
“ selamat pagi semuanya, aku dosen pengganti yang mengantikan dosen lama kalian..” ucap laki laki yang kini berdiri didepan.
“ wow, dosen nya cakep abis, jika dosen nya anda kita akan betah di kelas anda..” ucap salah satu mahasiswa.
Laki laki itu hanya tersenyum menanggapi semua mahasiswa perempuan yang bicara. “ baik kalian bisa memanggil saya sir alex..” ucapnya dengan tersenyum. Laki laki tersebut melihat semua mahasiswa yang dari tadi menggodanya, dan matanya tertuju pada satu mahasiswa yang sedang menunduk membaca sebuah buku. “ hari ini kalian harus prestasi jadi siap kan materi kalian, saya akan memanggil kalian satu satu..” sambungnya dengan mengeluarkan buku panjang.
Ariana menyenggol lengan cla yang dari tadi sibuk dengan materi presentasinya. “ apa si, aku masih menghafal..” ucapnya dengan tak peduli ariana yang terkejut.
“ lu harus lihat dosen baru kita cla, aku yakin lu akan terkejut..” jawabnya dengan masih terkejut.
“ diam lah ariana..” katanya dengan tetap fokus.
Kini sir alex sudah mulai memanggil nama satu satu mahasiswa yang akan melakukan prestasi, satu kelas akan di bagai kita kelompok untuk melakukan prestasi, dan kebetulan hari ini giliran cla yang melakukan prestasi materinya. Mahasiswa yang lain maju sesuai nama yang telah di panggil oleh sir alex.
Alex tersenyum ketika melihat nama di sana yang akan dia panggil, bahkan dari tadi wanita yang di perhatikan tak melihat kearahnya dia fokus dengan materi yang di baca didepan nya.
“ amora clarissa keddrix silahkan maju ke depan..” panggilan alex membuat wanita tersebut menatap ke depan, dengan sedikit terkejut cla terdiam, melihat dosen baru nya adalah laki laki yang dia jumpai di klub malam beberapa minggu lalu.
“ lu gak bilang kalau dosen..” bisik ke ariana.
“ aku sudah bilang, lu yang gak mau lihat..” jawab ariana dengan juga berbisik.
“ siapa yang bernama amora clarissa..” katanya dengan berdiri. Dan semua mahasiswa yang lain melihat kearah cla yang masih terduduk di sana.
“ sana maju..” senggolan ariana membuyarkan lamunannya.
Mau tak mau cla harus maju ke depan, mempresentasikan apa yang sudah dipelajari dari tadi. Cla maju dengan gugup bukan main, bahkan jantungnya sudah ingin melompat dari tubuhnya. Sedangkan alex hanya tersenyum menatap wajah wanita yang beberapa minggu ini berada dipikiran nya.
__ADS_1
“ silahkan..” alex mempersilahkan cla untuk mulai materi nya. cla dengan sedikit gugup mempresentasikan semua materi nya, dengan suara yang bergetar dan gugup bukan main. Semua mahasiswa mendengarkan dengan teliti, mencatat apa yang perlu.
Dipertengahan bahan materinya cla terdiam, ia lupa dengan apa yang harus di bahas selanjutnya. Pikirannya tiba tiba kosong karena sempat melihat dosen nya tersenyum tipis.
‘ sial’ batin cla dengan mengusap wajahnya.
“ lanjutkan kenapa terdiam, apa sudah habis materinya..” alex bicara dengan dingin. Bagaimana pun dia harus menjaga nama nya di depan mahasiswa yang lain.
“ sorry sir i forget..” jawaban cla membuat semua mahasiswa sedikit terkejut. Pasalnya ini yang pertama cla melupakan materi nya, padahal cla adalah mahasiswa yang begitu pintar di kelas ini.
( maaf pak saya lupa )
“ forget you said?” balas alex dengan menyenderkan punggung nya ke kursinya. “ here your score is the best, but it looks like you want to make your score bad with your own actions..” sambungnya dengan menatap kearahnya.
