
" Atau kau sebenarnya sudah tahu siapa Jennifer?, dan kau sudah menyelidiki semunya sebelum aku menyuruh mu?" Steve langsung tegang ketika bos nya berkata seperti itu. Dirinya hanya bisa diam tak bisa berkata apa apa lagi.
Steve mencoba menutupi kegugupan nya itu. Dia mencoba tenang meskipun hasil nya tetap tak bisa di tutupi dari mata bos nya itu. Zac menatap kegugupan dari wajah tenangnya dari asisten nya itu.
" Kau tahu sesuatu Steve?" Kini Albert menimpali apa yang dari tadi di tanyakan oleh bos nya itu.
" Tidak..." Jawabnya dengan cepat. " Maaf bos tapi saya belum mendapatkan apapun, aku juga tak memiliki kecurigaan dari Jennifer, jadi aku belum menyelidikinya..." Tentu saja Steve berbohong dia tak mungkin mengatakan semua nya sekarang.
" Biasanya kau selalu mencurigai semua orang yang baru di sekeliling kita, sekarang kenapa malah kau tak mencurigai nya?, apa karena dia wanita cantik?" Albert kini menatap teman nya yang wajahnya tetap tenang.
" Karena dia tak membuat aku untuk mencurigai nya, dia juga tak membuat ulah jadi aku belum menyelidikinya..." Steve kini menatap teman nya itu, tapi dia tak berani menatap kearah bos nya yang dari tadi hanya diam tak membuka suaranya sama sekali.
Kini mereka bertiga kembali dengan pekerjaan mereka masing masing. Meskipun dalam satu ruangan mereka kembali fokus dengan dokumen di depan nya itu. Sedangkan Zac masih menaruh curiga kepada asisten nya itu. Meskipun Steve tadi tenang tapi mata elang Zac tentu saja tak bisa di bohongi bawa laki laki itu gugup bukan main ketika di bahas tentang Jennifer.
Bruak!! Pintu yang terbuka di paksa oleh seseorang itu membuat ketiga orang yang ada di sana langsung menatap kearah pintu dengan segera. Steve dan Albert kini langsung berdiri ketika melihat siapa yang datang kesana dengan menatap tajam kearah mereka.
" Zac kau sungguh keterlaluan, kau merusak semua nya yang sudah aku bangun..." Orang itu langsung ingin menyerang Zac dengan tangan kosong nya. Orang itu dengan segera di tangkap oleh Steve serta Albert.
" Lepaskan aku, dasar brengse*, aku akan menghabisi mu Zac..." Teriaknya dengan kencang ketika kedua tangan nya di tahan oleh orang orang itu.
__ADS_1
" Kau yakin ingin menyerang ku?" Zac bersikap tenang dan santai bahkan dia hanya menyandarkan punggung nya itu.
" Lawan aku, aku akan menghajar mu..." Suaranya yang begitu dingin dengan menatap tajam kearah laki laki yang duduk dengan santai di kursinya.
Zac kini berdiri dia melepaskan jas nya dan melempar sembarang arah. Dia juga melepaskan dasinya membuka satu dan dua kancing, menggulung lengan nya itu dengan cepat.
" Lepaskan dia aku ingin bertarung dengan nya..." Albert dan Steve kini melepaskan laki laki itu dengan segera ketika bos nya ingin bertarung dengan nya.
Tangan Zac terangkat memberikan simbol untuk maju menyerang nya dengan segera. Zac kini dapat menghindar pukulan yang di layangkan oleh laki laki yang berkabut amarah itu. Zac kini juga bisa menghindari lagi pukulan yang dia layangkan itu.
Bug! Bug! dua pukulan telak di wajah laki laki itu tak bisa di hindari oleh orang itu, pelipis nya sedikit mengeluarkan darah, bahkan ujung bibirnya juga mengeluarkan darah segar. Orang itu kini kembali menyerang Zac tapi dengan sigap Zac dapat menghindari dengan cepat. Kini Zac kembali menyerang nya dengan liar tak bisa membuat orang itu menghindar.
