Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Di Mulai 7


__ADS_3

Steve kini datang bersama Albert dia kini langsung menuju kearah ruangan bos nya, dia tak mungkin tidak menceritakan kepada bos nya itu, apapun yang terjadi bos nya harus tau karena.


" Ada apa dengan kalian?" Kini Zac yang bertanya ketika melihat orang orang kepercayaan nya masuk dengan raut yang gelisah.


" Bos mobil Abhi dan Monica di sabotase oleh orang."


" Apa?, kalian yakin?" Zac terkejut bukan main ketika mendengar apa yang di katakan oleh Albert.


" Saya dan Steve sudah menyelidiki dari CCTV, dan ada laki laki bertopeng yang memang tiba tiba menghilang ketika di depan mobil mereka..." Zac yang mendengarkan laporan dari orang nya kini mengepalkan tangan nya dengan keras mata nya kini tajam, raut wajah nya sudah menjadi dingin dan kaku.


Zac yang awal nya duduk kini langsung berdiri dan segera keluar dari ruangan nya, kedua laki laki itu kini mengikuti langkah bos nya yang semakin lebar berjalan. Semua staf yang ada di sana kini hanya menunduk dan merinding takut ketika mereka tanpa sengaja melihat raut wajah bos nya yang mengerikan itu. Steve kini dengan cepat membukakan pintu mobil yang ada di depan nya itu, kini mereka berdua juga masuk ke dalam sana.


Steve dan Albert hanya bisa diam ketika Zac dengan cepat mengendarai mobil itu. Kedua laki laki itu tak berani yang membuka suaranya, mereka hanya bisa diam, mereka juga tak tau kemana tujuan bos nya saat ini. Zac kini membawa mereka kesebuah perumahan yang tak jauh dari kota. Zac semakin cepat melajukan mobil nya ketika melihat rumah yang ada di depan nya itu.


Bruak!!! Mobil itu dengan cepat menabrak gerbang besar yang tertutup itu, suaranya yang keras membuat semua penjaga yang di sana langsung menuju kearah nya dengan bersiap. Zac yang menghentikan mobil nya tapi masih belum turun dari sana kini mata nya begitu nyalang mengerikan, matanya seakan kini mencari korban untuk di bantai hari ini. Semua pengawal yang ada di sana kini tak ingin pergi dari depan mobil yang masih menyala mesin nya itu. Semua senjata sudah mengarah kearah mereka semua. Dada nya naik turun karena amarah, dia yang mendengar kabar itu membuat dirinya murka. Zac tak terima jika ada orang yang sengaja melukai atau membunuh orang nya, Zac akan membela nya dengan nyawa nya jika perlu.


Zac kini memundurkan mobil dengan cepat tapi dengan kemudian dia melajukan mobil nya dengan cepat hingga beberapa orang tak bisa segera menghindar dan tak bisa ada yang menarik pelatuk nya dengan cepat. Semua orang yang tadi menantang mengacungkan senjata kini berjatuhan ke tanah dengan rasa sakit pada lengan nya.

__ADS_1


Kini mereka bertiga turun dari mobil nya tanpa membawa senjata di tangan mereka. Kini Zac menghampiri orang yang jatuh di sana. Dia menarik baju orang itu dengan kencang hingga membuat orang itu berdiri dengan meringis kesakitan.


" Di mana bos mu?" Tanyanya dengan penuh penekanan.


" Tak ada, bos lagi keluar..." Jawabnya dengan meringis.


Bug!! Zac memukul perut laki laki itu hinga orang itu kembali merintih kesakitan. " Katakan di mana bos mu?" Tanyanya sekali lagi.


" Saya sudah katakan bos tidak ada."


Serang mereka!!! teriakan yang keras dari arah belakang membuat ketiga orang itu segera menoleh kearah nya, Zac kini dengan cepat mendorong tubuh orang yang dia pukul tadi. Kini mereka bertiga saling melawan beberapa orang yang menyerang nya secara brutal. Tapi bukan pengawal pribadi jika mereka bertiga kalah dari orang orang sampah seperti mereka.


