
Beberapa minggu sudah terlewatkan begitu saja, kebersamaan laki laki misterius itu bersama Angel telah terjalin seperti sepasang kekasih yang selalu bertemu tanpa ada jeda hari sama sekali.
Pertemuan yang selalu rahasia kini membuat mereka merasa aman dan nyaman meskipun laki laki itu harus mengeluarkan banyak uang untuk menemui wanita pujaan hatinya itu tak membuat laki laki itu masalah.
Yang ada di pikiran nya saat ini adalah wanita yang saat ini menghiasi hati nya. Hati yang gelap dan sepi kini terisi semenjak kehadiran wanita nakal yang bernama Angel. Status nya tak membuat masalah bagi nya, hanya dia yang tahu bahwa itu hanyalah status yang tak perlu di permasalahan nya.
" Kau tahu aku sangat bahagia bersama mu akhir akhir ini..." Angel yang berbaring di sebelah laki laki itu menjadikan lengan laki laki itu bantal ternyaman.
" Tak hanya kamu yang bahagia sayang, percayalah aku juga sangat bahagia bersama mu..." Balasnya dengan mencium kening wanita itu.
" Tapi apakah tak masalah uang mu harus terbuang sia sia dengan terus menemui ku seperti ini?" Angel merasa tak ingin memanfaatkan laki laki yang benar benar tulus mencintainya.
" Tak ada apapun yang sia sia Angel, uang masih bisa aku cari. Mintalah cuti dua atau tiga hari untuk tidak bekerja dulu, aku selama tiga hari akan ada perjalanan bisnis jadi kamu harus cuti dari sana."
" Tapi tak akan semuda itu aku mengambil cuti, apalagi aku masih anak baru di sana..." Memang benar anak baru di dunia malam tak bisa seenaknya mengambil cuti libur untuk dirinya.
" Nanti aku akan menghubungi bos mu dan mengatakan semuanya, kamu adalah orang spesial ku dan aku adalah tamu VVIP nya sekarang jadi aku bisa menyuruh mu untuk tidak bekerja selama aku tak ada di sini."
" Apa kau yakin bisa seperti itu?" Angel takut bahwa apa yang di katakan oleh laki laki itu tak bisa di lakukan.
Laki laki itu menatap mata wanita yang saat ini sedang menatapnya juga dengan penuh rasa cemas. " Apapun bisa kita beli dengan uang kita sayang, uang akan bicara nanti jadi jangan cemas."
__ADS_1
Angel merasakan ada ketenangan dan rasa yang sungguh nyaman setiap laki laki itu mengatakan semuanya. Entah kenapa setiap yang di bicarakan oleh nya Angel selalu percaya dengannya.
" Aku percaya pada..." Angel kembali memeluknya dengan erat.
Dia merasakan kenyamanan ketika berada di dekat laki laki ini, rasa getaran kecil itu kini semakin berdebar tak karuan ketika dekapan hangat serta perhatian perhatian kecil yang selalu di berikan oleh laki laki ini. Angel merasakan damai dan tak memiliki ketakutan sama sekali ketika berada di sisi laki laki ini.
Amel/Angel
" Setelah nanti pulang dari perjalanan bisnis aku akan menemui bos mu dan aku akan menebus mu dari sana setelah semuanya beres aku akan menemui kakak mu untuk meminta izin untuk menikahi mu."
" Kau tak mau dengan apa yang aku katakan?"
" Bukan tak mau tapi aku tak yakin jika itu akan muda. Maksud ku orang orang itu akan melepaskan ku begitu saja, kau tahu maksud ku bukan?"
" Angel sudah ku katakan biarkan uang yang bicara jangan cemas berlebihan oke, semuanya biarkan aku yang mengurusnya, kau tinggal siapkan dirimu saja."
" Tapi aku tak yakin dengan semuanya, ini semua tak akan muda aku yakin akan banyak halangan yang akan kita temui di depan sana."
" Apapun yang akan kita hadapi di depan sana asal kau dan aku bersama kita akan melewatinya dengan sama sama. Kita akan selalu bergandengan tangan untuk menghadapi dunia yang kerasa ini."
__ADS_1
Mata Angel berkaca kaca dengan rasa yang sangat terharu bagaimana bisa ada laki laki yang sangat tulus mencintainya hingga mau berkorban seperti ini.
" Apa aku pantas bersanding dengan mu yang seperti malaikat ini? aku hanya wanita yang terjerumus di dunia kotor dan kau yang menolong ku."
" Aku tak seperti malaikat seperti yang kau katakan Angel, semua orang pernah terjerumus kedalam lubang kesalahan, tak hanya kamu yang pernah jatuh aku juga pernah jatuh tapi tergantung kita mau keluar atau tidak dari sana. Aku mencintai mu bukan mencintai status mu yang kau bilang tadi jangan katakan kau hina, tak ada orang hina di dunia ini..." Ujarnya dengan lembut membuat wanita mana saja pasti akan bertekuk lutut di depannya saat ini.
Angel tak berkata apa apa selain hanya bisa masuk ke dalam pelukannya dengan air mata yang menetes. Dia yang merasakan keberuntungan saat ini seakan merasa tak sabar hidup bersama orang yang dia cintai.
" Terima kasih terima kasih, andaikan aku tak bertemu dengan mu mungkin saat ini apa yang telah aku jaga akan hilang sudah di ambil orang, tapi kamu yang merelakan uang mu sia sia dengan memesan ku dan tak ada niatan sekali menyentuh ku. Aku sangat beruntung bertemu dengan laki laki yang masih sangat menghormati wanita di jaman sekarang, aku tak tahu harus berkata apa apa lagi selain terima kasih..." Ucapnya dengan isak tangis haru dan campur bahagia.
Laki laki itu hanya tersenyum manis dengan mengelus punggungnya dengan lembut. Tak ada yang harus di ucapkan karena ini semua adalah takdir yang sudah di tentukan Tuhan untuk mereka berdua saat ini.
" Aku beruntung bertemu dengan wanita yang masih lugu di jaman sekarang Angel, kau tahu tak ada wanita yang akan mau tak ingin menyentuh ku di saat posisi kita seperti ini. Tapi terima kasih juga karena kamu masih menjaga apa yang aku katakan pertama kita bertemu."
Aku akan menjaga mu dan melindungi mu dengan cara ku, aku tak akan menyentuh mu tapi aku juga mohon jangan mencoba menggoda ku dengan cara apapun. Karena ketika kau menggoda ku, aku tak akan berhenti seperti tadi.
Apa yang dia katakan ketika pertama bertemu selalu di ingat oleh kedua orang tersebut, hingga saat ini tak ada yang berani saling menggoda atau saling menyentuh terlalu dalam meskipun laki laki itu harus menahannya dengan rasa yang sangat hebat.
Dia adalah laki laki normal yang akan setiap memiliki daya tarik untuk ingin menyentuhnya lebih dari hanya sekedar tidur bersama tapi janjinya yang tak ingin merusak tubuh wanita itu membuatnya selalu sadar akan dia yang ingin menyentuhnya.
Mereka beruntung bertemu sebelum semua nya terlambat, semua rencana indah telah di susun apik di pikiran mereka berdua saat ini. Canda tawa kini mereka rasakan dengan kebahagian yang sempurna.
__ADS_1