" Kau lihat dia, dia adalah laki laki yang bersama David..." Bisiknya membuat Jenni kini menutup mulutnya tak percaya.
" Dia Marco, yang ingin merusak di sini?" Balas nya dengan juga berbisik, dia tak menyangka laki laki Marco itu malah bertengkar dengan bos nya di ruangan nya.
" Sebaiknya kau pergi sebelum dia tahu kau di sini, aku tak ingin merusak ini semua..." Jenni dengan cepat berlari meninggalkan ruangan bos nya yang di dalam sedang melakukan pertarungan itu.
Bug! kini Zac tak dapat menghindar wajah nya harus dia relakan mendapatkan bogeman dari laki laki bernama Marco itu. Marco tersenyum sinis ketika tangan nya berhasil menyentuh wajah laki laki yang berkuasa itu. Zac hanya membalasnya dengan tersenyum tipis juga ketika menyadari bahwa wajahnya terkena tangan nya.
__ADS_1
Zac tentu saja tak tinggal diam dia sedikit berlari dengan menendang perut laki laki itu membuat Marco langsung mundur seketika. Zac dengan cepat menyentuh kedua bahu nya dan menyasar perut nya dengan lutut nya berulang kali. Marco tak bisa membalasnya serangan pada perutnya sungguh membuat nya tak bisa berkutik karena terasa sangat sakit. Zac kini melempar Marco ke arah kiri hingga tubuh laki laki itu terbentur meja besar miliknya. Semua yang ada di sana kini berserakan di bawah lantai.
Albert kini melempar tongkat golf yang ada di sebelahnya, dan dengan muda Zac menangkapnya. Kini Zac menghampiri nya dengan membawa sebuah tongkat golf nya itu. Zac dengan cepat menghajar Marco dengan tongkat golf itu dengan membabi buta. Marco hanya bisa meringkuk kesakitan ketika serangan demi serangan kini menyasar tubuhnya. Marco kini dengan cepat menangkis tongkat golf itu, Marco sedikit menendang perut Zac hingga dirinya mundur.
Marco yang kini menyentuh tongkat itu segera menuju kearah Zac dengan ingin memukul tubuh Zac tapi dengan cepat Zac malah berdiri kembali dengan siap menunggu laki laki itu. Zac kini menahan tongkat golf itu ketika tongkat itu terangkat untuk memukul tubuh nya. Kini pandangan mereka bertatapan dengan tatapan tajam nya, mata mereka yang terpancar dengan tatapan dendam yang membara dan dendam yang belum terselesaikan.
Zac dan Marco sama sama menendang hingga membuat mereka mundur dengan seketika. Nafas mereka masih memburu dan tatapan yang begitu sengit untuk mereke berdua.
" Kali ini aku membiarkan mu, tapi tidak untuk lain kali..." Marco kini mengancam nya dengan membuang tongkat itu.
" Kita selesaikan urusan kita yang tertunda, tak perlu nunggu lain kali..." Jawab Zac dengan santai.
" Lain kali kita tidak akan bertarung tapi kita akan bertarung kekuasan. Saat ini kau yang menang tapi tak akan ku biarkan lain kali kau menang dalam kekuasan mu."
" Kau mengibarkan perang dengan ku?, kau yakin ingin menguji kekuasan ku?"
" Kau akan memohon di kaki ku, ku pastikan itu..." Ancaman nya tak membuat Zac takut tentu saja. " Aku akan menghancurkan mu dari dalam, kau akan melihat seberapa liciknya aku dan aku bisa melakukan hal yang tak kau pikirkan selama ini. Kau akan mengakui ku dengan orang yang pandai mengambil semua aset aset milik orang lain dengan kelicikan..." Sambungnya dengan melangkah pergi dari ruangan yang berantakan tak karuan.
Zac terdiam dia tak tahu maksud dari laki laki yang bernama Marco itu, tapi matanya kini menatap kearah Steve dengan tatapan datarnya dan bertanya tentang semua itu. Steve tentu saja menunduk ketika melihat bos nya menatap dirinya.
__ADS_1