Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terkuak 3


__ADS_3

Dengan susah payah Hugo berdiri, dia tersenyum penuh kemenangan saat tahu Zac tak bisa berkutik sama sekali. Suara tamparan serta suara teriakan pelan dari istrinya membuat laki laki itu langsung terdiam seketika dia menghentikan aksi nya itu, dia berdiri tak bisa melakukan apa apa lagi.


" Kerja yang bagus..." Katanya dengan memegang leher nya yang terasa sakit karena cekikan kepada leher nya tadi.


Hugo tertawa puas melihat laki laki itu tak bisa berbuat apa apa. Bug!! satu pukulan di wajah Zac tetap membuat Zac tak bergeming di tempatnya. " Kau ingin membunuh ku..." Katanya dengan memukul wajah Zac lagi.


Bug!! pukulan nya lagi tetap tak di balas oleh laki laki yang tetap berdiri dengan tegap.


" Zac..." Desis nya dengan pelan. Wanita itu sedih karena gara gara dia tak bisa berkutik seperti ini. Val mencari akal agar dia bisa keluar dari situasi seperti ini.


Bug! Bug! dua pukulan yang di wajah Zac akhirnya dapat mengeluarkan darah dari ujung bibirnya. " Zac.. lawan.. ku mohon..." Teriaknya dengan tak tega.


" Diam.. jika kau macam macam.. leher mu akan tergores..." Orang yang menodongkan pisau itu kini mengancam nya dengan penuh penekanan.


Hugo kini menghajar Zac dengan tangan nya, Zac tak melawan nya dia menerima pukulan itu agar istrinya tak terluka sama sekali. Bug!! tendangan yang di berikan oleh Hugo membuat laki laki gondrong itu mundur seketika dan menabrak dinding yang ada di belakang nya. Zac terduduk di lantai dengan menahan rasa sakit pada perutnya.


" Zac bangun.. jangan jadikan aku kelemahan mu honey.. jadikan aku kekuatan mu.. aku mohon please.. lawan dia sayang.. bangun..." Val berteriak dengan air mata nya yang sudah menetes, dia tak tega melihat suami nya seperti itu, suami nya yang kuat kini harus lemah karena ulahnya.


Zac terdiam dia hanya masih menahan rasa sakit nya, rasa sakit pada lengan nya yang begitu terasa membuatnya susah untuk berdiri karena merasakan sakit. Darah keluar deras merembes di lengan nya.


Ahhhh... teriakan Zac ketika lengan nya sengaja di remas oleh Hugo, dia tersenyum penuh kemenangan ketika melihat musuh nya merasakan sakit. Teriakan suami nya begitu menyayat hati Valarie, dia memejamkan matanya dia tak tega melihatnya seperti itu.


" Honey.. lawan dia.. aku mohon..." Teriaknya dengan tangisan yang histeris.

__ADS_1


" Kau ingin membunuh ku he, kau yang akan mati di sini..." Senyum kemenangan yang di tampakkan oleh Hugo begitu mengejek di mata laki laki itu.


Valarie mencoba berdiri dengan secara terpaksa dia tak tega, dia berdiri secara tiba tiba membuat orang yang di belakang nya dagu nya mengenai kepalanya, hingga membuat nya mundur dengan menyentuh dagu nya yang terasa sakit. Val berlari dengan membawa kursi yang ada di tubuhnya. Dia menendang punggung Hugo yang membuat laki laki itu tersungkur seketika.


" Honey..." Zac menyentuh pipi Val dengan lembut.


" Aku mohon bangun honey, lawan dia. Jangan jadikan aku kelemahan mu, jadikan aku kekuatan mu, tak akan terjadi apa apa, dia akan menikahi ku jika kau mati.. aku mohon..." Katanya dengan air mata yang menetes, air mata nya sudah membasahi pipinya. " Lawan dia ku mohon..." Sambungnya dengan menatap wajah suaminya.



