
" Tidak David, kau tak bisa mundur dari ini semua, ingat satu hal kita hampir berhasil dan sebentar lagi kita akan bisa menguasai semua kejayaan laki laki gondrong itu, aku yakin kita pasti bisa sebentar lagi..." Marco kini menatap kearah David dia tak ingin teman nya itu malah memilih cinta nya.
" Jangan dengarkan dia Vid, lihat aku, aku cinta mu. Di saat kau susah bukan teman mu yang datang tapi cinta kita nanti yang akan membuat mu bangkit, percayalah pada ku."
" Tutup mulut mu itu..." Marco kini membentak kasar kearah Jenni yang dari tadi berusaha membujuk laki laki yang sedang termenung.
" David sayang please jangan seperti ini. Jika dia bisa mengingatkan mu bawah kalian butuh waktu lama ada di titik ini, maka kau juga harus ingat sayang bawah kau juga sangat lama berada di titik mendapatkan jabatan tinggi mu yang sekarang, kau juga butuh waktu lama berada di sini, Pikirkan hal itu..." Kata kata serta panggilan mesra dari Jenni membuat laki laki itu bangkit dari duduk nya dia kini menatap Marco dengan tajam.
" Aku mundur, aku tak ingin berada di pihak mu lagi, aku berada di titik karier ku juga butuh perjuangan, jika karier ku hancur tak ada yang bisa aku lakukan, semua yang dikatakan oleh Jenni benar Marco aku harus mundur dari ini semua..." Jenni kini tersenyum ketika mendengar apa yang di ucapkan laki laki itu, perkataan nya kini masuk ke pikiran laki laki itu.
" Karier mu tak mungkin hancur Vid, di saat Zac hancur maka aku akan mengambil ahli semuanya dan aku bisa mengangkat kamu lebih tinggi lagi jabatan nya, bahkan aku juga bisa memberikan mu satu perusahan untuk mu kelola."
" Tuan Zac tak akan hancur Vid, dia memiliki seribu cara untuk menemukan kalian, dia memiliki seribu nyawa untuk melindungi dirinya. Namanya tak akan hancur, dia tak akan muda kau hancurkan. Percayalah aku pernah berada di sekelilingnya jadi aku yakin dia tak akan muda hancur, kau akan sia sia mencoba menghancurkan nya, dan kau juga akan kehilangan semuanya jika kau malah tetap ingin membela teman brengse* mu itu...." Jennifer menekan kata kata nya dia tau seperti apa kekuasan mantan bos nya itu, percuma melawannya.
" Kita pasti bisa sekarang, tinggal satu langkah lagi Vid, kita akan meminta Zac untuk mendatangani berkas berkas pemindahan asetnya menjadi nama kita berdua-"
" David jangan percaya dengan nya, kau hanya di beri janji palsu oleh nya, Tuan Zac tak mungkin bisa dia kalahkan. Tuan Zac memiliki otak yang cerdik dia pasti bisa menggulingkan lawannya, kau harus pintar dan selamatkan nyawa mu..." David kini kembali terdiam dia bingung harus memilih siapa, dia yang tadi sudah yakin dengan pilihannya kini kembali di tekan oleh kedua orang yang mementahkan semuanya itu.
Semua yang di katakan Marco benar langkah nya tinggal satu langkah lagi dan aset aset milik dari Zac Kozan akan berpindah tangan menjadi nama mereka tapi yang di katakan oleh Jenni juga benar, Jenni pasti tau seberapa kuat kebesaran nama itu, dan seberapa kuat kekuasan laki laki itu. Kini pikirannya kalut lagi, antara cinta dan harta kini bergelut di hati dan pikirannya.
" Jangan dengarkan omongan di-"
" Bos tangan wanita itu bergerak..." Teriakan dari orang nya yang dari tadi hanya dia dan menyaksikan perdebatan itu kini membuka suaranya ketika tanpa sengaja melihat tangan wanita itu bergerak.
__ADS_1
Semua orang yang ada di sana kini segera menatap kearah wanita yang tertunduk dan kedua tangannya di ikat. Marco kini tambah panik ketika melihat tubuhnya menggeliat bergerak.
" Suntik dia lagi, dia belum waktunya sadar. Berkas berkas itu belum siap hari ini..." Salah satu dari mereka kini segera berlari menuju kearah meja yang di penuhi dengan suntikan serta obat obatan.