Bug! bug!! Zac kini di pukul oleh orang itu yang tepat pada wajahnya hingga membuat laki kaki itu mundur seketika, matanya menatap ke arah orang yang bisa menggapai wajah nya itu. Tersenyum sinis dari Zac tak membuat orang itu menyerah, bahkan orang itu kini seakan menantang Zac dengan tatapan nya.


" Kau ingin menemui bos kami hahaha, jangan pernah bermimpi..." Orang itu adalah pimpinan dari para pengawal yang tadi sudah berhasil mereka robohkan.


" Mimpi?, kami akan bisa menyeret bos mu..." Nada angkuh dan sombong dari Zac tentu saja tak bisa untuk tak di akui oleh semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


" Maka lewati kami dulu..." Orang itu kini dengan cepat menyerang Zac dengan brutal nya. Sedangkan Zac tentu saja bisa menghindar dari serangan orang itu.


Orang itu yang berbadan tegap serta berkulit hitam seakan memiliki kekuatan yang tak bisa di remehkan, mereka kini masih saling melawan saling membalas pukulan. Meskipun tenaga mereka hampir terkuras tapi mereka masih bertahan dengan kaki nya yang berdiri tegak. Zac kini menendang perut laki laki itu hinga membuat laki laki itu mundur seketika dan meringkuk kesakitan pada perutnya, Zac dengan cepat berlari memberikan tendangan lagi kepada dagu laki laki itu hingga membuat laki laki itu langsung mengeluarkan darah dari mulutnya.


Orang itu ambruk dengan rasa sakit yang menyasar ke seluruh tubuh nya, dia yang ambruk ke lantai di barengi oleh seluruh orang itu yang bisa di pukul mundur oleh ketiga orang yang masih berdiri tegap di sana. Meskipun wajah mereka sedikit tergores tapi mereka masih bisa berdiri dengan sempurna. Zac kini berjongkok di depan lawan nya tadi, mencekik leher laki laki itu.


" Di mana bos mu?"


" Lebih baik kalian membunuh ku dari pada aku mengatakan kepada kalian?" Dia yang tak bisa berkata sempurna karena cekikan pada leher nya itu.


Zac kini semakin marah, dirinya sudah tak bisa berpikir jernih kali ini. Semua yang menyebabkan kematian itu terjadi akan dia balas dengan bagaimana cara nya. Zac kini menjambak rambut laki laki itu dengan keras membenturkan kepala laki laki itu ke tanah hingga membuat laki laki itu meringis kesakitan, darah segar langsung keluar dari kepala laki laki itu, rasa pusing hingga matanya berkunang kunang membuat laki laki itu hampir hilang kesadaran nya, tapi tak sampai di sana Zac kini berdiri dengan tetap menjambak rambut laki laki itu menyeretnya masuk ke dalam rumah yang tertutup rapat itu.


Steve dan Albert kini mereka berdua juga mengikuti langkah bos nya, mereka berdua saling memandang dengan saling mengangguk sebelum pintu besar itu mereka berdua tendang secara bersamaan. Pintu itu kini terbuka dengan lebar, mereka masuk dengan Zac yang tetap menyeret laki laki yang hampir kehilangan kesadaran itu. Matanya menatap satu persatu sekeliling nya. Kini dia berjalan ke satu ruangan yang membuat nya curiga.


Bruak!! Tendangan pada kaki Zac membuat pintu itu terbuka. Matanya kini seakan seperti elang dia mencari mangsa di setiap tatapan dan cengkraman tangan nya.


Bug!! Laki laki yang dia seret kini di lempar kearah bos nya yang berdiri terkejut ketika melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan rahasianya.

__ADS_1


__ADS_2