang berkata menjelekan wanitanya dengan sengaja. Orang yang di siram terkejut bukan main, air nya yang mengenai wajahnya terasa panas.


" Jika kau tak tahu apapun tutup mulut sampah mu itu, yang mengenal jauh aku bukan kamu, jadi kau diam dari pada aku robek mulut mu itu..." Ucapnya dengan sinis.

__ADS_1


" Dari pada kau banyak komentar yang tak jelas lebih baik kau lakukan apa yang aku katakan tadi. Lakukan semua yang aku suruh dan segera laporkan kepada ku hari ini juga."


" Kau juga harus membayar semua biaya yang sudah membuat ku basah..." Orang itu langsung pergi meninggalkan ruangan di mana seseorang telah mengamuk atas ucapannya tersebut.


__ADS_2