Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pengobatan 8


__ADS_3

Albert dan Violet kini menuju ke markas orang orang nya yang ada di Meksiko. Albert paniknya tak bisa di katakan lagi, gadis kecil itu pasti saat ini ketakutan.


Sedangkan Violet dari tadi sibuk menghubungi Gusman tapi laki laki itu tak menjawabnya. Violet kini bertambah panik dengan dirinya yang tak mendapatkan jawaban apapun dari Gusman.


Violet yang dari tadi menangis kini masih saja terus meneteskan air matanya dengan berusaha menghubungi Gusman.


" Tak ada jawaban sama sekali Al, apa yang harus aku lakukan sekarang..." Katanya dengan tangisan.


Wanita itu menangis dengan bingung, dia tak bisa mengatakan apapun kecuali air matanya yang saat ini bicara. Albert tak menjawabnya dia campur kesal dengan rasa paniknya.


Albert hanya diam dia fokus kepada jalannya, kali ini Albert tak bisa untuk tidak melajukan mobilnya dengan cepat. Dia yang harus segera tiba ke tempat Markas.


" Al jawab aku please..." Katanya dengan bingung. Violet juga merasa bersalah karena ini murni kesalahan terbesarnya. Jika saja dia tak memaksa ke Meksiko mungkin ini tak akan terjadi.


" Diam lah Vio, kita harus segera meminta bantuan orang orang ku..." Kepanikan serta ke sinis dar Albert tak bisa di pungkiri, dia yang memang tak menyetujuinya dan dia yang takut terjadi apa apa. Akhirnya apa yang dia takutkan terjadi.


Violet kini hanya bisa diam dia merasa bersalah jika Albert marah kepadanya pun dia harus terima karena memang ini adalah kesalahan terbesarnya.


" Jika terjadi apa apa dengan Angel aku tak akan bisa memaafkan aku hiks hiks..." Ucapnya dengan sisa tangisannya.


" Tak akan terjadi apa apa dengan Angel Vio, aku yakin dia ada di tangan keluarganya jadi dia pasti aman."


" Keluarga?" Violet mengulangi apa yang di katakan Albert.


Drt!! Drt!!


" Kalian di mana kenapa aku menghubungi mu tak bisa dari tadi?" Albert yang menjawab panggilan itu kini segera menyuarakan suaranya dengan nada tinggi.


(....)


" Baiklah, aku ada di Meksiko dan seorang hilang di sini, aku rasa ada yang menculiknya, kalian datanglah kemari."


(.....)

__ADS_1


Ciiiiiiittttttttt !!!! suara rem yang sengaja di injak dengan segera ketika ada sebuah mobil yang tiba tiba menghadang mereka dengan tiba tiba.


" Datanglah aku kemari, aku akan kirim alamat kepada kalian, aku mendapatkan serangan."


(......)


" Al mereka siapa?" Violet tak kalah panik ketika melihat ada beberapa orang yang turun dari mobilnya dengan badan yang begitu besar.


" Kau tunggu di sini jangan keluar."


" Al tidak, ku mohon jangan keluar tetaplah di sini..." Cegahnya dengan cepat. Dia tak ingin Albert keluar dari mobilnya.


" Turun.. jangan jadi pengecut.. Turun..." Teriaknya mereka dengan kencang membuat Violet semakin ketakutan.


" Al jangan turun please, mereka membawa senjata Al..." Katanya lagi dengan penuh permohonan.


" Kamu tunggu di sini, jangan keluar dari mobil. Kunci pintunya, biarkan aku yang menghadapi mereka..." Albert menyentuh tangan wanita itu, mengenggamnya dengan erat.


Tangan Violet kini dingin bagaikan air es yang seperti sengaja di letakkan di es. Tangan nya yang gemetar serta dingin menunjukan dia yang ketakutan bukan main.


Albert menatap mereka dengan tatapan sinis nya dengan menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu dia turun dari mobilnya. Violet kini panik dia mengunci mobil itu seperti apa yang di katakan oleh Albert tadi.