" Kenapa kita belum sampai Steve..." Jonathan juga panik ketika mereka dari tadi tak tiba tiba di tempat Zac berada.


" Maafkan bos memang yang kita tuju sangat jauh..." Steve juga panik, tapi dia tak memperlihatkan nya karena dia juga takut semua orang yang di sana juga tambah panik.


Sedangkan di tempat lain seseorang keluarga nya dari Hugo juga panik ketika mengetahui rencana yang dia rencanakan Hugo itu.


" Kenapa kalian baru memberi tahu ku masalah ini..." Laki laki itu panik dia berjalan cepat untuk mencegah apa yang ingin saudara nya itu lakukan.


" Kita tak bisa berkutik tuan, semuanya sudah fi atur dan semuanya sudah terjadi. Kita tak akan bisa berbuat apa apa. Tuan Hugo sudah berhasil menyekap nona Valarie..." Laki laki yang mengikuti langkahnya menjelaskan dengan cepat.


" Kau tahu di mana mereka?" Tanyanya ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil.


" Saya tahu tuan."

__ADS_1


" Cepat bawah aku ke sana, aku tak ingin kehilangan keluarga ku lagi karena kebodohan nya..." Ucapnya dengan rasa gusar. Dia tak ingin kehilangan anggota keluarga nya lagi, sudah cukup kelompok mafia itu yang membuatnya tak memiliki siapa pun dia dunia ini.


Kenapa kau bodoh Hugo, sudah ku katakan akhiri balas dendam ini, jangan kau lanjutkan lagi, kenapa masih saja kau bersikap seperti ini. Batin laki laki itu dengan rasa penuh khawatirnya. Apa yang harus aku katakan pada kedua orang tua mu jika terjadi apa apa dengan mu, kau memang selalu cari gara gara dari dulu. Laki laki itu tak habis pikir jika saudara nya bisa melakukan hal itu. Balas dendam pada kelompok mafia itu percuma karena kekuatan nya tak bisa ada yang menandingi nya.


" Lindungi mereka semua Tuhan, jangan biarkan mereka terluka.. aku mohon..." Cla berdoa untuk keselamatan mereka semua.


" Tuhan aku mohon kasihanilah Zac dan Val, mereka baru saja menikah, biarkan mereka bahagia jangan biarkan mereka terluka sedikit pun, aku mohon lindungi mereka semua. Mereka bertarung untuk menyelamatkan sepupu kami yang di bawah kabur oleh penjahat. Jika mereka membunuhnya tolong maafkan mereka semua Tuhan..." Liriknya dengan pelan.


" Kita hanya bisa berdoa saat ini Jovanka..." Cla menyentuh tangan sahabatnya yang sudah dia anggap saudaranya sendiri.


" Aku harap tak akan terjadi apa apa kepada mereka semua..." Mereka berdua sama sama mengangguk pelan, saling memberikan kekuatan dan saling berdoa untuk keselamatan mereka semua yang sedang bertarung saat ini.


" Aku yakin Dio Della Morte pasti akan bisa melawan nya..." Suhu cantik itu menimpalinya dengan berjalan menuju ke arah wanita cantik yang sedang gelisah.


" Suhu kau tak apa?" Jovanka kini bertanya ketika melihat Suhu itu berjalan dengan santai menghampirinya.


" Aku sudah tak apa Nyonya, aku akan menyusul mereka semua."


" Tidak Suhu, kau masih terluka bagaimana kau akan pergi menyusul mereka..." Cla menghalangi wanita itu yang ingin berjalan lagi.


" Tidak nyoya Cla, aku baik baik saja. Aku sudah bisa melawan mereka, ini luka kecil tak jadi masalah bagi ku. Perang adalah hal langkah bagi kelompok kita, tangan ku dan kaki ku sudah merasa gatal."


" Tidak Suhu..." Suhu cantik itu tak memperdulikan larangan dari kedua wanita itu yang berteriak memanggil nya. Suhu itu hanya melambaikan tangan nya meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2