
Valarie kini akhirnya bisa keluar dari sangkar dari suaminya, semenjak dia menikah dia tak di perbolehkan keluar. Rasanya wanita itu seperti memiliki kebebasan lagi meskipun dia harus di kawal oleh beberapa orang serba hitam, itu tak masalah baginya asal dia bisa keluar dari rumah nya, dia terlalu bosan jika terus menunggu suaminya pulang kerja dan tak melakukan aktifitas apapun.
" Akhirnya aku bisa menghirup suasana rumah ku lagi dengan senang..." Valarie memutar badannya merentangkan tangan nya untuk menikmati udara di sekitar taman nya yang selalu indah dan rapi itu.
" Nona selamat datang..." Seorang pembantu menyambutnya ketika dia berputar putar di taman itu.
Valarie hanya tersenyum senang, dia bisa datang ke rumah ini dengan rasa yang bahagia tak perlu ada yang dia takutkan atau rasa takut jika kakaknya marah padanya.
" Neni, aku merindukan mu..." Valarie itu langsung memeluk pembantu wanita tua itu, Neni yang selalu menemani nya dari kecil karena sang kakak sendiri jarang pulang ke rumah ini, karena sang kakak sering berada di dalam rumah dinas nya yang tak jauh dari tempatnya berkerja.
" Nona selamat dengan status anda yang baru, saya baru tahu kemarin kalau nona sudah menikah..." Mereka melepaskan pelukan itu dan berjalan beriringan masuk ke dalam. " Saya harap nona selalu bahagia dalam keadaan apapun dan bahagia dengan pernikahan anda nona dan cepat mendapatkan anak anak yang lucu.
" Terima kasih Neni..." Katanya dengan senyum yang mengembang dari tadi.
" Apa nona bahagia dengan pernikahan ini, maafkan saya jika saya bertanya seperti ini nona, saya hanya merasa khawatir dengan anda..." Wanita tua itu kini merasa khawatir kepada nona nya, dia tahu bagaimana nona nya karena nona nya belum pernah merasakan pacaran tapi tiba tiba dia menikah.
" Saya bahagia Neni, dia laki laki baik, dia memperlakukan aku dengan baik, dia adalah pilihan ku Neni, jadi aku bahagia dengan pernikahan ini..." Sang pembantu itu ikut tersenyum dan bahagia mendengar celoteh nona muda nya yang menceritakan suaminya yang selalu bersikap lembut dan penuh kasih kepada nya.
Sang Neni itu bahagia jika nona muda nya bahagia, dia bernafas lega sekarang bisa melihat pancaran kebahagian yang sungguh nyata di wajah nona muda nya itu. Gadis kecil yang dulu dia rawat kini tumbuh menjadi wanita yang hebat dan sudah menikah dengan laki laki yang dia cintai. Sang neni menatap wajah gadis yang dulu dia rawat kini selalu memancarkan kebahagian yang nyata di wajah ayu nya.
" Di mana kakak?, aku tak melihatnya?" Mata wanita itu menatap sekeliling rumah itu tapi tak menemukan sang kakak yang dia rindukan
__ADS_1
" Tuan muda berangkat bekerja nona..." Vak kini mengangguk mengerti, dia tak bisa bertemu dengan kakaknya hari ini, padahal dia Sangat merindukan kakak nya, sejak kejadian Penculikan itu mereka tak pernah bertemu lagi.
Suara pukulan yang mengenai angin membuat wanita itu mengerutkan keningnya, tapi dia tak memiliki pikiran yang tidak tidak karena dia yakin bahwa tak ada siapa siapa di rumah itu. Tapi suara itu semakin terdengar jelas.
" Apa ada orang lain selain aku dan kakak yang di sini?" Wanita itu menatap pembantunya yang tersenyum ketika nona mudanya bertanya hal itu.
" Nona tuan muda membawa wanita untuk tinggal di sini..." Bisikan dari Neni itu membuat Val melotot tak percaya.
" Wanita?, di sini?" Val yang tahu kakaknya tak pernah memperlihatkan kekasihnya tiba tiba dia mendengar bahwa kakaknya telah sengaja mengajak wanita lain tinggal di rumahnya ketika dirinya sudah tak tinggal di sini.
" Suhu cantik itu ada di taman belakang nona..." Valarie menatap Neni nya dengan tanda tanya, tapi Neni hanya mengangkat bahu nya karena memang tak mengerti.
Val yang berjalan menuju taman itu di buat sangat penasaran karena nama panggilan yang unik bagi nya. Suhu bukan kah artinya Guru, jadi dia guru atau kekasih kakak. Batin Valarie ketika berjalan.
Val di buat tercengang tak percaya ketika melihat wanita yang sedang berlatih dengan lincah itu, bahkan Val seperti limbung serta mundur seketika, dia tak percaya siapa yang dia lihat, wanita yang dia tahu, wanita yang dia kenal kini tengah berada di depannya, tinggal di rumahnya dan sang kakak yang mengajak tinggal bersama.
" Suhu, selamat tinggal di rumah kami..." Valerie segera menyapa wanita itu ketika dia bisa mengontrol keterkejutannya.
Suhu cantik itu dengan segera menoleh ke arah suara yang memanggil nya, dia menghentikan latihannya yang selalu dia lakukan.
__ADS_1
" Nona Valarie..." Liriknya dengan malu, dia tak tahu bahwa adik dari laki laki itu kini berdiri tak jauh dari tempatnya.
" Apa kabar nona?" Suhu itu canggung dia rak tahu harus berkata apa di depan wanita itu.
" Saya baik Suhu, jangan canggung pada ku..." Valarie tersenyum untuk memecahkan kecanggungan di antara mereka.
" Sejak kapan tinggal satu atap bersama kakak?" Kini mereka berdua duduk di kursi yang tak jauh dari taman itu, bangku yang dia gunakan untuk mencumbu kemarin.
" Kemarin, tapi ini tak seperti yang kamu kira. Aku dan kakak mu tak ada hubungan apapun, aku di sini hanya untuk bersembunyi sementara waktu..."Suhu itu dengan cepat menjelaskan semuanya, Valarie hanya menatap wanita itu dengan tak mengerti.
" Bersembunyi?" Valarie mengulangi kata kata itu. " Dari siapa anda bersembunyi?" Valarie bingung dengan kata kata Suhu cantik itu. Valarie memang tak tahu apapun tentang hal ini.
" Nona jika anda tak tahu, saya tak berhak memberi tahu..." Jawabnya dengan sopan.
" Lalu siapa yang akan memberi tahu ku?" Suhu itu hanya tersenyum melihat wajah kebingungan dari nona muda nya itu.
" Suatu saat nanti anda pasti akan tahu nona, tapi mungkin sekarang waktu nya belum tepat anda tahu semua nya nona..." Valarie kini malah menatap pelatih cantik itu dengan tatapan penuh curiga, tapi juga sekaligus dengan tatapan bingung nya, dia penasaran kenapa wanita itu ada di rumah nya dan sang kakak mengenalnya lalu kata kata bersembunyi itu sangat menganggu pikiran nya.
" Baiklah Suhu aku ke kamar dulu, ada beberapa barang yang harus aku ambil..." Suhu itu tersenyum dan mengangguk sopan. " Jangan sungkan anggap saja di rumah sendiri..." Valerie kini melangkahkan kaki nya meninggalkan wanita bertato itu tetap di sana, sedangkan Valerie masih berpikir keras tapi dia tak menemukan jawaban dari kata kata bersembunyi'.
__ADS_1