Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Liburan 2


__ADS_3

Kini mereka semua telah berada di pinggir pantai dengan tawa yang lepas karena kebahagian yang begitu nyata untuk kelompok mafia yang selama ini tak pernah mengalami kebahagian. Mereka selalu melakukan pertempuran dengan darah kini dengan bos nya yang berbaik hati mereka melakukan liburan yang begitu menyenangkan karena mereka lepas dari kejahatan yang mereka alami.


Kini Abhi dan Monica hanya saling berjaga jarak di antara para mereka semua, Abhi yang ingin memperlihatkan bahwa dirinya memiliki wanita itu harus menelan ludah kasarnya ketika menatap tatapan sengit dari wanita nya yang menolak untuk memarkan kemesraan nya di depan semua orang yang ada di sana. Meskipun semua orang sudah tahu seperti apa hubungan kedua orang itu.


" Lu baik?" Albert kini berbisik pelan ketika melihat Suhu nya pergi dari duduknya.


" Baik, kenapa emang nya?" Abhi malah menatap Albert dengan bingung. Padahal seingat nya dia tak ada luka lebam di sekitar wajahnya.


" Aku kira dia akan mengajar mu di dalam kamarnya..." Abhi melotot ketika Albert tahu bahwa dirinya semalam ada di kamar wanita itu.


" Kamu tahu, astaga."


" Pelan kan suara kalian agar tak ada yeng mendengar nya, dasar, Ch..." Timpal Steve yang duduk di sebelah Abhi, kini Abhi bukannya malu hanya tersenyum kuda tanpa merasa bersalah.


" Lu gak kasihan pada kita yang tak membawa pasangan..." Albert kini menatap Steve sedangkan Steve menatapnya dengan tatapan datarnya.


" Kalian membicarakan apa?" Suhu itu datang dengan membawa makanan yang akan di makan hari ini.


Steve melihat bos nya kini datang ke sana dengan Andre serta para pengawal yang lain nya di belakang. Steve segera menghampirinya, menyambut kedatangan bos nya yang berada di kedai tempat mereka makan pagi ini.


" Selamat pagi bos..." Sapa Albert dengan sedikit membungkuk sedikit.


" Hmm..." Zac hanya membalas bergumam nya dengan pelan, tangan Zac tetap merengkuh pinggang istrinya dengan mesra.


" Bos meja anda ada di sana?" Monica kini sudah menyiapkan meja di sebelah mereka.


" Tidak aku dan suami ku akan bergabung dengan kalian saja..." Zac menatap istrinya yang tak percaya bahwa dia ingin bergabung di sana, di tempat meja yang sama dengan orang orang nya.


" Sayang kau yakin?" Tanyanya.

__ADS_1


" Pasti seru jika bergabung dengan mereka sayang, tak ada masalah bukan jika kita gabung di sini. Apa mereka keberatan?" Mata Val kini menatap kearah Monica yang tadi sudah menyiapkan meja yang lain untuk dirinya.


" Tentu saja tidak bos, silahkan duduk jika begitu..." Monica dengan cepat mempersilahkan kedua bos nya duduk di sana.


Kini mereka semua makan dengan tenang, hanya ada suara sendok dan piring yang terdengar. Tak ada pembicaraan di sana, semuanya terasa canggung dengan keberadaan bos wanita nya itu.


Semua orang yang di sana bisa melihat seberapa besar cinta Singa kepada istrinya itu. Senyuman serta tatapan hangat dari kedua nya membuat semua iri ingin mendapatkan cinta seperti mereka berdua.



" Suhu aku ingin berlatih lagi dengan mu?, bisakah kita kembali berlatih?" Val memecahkan kecanggungan yang dari tadi menyelimuti tempat mereka makan.


" Sayang nanti kulit mu akan rusak jika berlatih Kung Fu atau menembak..." Semua orang yang di sana terdiam ketika Singa itu hanya bicara dengan suaranya begitu lembut.