“ maafkan saya sir, tapi saya benar benar lupa..” jawabnya dengan pelan.
“ nilai kamu akan ku beri C, dan temui saya nanti di ruangan saya..” perintahnya dan di angguk cla. “ duduklah..” perintahnya lagi. Alex berdiri dengan memasukan tangan satunya ke saku celananya. “ kalian harus dengar baik baik, saya tak akan mentolirasi nilai jika kalian tak sungguh sungguh dalam kelas saya, saya bahkan akan mengusir kalian dalam kelas saya jika kalian terlambat datang ke kelas saya, kalian dengar..” sambungnya dengan suara pelan. Para mahasiswa yang lain berbisik pelan.
“ kau kenapa bisa lupa..” bisik nya dengan pelan.
“ pikiran ku kosong..” ucapannya berbarengan dengan suara kelas selesai. Semua mahasiswa bubar dengan sendiri sendiri.
“ amora clarissa saya tunggu di ruangan saya..” katanya dengan dingin.
“ baik sir..” jawab cla dengan pelan. “ aku temui dia dulu..” katanya dengan berdiri.
“ aku tunggu di kantin..” ariana juga mengikuti langkah cla tapi tujuan mereka berbeda.
__ADS_1
Cla yang berjalan dengan sedikit terburu dan hampir tiba didepan pintu sang dosen. Bruak !! “ auww..” teriakan pelan cla ketika dia bertabrakan dengan seseorang.
“ sayang kamu gak apa apa, maafkan aku..” katanya dengan membantu cla berdiri.
“ hans, kau tak bisakah berjalan lebih hati hati..” marahnya cla, karena pantatnya terasa sakit harus mendarat di lantai.
Hans tak memperdulikan amukan cla, hans segera memeluknya dengan erat, mencium aroma parfum dari sang wanita yang dia rindukan. “ hans lepaskan, banyak yang lihat..” berontak cla tak di hiraukan oleh hans, malah hans semakin memeluknya dengan erat. “ hans..” bentaknya.
“ aku merindukan mu, biarkan seperti ini dulu. Biarkan orang melihat aku tak peduli..” ucapnya dengan suara benar benar pelan. Cla akhirnya terdiam meskipun dia tak membalas pelukannya hans.
Banyak yang melihat adegan pelukan tersebut, bahkan didalam ruangan pun juga melihatnya, alex melihatnya dengan rahang yang mengeras. “ apa dia kekasihnya?” tanyanya pada dirinya sendiri.
Hans melepaskan pelukannya menatap lekat wajah cla. Menyentuh wajah cla dengan lembut. “ maafkan aku..” katanya lalu mencium kening cla yang kemudian meninggalkan cla yang terdiam di sana.
“ dia yang buat salah dia yang menyesal aneh..” katanya dengan berjalan menuju ruangan dosen nya.
Cla berdiri didepan pintu ruangan sang dosen dengan jantung yang kembali berdetak cepat, jika jantung tak ada di dalam mungkin bisa di pastikan sang jantung akan lompat dari tubuhnya.
Tok
Tok
“ masuk..” suara kerasnya membuat cla tambah gugup. Cla membuka pelan pintu dan menutupnya kembali. Yang pertama cla lihat adalah sang dosen dengan mengetik sesuatu di laptopnya dengan kaca mata putih yang bertereng di hidungnya. Cla berjalan mendekat dan berdiri di depan meja.
“ duduklah sebentar..” katanya dan cla duduk di sofa tersebut. Cla mengotak atik ponselnya, melihat akun sosmed nya. sedangkan alex masih meneruskan tugasnya yang didalam laptop.
Alex melihat cla yang terduduk di sana tanpa merasa bersalah, bahkan nilai C tak pengaruh pada dirinya. Dia tetap asik dengan ponselnya bahkan cla tak sadar bahwa dirinya tengah ditatap oleh sang dosen.
__ADS_1