
Lari lah ke ujung dunia, bersembunyi lah ke tempat sekecil sekali pun. Takdir akan menuntun mu untuk kembali kepada ku.
Karena
Takdir mu memang untuk ku. Hidup dan mati mu hanya bersama ku.
James 🔥🔥
🥀🥀
.
.
.
.
" Selamat siang Tuan James, gimana kabar anda?" James masih tertegun dengan semuanya dia mencoba untuk tetap tenang.
" Saya baik seperti yang anda lihat..." Jawabnya dengan menatap datar.
" Apa semalam anda tidur dengan nyenyak?" James hanya mengangguk pelan. " Apa semalam anda bermimpi?" Sambungnya lagi.
James menatap kakak nya yang tetap setia menemani nya di sana. Gusman bahkan tak ada niatan sedikit pun meninggalkan adiknya yang ada di sana. Gusman tetap duduk tenang meskipun dia menguatkan hatinya mendengar semua apa yang akan terbongkar nanti.
" Jangan anggap aku ada di sini James, anggap aku tak ada di sini..." Gusman tau tatapan adiknya yang seakan enggan untuk mengatakan semuanya.
" Lepaskan semua beban yang ada di pundak mu selama ini Tuan, Kakak anda ada di sini memberikan dukungan penuh kepada anda..." Sang Dokter juga mengerti arti tatapan pasien nya.
" Saya bermimpi bertemu seorang yang aku cintai, dia adalah kekasih ku di dunia mimpi ku..." Jawabnya dengan kembali menatap datar.
" Apa mempunyai kekasih di dunia mimpi anda?" James mengangguk dengan tersenyum seakan itu semua adalah kenyataan yang menyenangkan untuk dirinya.
Gusman nampak gusar di buat oleh adiknya, hanya beberapa kalimat yang di keluarkan oleh adiknya mampu membuat Gusman duduk tak tenang.
__ADS_1
" Apa dia cantik?, anda pasti sangat menyayangi nya?" Tanyanya, sang Dokter kini mulai mengikuti arah pembicaraan pasiennya.
" Sangat cantik, kami saling menyayangi, mencintai bahkan dia selalu terima dengan apa yang aku lakukan kepadanya."
" Maksud nya anda juga menyiksa nya di mimpi anda?"
James mengangguk. " Beberapa hari ini dia marah kepada ku karena aku tak menemuinya di mimpi, dia kecewa karena aku ingin sembuh dari ini semua. Dia mengacak tidur ku semalam dan aku harus terpaksa menemui nya dan aku melakukan nya dengan penuh kekerasan."
" Lalu apa dia menerima nya?"
" Tentu karena dia juga suka ketika aku dikasari seperti itu, dia mengimbangi sikap ku yang kasar."
" Jadi dia juga kasar kepada mu?" James mengangguk pelan.
" Aku bahagia dengan nya, aku mencintainya dan dia juga mencintai ku. Kami seakan hidup bahagia selamanya..." Senyum kebahagian nampak nyata di depan mereka semua.
"Aku mencintainya di alam mimpi ku, dan aku terbangun dengan rasa cinta, tetapi kebahagian itu harus terkubur ketika aku sadar bahwa itu hanya mimpi..." Raut senyuman kebahagian tadi begitu saja hilang dari wajahnya.
" Apa anda bisa mengambarkan wanita yang anda cintai?" James hanya diam dengan arti yang berbeda. Tapi dia juga hanya bisa tersenyum di dalam wajah datarnya.
" Saya tidak ingin menunjukan kepada siapapun seperti apa wajah kekasih saya di alam mimpi..." Ucapnya dengan tegas.
James menatap ke arah sang Dokter dengan tatapan penuh arti, sedangkan sang Dokter menatapnya dengan penuh selidik. Kecurigaan yang penuh dengan tanda tanya.
" Saya akan menceritakan kepada anda tapi hanya saya dan anda, saya tidak mau kakak saya ada di sini."
" James kakak harus ada di sini, kakak tak ingin meninggalkan mu sendiri..." Timpal Gusman yang tak ingin meninggalkan adiknya di dalam kamarnya dengan sang Dokter.
