Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kecurigaan


__ADS_3

Minggir mince mau nebarin benih benih 21+ di sini 😁 ini ulah emak emak di grup yang buat mince nulis adegan ini 🤣🤣 tarik pasangan kalian jika panas ya 🤣🤣 malam ini mince temani dengan adegan ini 🤭🤭


Happy reading 😍😍


Sedangkan di tempat lain Valarie masih bergelut dengan selimut tebal nya, dia enggan untuk bangun dari tidurnya. Hari ini dia begitu malas untuk bangun dari tidurnya, kenapa dia masih tak ingin pergi dari ranjangnya, dia masih mendekap hangat tubuh suaminya yang masih berada di sebelahnya.


" Honey bangun..." Zac menepuk pipi istrinya yang dari tadi masih bergelut di bawah selimutnya.


" Hmm..." Gumamnya yang masih tetap memejamkan matanya. " Sayang bangun, aku hari ini ada pertemuan penting, jika kita seperti ini terus maka aku bisa terlambat..." Zac yang dari tadi ingin bangun tak jadi karena istrinya dari tadi menahannya bahkan memeluk tubuhnya dengan erat.


" Kau pimpinannya jadi datang terlambat tak masalah bukan..." Katanya dengan santai.


" Honey meskipun aku pimpinan nya tak baik jika aku datang terlambat itu sama saja dengan aku memberikan contoh kepada pegawai ku yang lain..." Zac memberikan pengertian kepada istrinya yang pagi ini sikapnya begitu manja padanya.


" Jika kau ingin pergi maka beri aku ijin dulu..." Zac mengerutkan keningnya ketika istri mengatakan hal itu.


" Ijin?, kau mau kemana sayang?"


" Aku merindukan kakak Abhi, mungkin aku bisa menemuinya di rumah atau dimana pun, asal aku bisa bertemu dan aku juga harus mengambil sesuatu juga di rumah..." Valarie kini membuka matanya berharap sang suami mengijinkan nya keluar tanpa ada dirinya di samping.


" Jadi kau dari tadi menahan ku ada mau nya he?" Zac mencubit pipi istrinya yang mengemaskan itu.


" Aku bosan dirumah sayang, please..." Katanya dengan nada memohon.


" Baiklah, tapi kau harus membuat sesuatu tidur terlebih dulu..." Valarie tahu apa yang di maksud laki laki itu, kini menjauhkan tubuhnya, menatap suaminya dengan tatapan curiga.

__ADS_1


" Tadi kau berkata bahwa kau harus ada meeting sekarang malah ingin meminta sesuatu dari ku, kau berbohong he..." Matanya menatap suami nya dengan tatapan penuh kecurigaan.


Zac bukannya menjawab malah menarik tangan istrinya hingga tubuh mereka menjadi dekat, mengikis jarak antara mereka.


" Ini juga penting sayang..." Bisik nya dengan lembut di telinga istrinya, hingga membuat Lida* itu menjelajahi sedikit telinga istrinya.


Valerie hanya mampu memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut yang di lakukan oleh suaminya, Zac kini meraih bibir istrinya menciumnya penuh dengan kehangatan, meluma* nya dengan pelan tapi pasti. Mereka saling membelitkan lida*, saling menelusuri tubuh masing masing, saling menekan satu sama lain.


" Zac..." Panggilan yang lembut membuat laki laki itu tak bisa menahan hasrat nya.


" Val aku beruntung bisa memiliki mu, mendapatkan cintamu, serta menyentuh mu pertama kali..." Zac kini berucap di atas tubuh istrinya dan mereka saling bertatapan penuh cinta serta kasih sayang yang tulus yang terpancar dari kedua mata itu.


Zac kini mengulu* setiap inci tubuh istrinya, meninggalkan bekas merah setiap lekuk tubuh istrinya, Val kini memejamkan mata nya menikmati sentuhan suaminya yang selalu lembut dari awal hingga detik ini.


Val mengeliat, ketika bibir itu kini berada di pahanya, menggigi* nya dengan lembut, menyesa* dengan sedikit kencang hingga membuat tanda merah di paha putihnya.


" Ah.. sayang..." Desaha* itu lolos lagi dengan tangan Val meremas rambut gondrong suaminya ketika lida* suaminya memporak porandakan miliknya yang akan segera basah karena ulahnya.