" Honey tak apa, aku ingin berlatih dengan nya. Pasti akan seru jika aku ikut dalam pertempuran kalian lain waktu, aku tak ingin hanya kau sembunyikan di dalam kamar seperti kemarin..." Semuanya hanya bisa diam mereka tak ada yang berani berbicara atau membuka suaranya.


Zac menghela nafasnya melihat sang istri seperti itu. " Baiklah kau boleh latihan bersama Suhu..." Akhirnya dia mengalah, Val tersenyum dengan senang akhirnya sang suami mengijinkan nya. Val mencium pipi suaminya dengan senang.



" Suhu kapan kita mulai berlatih?" Tanyanya dengan semangat.


" Setelah pulang dari sini Nyonya..." Suhu itu sebelum menjawabnya dia melihat ke arah bos nya yang mengedipkan mata nya untuk menyetujui apa yang di inginkan istrinya itu


Kini mereka berbincang bincang ringan, tak ada pembicaraan bisnis ataupun masalah, mereka hanya membahas candaan yang mengalir di sana, tawa di sana mengalir. Mereka begitu tulus melemparkan canda tawa yang ada di meja itu.


Mereka tertawa lepas dengan mereka rasa bahagia yang mereka rasakan. Mereka belum pernah merasakan tawa yang begitu tulus, mereka belum pernah merasakan kebahagian yang belum pernah mereka rasakan selama ini.


Selama ini mereka hanya bergelut dengan pistol ataupun pisau, bahkan mereka hanya akan saling bergelut dengan darah.Tapi hari ini mereka merasakan kebahagian yang belum pernah mereka rasakan selama ini.

__ADS_1


" Steve kau sudah membersihkan markas kita yang baru?" Zac kini membuka suaranya dengan bertanya tentang markas barunya.


" Belum bersih bos."


" Sementara kalian tinggal lah di rumah ku, rumah ku sepi tak ada siapa pun..." Timpal Abhi.


" Kau yakin kita akan tinggal di sana?" Andre kini menatap Abhi.


" Hmmm.. rumah ku cukup besar bukan, bisa untuk menampung kalian di sana."


" Tapi kita banyak tak hanya ini saja, anggota kita banyak, rumah mu tak cukup untuk menampung kita semua..." Suhu itu kini menimpalinya.


" Pasti cukup, kau dan kakak Abhi bisa satu kamar sedangkan yang lain bisa menempati kamar yang kosong..." Perkataan Val membuat wajah Suhu itu memerah seketika, Abhi terdiam seribu bahasa ketika adiknya harus berterus terang di depan banyak nya orang yang ada di sana.


" Anda benar Nyonya..." Senyum meledek dari Albert kini mendapatkan tatapan kematian dari Suhu dan Abhi. " Kalian bisa tinggal satu kamar dan kita bisa mencari kamar yang kosong..." Sambungnya, bukannya takut tapi malah menambahi bumbu di pembicaraan bos wanitanya.


" Di belakang rumah tamannya cukup luas untuk kita berlatih Suhu..." Val kini kembali menyasar ke arah Suhu cantik itu, dia tak sadar bawa ucapannya membuat wanita bertato itu malu bukan main.



" Baik Nyonya, kita akan berlatih di taman belakang rumah anda..." Jawabnya dengan gagap. Dia terlalu malu jika semua orang mengetahui apa yang dirinya dan Abhi lakukan.


" Ayo main air ke pantai honey, aku ingin bermain di pantai..." Val mengajak sang suami yang dari tadi hanya diam di sana.


" Baiklah ayo..." Zac kini berdiri dengan mengapit jemari istrinya, berjalan menuju ke arah air laut yang ada di depannya.


Kini Andre serta beberapa orang yang ada di sana juga mengikuti langkah bos nya itu, tanpa di suruh pun mereka sudah tahu tugas apa yang harus mereka lakukan.


Sedangkan dari jauh orang orang nya yang berpakaian biasa sudah berjalan jalan di sekitar sana, memastikan untuk kesekian kalinya tempat itu aman dari para musuh yang mengintai mereka kapan pun.

__ADS_1


__ADS_2