Tapi tangan orang itu bergetar ketika melihat semua obat itu sudah kosong bahkan jarum jarum yang ada di sana kini patah. Jenni hanya tersenyum miring ketika matanya menangkap orang itu hanya diam di sana.
" Ayo cepat lakukan..." Marco yang berteriak kini membuat orang itu tambah panik serta ketakutan.
" Bos obat obatan nya tak ada sama sekali dan jarum nya juga patah tak tersisa."
Marco yang mendengarkan ucapan dari orangnya kini segera menghampirinya. Matanya juga menatap kearah meja yang sudah tak ada obat-obatan nya. Marco kini menatap Jenni dengan tatapan tajamnya. Marco kini menghampiri Jenni dengan segera menjambak rambut pendek wanita itu.
" Kau bukan yang melakukan nya?, kau yang membuang semuanya?" Tanyanya dengan sinis dan mata yang hampir keluar.
" Kau pikir aku bodoh tak mencegah hal seperti ini he?, jangan meremehkan aku, kau dengar itu..." Marco kini bertambah marah dia menghempaskan kepala itu dengan keras hingga membuat kepala itu sedikit merasakan pusing.
" Kau?" tangan nya yang terangkat ingin menampar pipi Jenni kini di halangi oleh David yang dengan sigap menyentuh tangan Marco.
" Jangan menyentuhnya, jika kau menyakitinya lagi aku akan melaporkan semua kejahatan mu dan aku juga akan menyerahkan diri ku..." David kini mengancam nya dengan nada sungguh sungguh.
David melepaskan tangan itu dengan kasar, tangan nya yang tadi hampir patah oleh tarikan dari Steve kini nyatanya masih ingin menampar wanita itu.
" Dia yang menghancurkan rencana kita David?, sebentar lagi satu langkah lagi dan misi kita selesai. Kita tinggal menunggu menikmati masa masa keberhasilan kita..." Marco menyentuh kedua lengan teman nya itu menyadarkan teman nya bahwa misi nya hampir berhasil.
__ADS_1
" Aku tak peduli dengan misi misi ini Marco, aku ingin hidup tenang bersama keluarga, aku akan menikah dengan Jenni dan kau tak bisa menghalangi keputusan ku bawah aku lebih memilih cinta ku dan membawa mereka ke rumah sakit..." David yang ingin melangkah melepaskan ikatan Jenni kini harus terdiam ketika sebuah ujung pistol kini menyentuh kepalanya.
" Jika kau bergerak sedikit saja peluruh ini akan bersarang di kepala mu..." Suaranya kini dingin tak ada tatapan persahabatan di sana.
" Aku tak bisa membiarkan mu menggagalkan rencana ku hanya demi cinta mu yang omong kosong..." David kini berbalik kearah Marco, dan ujung pistol itu kini berada di kening David.
" Jika misi kita berhasil aku yakin kau juga tak akan membiarkan aku hidup bukan?, kau pasti akan membunuh ku, kau tak mungkin merelakan aset aset itu kita bagi menjadi dua."
" David kau teman ku dan kau yang menemani mu hingga di titik ini jadi aku tetap akan membagi mu sesuai kesepakatan kita."
" Marco kau dari dulu memang tak bisa di beri hati..." Marco yang mendengar suara wanita itu kini menatap kearahnya dengan tatapan datarnya serta keterkejutannya.
Bersambung ya mak 🤭 mince sudah bongkar ini semua, dan di mana Abhi serta Monica dan siapa yang menyekapnya dan siapa yang ada di dalam mobil itu, meskipun masih belum semuanya mince bongkar tapi titik terang untuk kedua pasangan kesayangan kalian masih hidup sudah ada di bab ini 🤭
Jadi jangan demo dulu sama mince 😁 untuk kemarin mince memang tidak balas komentar kalian agar kalian main tebak tebakan sendiri dengan cerita versi kalian 🤭
Mince mau up novel baru nanti mampir di sana ya kalau sudah naik 😁
Vote sudah masuk dari hari senin kemarin ya, jadi yang belum Vote kirim segera 🤭 Like komen dan share boleh ya 🤭 kasih vote dan hadiah boleh juga 🤭
Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sama mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.
Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.
__ADS_1
Terima kasih buat kalian semua ya 😘😘😘