Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ini Hanya Awal 2


__ADS_3

" Selamat pagi Sir..." Salah satu bawahan Abhi yang juga sangat dekat dengan nya menghampiri Abhi yang dari tadi hanya diam dengan berdiri di sebelah mobilnya.


" Sejak kapan kalian di sini?" Abhi langsung bertanya.


" Sejak tadi Sir, mungkin sudah hampir satu jam Sir..." Jawabnya dengan sikap siapnya. Sebenarnya bawahan itu juga takut menghampiri pimpinan nya tapi mau gimana lagi jika dia tak menghampirinya takut pimpinan itu akan mengamuk di sana.


" Kenapa tak ada yang memberi tahu saya jika bagian kriminal juga berjaga di sini, apa kalian sudah tak menghormati saya..." Abhi menekan kata katanya, meskipun suaranya pelan bawahan itu mendengar nada nya yang ketus dan marah.


" Maafkan saya Sir, tapi saya tidak tahu apa apa. Kami hanya di perintahkan untuk datang ke lokasi terjadi kebakaran dan segera menyelidiki kebakaran jika api nya padam..." Memang bawahan itu tak tahu apa apa, dia hanya mendapatkan perintah untuk segera datang ke restoran yang terbakar.


" Siapa yang mengambil ahli kasus ini?"


" Komandan Excel Sir..." Abhi dengan segera menghampiri komandan nya ketika dia mengetahui bahwa kasus ini di bawah komandan Excel.


" Selamat pagi Komandan..." Abhi yang langsung memberi hormat kepada Komandan nya ketika dia sudah berada di depan Komandan nya.


" Selamat pagi Sir Abhi..." Komandan itu menerima hormat dari Abhi dengan menatapnya. " Apa yang kau lakukan di sini?, apa ada seseorang yang memberi tahu mu jika tim mu ada di sini?" Komandan itu langsung berkata dengan nada tanda tanya.

__ADS_1


" Tidak ada yang memberi tahu saya komandan, saya kesini karena ini adalah restoran milik dari sahabat saya, Aiden jakson..." Jawabnya dengan nada yang siap. Komandan itu hanya mengangguk mengerti sekarang, kenapa dia berada di sini. " Komandan maafkan saya atas kelancangan saya, saya ingin bertanya kenapa saya tak di beri tahu bahwa tim saya juga berada di sini, kenapa tak ada yang memberi tahu saya, apa mereka melupakan jika saya adalah pimpinan dari tim kriminal ini..." Abhi langsung bertanya dia tak suka basa basi terlalu lam. Dia juga butuh jawaban dari kesatuannya.


" Saya memang yang tak mengijinkan mereka memberi tahu mu, dan saya juga yang mengambil ahli kasus ini."


" Kenapa komandan?, apa saya lalai dalam bertugas jika anda mengambil ahli tugas saya?" Abhi memang tak tahu kenapa komandan nya kali ini turun sendiri dan mengambil ahli pekerjaan yang harus nya dia sendiri yang mencari bukti bukti di dalam sana.


" Alasannya hanya satu Sir Abhi, karena saya tak ingin mendapatkan malu lagi jika kau yang menangani kasus ini."


" Malu?" Abhi mengulangi kata kata komandan nya. " Maafkan saya komandan, saya tak mengerti dengan ucapan anda?, saya tak pernah membuat kesatuan kita malu, bahkan saya tak pernah meloloskan orang orang yang terbukti bersalah..." Abhi memang police yang tak pernah mengecewakan kesatuannya, tapi ambisinya kali ini membuat kesatuannya harus menanggung malu karena menuduh orang yang salah.


Excel hanya tertawa pelan ketika mendengar bawahan nya tak menyadari kesalahan nya selama ini. " Abhi coba kau ingat ingat lagi kesalahan mu..." Abhi terdiam dan tak menjawabnya dia tak mengatakan apapun.


" Komandan tapi memang semua masalah kriminal ini ada campur tangan dari laki laki itu..." Komandan Excel di buat menahan amarahnya karena lagi lagi bawahannya itu masih saja menuduh orang yang tak ada masalah di sini.


" Dengan Sir Abhi, jika kau masih saja menuduhnya seperti ini dan selalu mengaitkan masalah kriminal dengan nya, maka aku sendiri yang akan menurunkan jabatan mu dan mengambil ahli semua kasus mu. Kau dengan itu..." Abhi di buat terdiam ketika komandan nya bicara dengan bersungguh sungguh. Dia tak mengatakan apapun kali ini.


" Kali ini kau aku bebaskan tugas dan kasus ini aku yang mengambil ahli. Nikmati masa liburan mu dan jangan menganggu anggota lain jika mereka sedang bertugas..." Abhi lagi lagi di buat tak bisa berkutik dia diam seribu bahasa, bahkan dia pergi setelah memberikan hormat.

__ADS_1


Perasan nya terluka dan kecewa karena komandan nya sendiri yang selalu berpihak padanya kali ini tak bersama nya, bahkan dengan terang terangan seakan mengusirnya dari tempat itu. Dia juga tak tahu kenapa komandan nya itu sangat membela laki laki yang bernama Zac Kozan, tapi dia kembali berfikir lagi apa benar jika dia terlalu berambisi untuk menangkap nya. Pikirannya kini penuh dengan masalah masalah. Masalah adiknya saja belum selesai kini masalah di kesatuannya menambah membuat dia terpuruk lagi.


Sedangkan di ruang lain, Ada laki laki tersenyum tipis berita di pagi hari ini sangat menyenangkan hati nya bahkan mata nya sangat senang menyaksikan api berwarna gelap itu bergulung di atas langit, bahkan dia juga tak bosan mendengarkan nama restoran itu selalu di sebutkan, jika restoran itu terbakar habis, hangus bagaikan kue yang sengaja di hanguskan.


" Kalian tak meninggalkan tanda bukan?" Laki laki itu bertanya kepada orang orang yang duduk dengan santai dengan menikmati berita itu.


" Tentu saja tidak, kau pikir kita masih amatir meninggalkan tanda..." Seorang laki laki yang tinggi itu kini menimpalinya dengan nada ketus nya.


" Aku percaya kalian sangat lihai. Ini uang kalian, dan segera menghilang dari sini..." Keempat orang itu langsung mengambil bagian mereka masing masing dan mengangguk menyetujui bahwa mereka harus menghilang untuk sementara.


" Apa singa kita akan puas Bro?" Seseorang yang memakai jaket itu kini kembali membuka suaranya.


" Tentu saja, singa sangat puas dengan berita pagi ini..." Mereka senang jika singa nya puas dengan kinerja nya mereka semua.


" Berhati hati lah..." Laki laki itu mengatakan sebentar sebelum akhirnya ke empat orang itu meninggalkan tempat di mana mereka bertemu.


" Kau akan hancur secara perlahan, kau lihat ini adalah kehancuran awal mu. Setelah ini apa kalian akan masih bisa tertawa dan menyusun rencana untuk membongkar siapa kami..." Katanya dengan tersenyum tipis dan kembali duduk di kursi nya dengan senang. Berita pagi tadi seakan vitamin nya untuk tubuhnya agar lebih senang menjalani hari hari nya.

__ADS_1


" Ini hanya awal nya dari kita..." Sambungnya dengan tertawa.


__ADS_2