" Tapi aku tidak mau bercerita tentang semuanya jika ada Kakak."
" Tuan Gusman, bisakah anda tinggalkan kami sendiri, saya akan menangani kasus adik anda."
" Tidak Dokter saya ingin bersama nya..." Tolak Gusman dengan cepat. Dia akan tetap setia di sini menemani adiknya.
" Tuan Gusman tak semua nya perlu ada ketahui, adik anda memiliki privasi masing masing yang harus dia tutupi. Tuan James merasa malu jika harus bercerita di depan anda."
__ADS_1
" Jika kakak ingin aku sembuh maka tinggalkan kami berdua, aku ingin mengatakan semua kepada Dokter saja."
Gusman menatap ke arah sang Dokter yang mengangguk dengan pelan. Gusman hanya membuang nafasnya dengan kasar ketika sang Dokter menyuruhnya untuk keluar.
" Baiklah aku keluar, tapi aku ada di depan. Jika butuh apapun kamu tinggal memanggil aku."
James serta sang Dokter mengangguk pelan, Gusman dengan langkah beratnya dia meninggalkan kamar itu. Gusman sebenarnya berat hati tapi dia tak bisa berbuat apa apa selain mengiyakan apa yang di katakan oleh mereka. Ruang privasi mungkin James membutuhkan ruang privasi untuk dirinya yang melepaskan beban tersebut.
🥀🥀🥀
" Tante Angel di culik."
Deg!! teriakan dari salah satu teman Angel membuat jantung Violet serta Albert terhenti seketika. Mereka berdua secara langsung menatap ke arah gadis lugu yang memberi tau keadaan Angel yang di bawa oleh seorang.
" Apa?" Violet langsung berlari menuju gadis kecil yan berdiri di depan pintu. " Bagaimana bisa Angel di culik?" Tanyanya dengan gugup.
Gadis itu menceritakan semuanya, Angel yang tadi berlari menghampiri laki laki yang tiba tiba memangilnya. Gadis itu juga mengatakan kepada nya bahwa Angel nampak tersenyum menghampiri orang yang telah membawa nya.
" Al siapa yang membawa Angel?" Tanyanya dengan gugup, badannya bergetar tak karuan air matanya kini menetes seketika.
" Aku tak tau tapi tunggu biarkan aku menghubungi orang orang dulu..." Albert yang langsung menghubungi orang orang nya yang berada di Meksiko. Tapi untuk kesekian kali nya orang orang itu susah di hubungi.
Para orang orang Dio Dello Morte tengah bekerja yang tak ada yang memegang ponselnya. " Sial..." Umpatnya.
" Apa Kak Gusman yang menculik Angel Al?, jika kakak Gusman kenapa dia tak memberi tau aku jika ingin membawa Angel?" Tanyanya dengan derai air mata.
Albert menyentuh pundak kekasihnya. " Sayang tenang dulu, yang terpenting kamu tenang dulu, jika kamu panik seperti ini kita malah susah mencari Angel."
" Nyonya Violet maafkan kami tapi sepertinya para penculik itu tau di mana letak CCTV yang ada di sini, mereka sengaja memunggungi kamera nya..." Ucap sang penjaga yang dari tadi juga panik itu.
" Bagaimana sekolah favorit seperti ini kalian teledor, bagaimana bisa kalian bisa kehilangan anak kecil..." Albert malah berbalik memarahi mereka semua.
" Maafkan kami Tuan, maafkan kami..." Ucapnya mereka dengan merasa bersalah.
" Violet ayo ikut aku, jika kita di sini saja kita tak akan bisa tau di mana Angel..." Violet mengangguk, dia menurut kali ini.
__ADS_1
Rasa bersalah dan menyesal tak ada gunanya sekarang. " Maafkan aku Angel, Mama mohon kembali sayang kamu di mana..." Ujarnya dengan tangisan sedihnya
Sedangkan James kini tersenyum tipis dengan dirinya yang berjalan. " Maafkan aku tapi aku harus pergi..." Ucapnya dengan serius.