Val mengeliat, sedikit mengangkat bokon* nya ketika lida* itu semakin ingin masuk ke dalam. Lida* itu menyapu bersih miliknya dengan rakus. Lida* itu kini bermain di tempat yang sungguh nikmat dia rasakan.


" Honey.. stop.. ah..mpp..." Val menatap suaminya yang masih bertahan dengan permainannya di bawah, masih menikmati suguhan yang ada di sana. Val kini mengeliat tak karuan ketika lida* itu serta sesapa* yang begitu rakus serta liar.


" Zac.. berhe..nti..." Erangnya dengan tertahan ketika tangan suaminya kini merema* salah satu benda yang menonjol itu. Lida* itu semakin liar berada di bawah sana, semakin membuat wanita itu berteriak pelan dengan tangan nya meremas rambut suaminya.


" Stop honey..." Katanya dengan menahan sesuatu, mulutnya menyuruh suaminya berhenti tapi bahasa tubuhnya tak ingin menghentikan aksi nya itu, tangan Val malah menekan kepala suaminya ketika gelombang pertama dia dapatkan dengan cara kenikmatan yang tak ada dua nya. Zac menyesa* semua caira* putih kental itu yang keluar begitu pelan mengenai lida* nya dengan sengaja. Zac mendiamkan istrinya ketika gelombang itu tiba, Val masih menahan nafasnya yang terasa memburu.

__ADS_1


Zac dengan cepat menatap istrinya yang mengatur nafasnya yang begitu memburu karena ulah lida* nya, Zac dengan segera mengarahkan Julio itu masuk ke sangkar yang dia nikmati tadi. Blush!! Val mencengkram sprei yang di sana ketika Julio itu masuk dengan segera. Julio itu kini terbenam dengan sempurna di sana.


" Val, aku ingin kita segera memiliki anak..." Katanya dengan memompa miliknya dengan lembut dan menatap istrinya yang di bawah.


" Julio mu tak ampuh karena tak berhasil membuat ku segera hamil Zac..." Jawabnya dengan bercanda, tapi sebuah hantaman kata kata yang membuat Zac ingin berpacu dengan cepat agar dia tak di remehkan oleh istrinya.


" Julio ku ampuh honey.. kita lihat ini akan berhasil..." Katanya sebelum akhirnya dia memompa Julio dengan cepat serta liar, hingga membuat istrinya yang di bawah terguncang begitu hebat di bawah sana. Desaha* dan geraman dari kedua insan yang bergulat di atas ranjang dengan panas nya kini seakan menjadi saksi bahwa mereka belum mencapai apa yang mereka inginkan.


" Shi*..." Umpat Val ketika suaminya terpacu begitu cepat hingga membuatnya kewalahan serta tubuhnya berguncang dengan hebatnya.



" Honey.. kau terlalu cepat.. ah..." Katanya dengan meremas lengan suaminya karena gerakan itu begitu cepat dan membuatnya tambah tak bisa bertahan lagi.


" Kita harus segera menyelesaikan nya sayang, aku ada meeting..." Jawabnya sebelum bibi* itu meluma* bibir istrinya dengan rakus.


Tubuh itu kini semakin panas ketika goncangan pada tubuhnya begitu hebat. Zac kini di dorong pelepasan ketika istrinya juga mengimbangi ciuma* liarnya, Zac kini mendesa* panjang ketika caira* cint* itu keluar dengan segera, Zac menekan tubuhnya hingga membuat istrinya juga menggeli* karena nikmat.



Mereka kini saling menempelkan kening dengan masih saling mengatur nafas yang memburu karena adegan panas yang baru mereka tuntaskan. Denyuta* itu masih terasa di dalam milik istrinya.


" Sayang ayo mandi bersama..." Zac kini melepaskan penyatuha* itu dengan lembut dan dia terduduk di sisi ranjang dengan menoleh ke arah istrinya.


" Tidak, kamu mandi saja dulu, jika kita mandi bersama di pastikan kita tak akan mandi dan butuh waktu lama kita keluar dari sana..." Jawaban dari sang istri membuat laki laki gondrong itu terkekeh geli.

__ADS_1


" Baiklah aku mandi dulu..." Dia berdiri dengan mengacak rambut istrinya yang sudah berantakan karena ulahnya dari tadi.


__ADS_2