" Apa mau kalian heh?" Albert hanya menyilangkan tangannya di dada menatap satu persatu orang yang sedang berdiri di depannya dengan menantang dirinya.


" Jangan banyak omong."


Bug!! orang itu dengan cepat melayangkan bogem mentah ke arah pipi kanan Albert dengan cepat membuat Albert tak bisa menghindar.


Albert yang masih menahan rasa sakit nya kini di tambah lagi dengan tendangan di ulu hati nya yang cepat dan tepat. Albert tak bisa menghindar ketika serangan demi serangan begitu cepat menyasar tubuhnya.


Violet berteriak di dalam mobilnya dia menangis ketika melihat laki lakinya di hajar secara tiba tiba, tapi apapun itu dia tak bisa berbuat apapun lagi.


Bugh!! bugh!! bugh!! Albert kini berdiri dia dengan cepat membalikan keadaan dia dengan cepat membalas mereka yang tiba tiba menyasar memukulnya tadi. Albert membalas mereka satu persatu dengan sama menghajarnya.

__ADS_1


Lima orang yang tadi menghajarnya kini satu demi satu terjatuh tersungkur di sana dengan kencang. Meskipun ada perkelahian dan ada saling membalas tadi membuat mereka tak seimbang sama sekali.


Lima lawan satu, Albert yang hanya seorang diri kini mundur seketika ketika pukulan pada wajahnya serta tendangan yang kencang.


Violet yang kini segera menghubungi pihak Police dengan paniknya. " Auwh...." Teriaknya ketika kaca yang ada di sebelahnya kini di pukul keras oleh mereka.


Bugh!! pukulan kini kembali di layangkan oleh Albert dia masih saja bisa membalasnya meskipun tenaganya sedikit terkuras oleh mereka. Sehebat orang pasti dia akan kalah dengan orang yang mengeroyok nya. Lima orang melawan satu orang membuat semua orang pasti akan kalah.


Albert yang kembali menyasar mereka kini membuat dia yang tak fokus dengan apa yang ada di belakangnya, dia tak tau jika lawan dirinya juga ada di belakangnya dengan satu orang.


Bugh!!! Albert kini yang di pukul kencang di tengkuk nya membuat dia langsung merasakan sakit pada tengkuknya, sedangkan satu orangnya memukul lutut belakang Albert hingga membuat Albert berlutut dengan segara. Rasa pusing serta rasa sakit kini menjalar ke tubuhnya.


" Albert...." Violet berteriak dengan kencang dia segera membuka pintu mobilnya dia keluar dari sana dengan segera.


Dua orang mereka kini segera menghadang Violet yang ingin menghampirinya. Satu orang yang ada di belakang Albert mengeluarkan rantai yang cukup besar, dengan tak memiliki hati dia membelitkan rantai itu ke arah leher Albert dengan kencang.


" Jangan bunuh dia ku mohon... Tolong... Al... Tolong...." Teriaknya dengan kencang tapi nyatanya tak ada siapapun yang ada di sana.


Meskipun ada orang pun tak ada yang akan berani menolong mereka dengan suka rela.


" Kau cukup berani sudah mengusik kami tapi kamu masih saja berkeliaran di sini dengan seorang diri..." Bisiknya dengan sinisnya.


Sedangkan Albert memberontak tapi dia tak bisa berkutik kedua tangan nya telah di pegang oleh kedua orang dengan kuat, tenaga Albert sudah terkuras nafasnya sedikit tercekik oleh rantai besar itu.


" Lepaskan dia.. Siapa kalian...Lepaskan kami..." Teriaknya dengan kencang.


" Ku mohon lepaskan kami.. kami akan pergi dari sini.. salah kami apa..." Katanya dengan sisa air matanya.


Tap!!


Tap!!


Tap!!

__ADS_1


Suara sepatu yang turun dari mobil membuat Violet segera menatap ke arahnya dengan dia yang tertegun. Jantungnya berdetak tak karuan, tenaganya seakan lemas tak berdaya ketika melihat siapa yang berdiri dengan tawa yang sinis di sana.


__ADS_2