Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Untuk pertama kali


__ADS_3

Val yang menahan emosi nya kepada sang kakak memilih meredamkan emosinya dengan duduk di kasur nya, dia mencoba membuang nafas nya dengan pelan pelan agar semuanya kembali normal. Val menatap sekeliling kamarnya, mengambil tas ransel nya yang ada di lemarinya, memasukan beberapa baju yang akan dia gunakan untuk pekerjaannya, dan mengambil beberapa dokumen yang sangat penting untuk nya. Val juga tak luput mengambil foto mendiang kedua orang tua nya dan mengambil foto dia bersama kakaknya, memasukan dengan cepat.


Val yang kemudian Menganti sepatunya dengan sepatu santai nya, menatap ke jendela dan mengambil beberapa kain panjang yang dia gunakan untuk turun dari kamar atas nya.


Setelah mengikatnya dengan kuat, Val memakai tas ranselnya dan siap turun kebawah dengan menggelantung di sana. Dengan pelan pelan Wanita itu turun mengunakan tali yang panjang itu.


" Semoga kakak tak ada di sana..." Liriknya dengan pelan, dia berharap kakak nya tak ada di ruang keluarga nya, karena ruang keluarga itu langsung menatap ke arah kolam renang. Val begitu pelan agar dirinya tak jatuh dari atas sana.


Bugh!! rasa sakit pada panta* nya ketika dia jatuh ke lantai karena tak memiliki keseimbangan pada lompatan nya barusan.


" Auh.. sialan..." Umpatnya dengan mengelus panta* nya dengan pelan.


" Nona tak apa?" Suara laki laki itu membuat Valarie terkejut bukan main.


Mati sudah aku tak bisa kabur. Batin Valarie tanpa melihat laki laki yang ada di belakangnya.


" Nona tak apa?" Valeria menatap laki laki yang ada di belakang nya dengan hati hati.


" Astaga kalian membuat ku jantungan..." Valarie memegang dada nya yang begitu takut tapi ternyata mereka adalah para pengawalnya sendiri yang di siapkan oleh kekasihnya untuk mengawal kemana dia pergi.


" Tadi kami melihat anda bergelantungan di atas sana nona, maka kami menghampiri anda ke mari..." Kata nya dengan sangat sopan, mereka begitu sangat menyukai wanita bos nya kali ini. Selain wanita bos nya cantik, dia sangat ramah hingga membuat para pengawalnya ini betah mengawalnya.


" Tak apa ayo pergi sebelum kakak ku tahu aku kabur..." Katanya dengan panik.


" Valarie jangan kabur..." Abhi dan beberapa pengawal nya kini berteriak dengan mengejar adik bos nya itu.


Tap, tap, tap, tap, tap. Valarie langsung lari menuju mobil nya yang cukup jauh dari tempat mereka.


" Nona lari lah, dan bawah mobil kami akan menghalangi mereka..." Val mengangguk setuju.

__ADS_1


Para pengawal mereka kini saling bertarung, saling adu jotos di sana, para pengawal Valarie tentu menghalangi mereka yang ingin mengejar nona nya yang kabur dari rumah nya sendiri


Tap, tap, tap. Valarie lari sekuat tenaga untuk menghindari dari tangkapan kakak nya yang mengejarnya.


" Valarie..." Teriaknya sang kakak tak membuat Valarie melihat kebelakang, bahkan di tetap masuk kedalam mobil nya.


" Kunci gerbangnya jangan biarkan nona keluar..."Teriakan dari tuan muda nya membuat para satpam dengan cepat mengunci gerbang itu agar nona muda nya tak bisa keluar dari rumahnya.


Bug!! para pengawal dari Valarie menendang punggung Abhi dari belakang hingga membuat Abhi hampir tersungkur ke tanah. Kini satu pengawal itu menyerang Abhi untuk menghalangi laki laki itu yang mengejar nona muda nya.


Abhi meladeni lawan nya, saling memukul, saling menendang saling ingin menjatuhkan lawannya kini menjadi prioritas pertama mereka semua.


Pertarungan di sana tak dapat di hindari lagi, saling melawan agar badan mereka yang tak terkena bogem mentah itu. Satu pengawal itu berhasil membuat para pengawal Abhi tersungkur di tanah dengan badan mereka yang sudah babak belur dan merasakan sakit pada seluruh tubuhnya. Kini Abhi melawan dua pengawal yang masih berdiri dengan tegak tanpa merasakan kelelahan.


Bruak!!! Benturan yang keras serta alarm langsung terdengar membuat semua mata menatap ke arah depan, para pengawal itu tersenyum penuh kemenangan ketika melihat mobil yang di bawa oleh nona muda nya berhasil keluar dari sana meskipun harus menerjang gerbang yang berdiri tinggi.


" Kau tak akan bisa mengejar nona muda kami tuan..." Katanya dengan tersenyum mengejek.


" Akan ku bunuh kalian..." Ucapnya dengan geram.


" Maka kami menunggu waktu di mana anda membunuh kami tuan..." Jawab salah satu dari mereka dengan menunduk.


" Maafkan kami tuan harus melakukan ini pada anda, kami tahu bahwa anda adalah kakak dari nona kami, tapi jika anda menghalangi nona lagi maka maafkan kami untuk berbuat lebih dari ini..." Katanya dengan berjongkok di depan Abhi yang terlentang di tanah dengan menahan rasa kesalnya.


" Aku akan menghalangi adik ku, kau dengar itu..." Katanya dengan menggebu.


" Maka silahkan melangkahi mayat kami dulu tuan..." Kedua pengawal itu menunduk lagi sebelum akhirnya meninggalkan Abhi yang sedang kesal karena dirinya kalah dari para pengawal itu.


" Argh... sialan..." Teriaknya dengan kembali duduk.

__ADS_1


" Sir Abhi anda tak apa?" Pengawal Abhi tadi yang juga tersungkur di tanah kini menghampiri nya dengan membantu nya berdiri.


" Bagaimana kalian bisa kalah ha, dia hanya pengawal sedangkan kalian intel, bagaimana kalian kalah dari mereka, memalukan..." Desisnya dengan begitu kesal.


" Sir aku rasa mereka bukan pengawal sembarangan, mereka militer yang menyamar sebagai pengawal..." Abhi menormalkan nafasnya dan dia juga merasakan ada yang aneh kepada kedua orang yang mengawal adiknya tadi, laki laki gondrong itu tak mungkin memberikan pengawal orang yang sembarangan. Dia yakin mereka memang orang orang militer yang dia sewa untuk mengawal adik perempuannya.


Sedangkan wanita cantik yang ada di mobil itu, tetap memasang wajah biasanya, bahkan tak ada rasa takut sama sekali. " Ini sangat menyenangkan, biasanya aku hanya menonton di televisi dan sekarang aku melakukan nya sendiri, ini benar benar menyenangkan..." Kata nya dengan memasang wajah gembiranya.


Apa yang dia ingin coba kini dia merasakannya, tantangan baru itu dapat dia rasakan dengan sangat menyenangkan.


" Seperti nya ini kabur yang sangat menyenangkan bukan?" Sambungnya dengan tertawa bahagia. " Tapi tunggu bagaimana para pengawal ku tadi, apa mereka berhasil keluar dari sana?" Val baru ingat bahwa dia meninggalkan para pengawalnya yang ada di sana, yang bertarung melawan kakaknya dan pengawal kakaknya itu.


" Tapi tunggu sejak kapan kakak memiliki pengawal seperti itu, sepertinya kakak memang sengaja menghubunginya untuk menjaga ku agar tak keluar dari sana..." Val yang tahu benar kakak nya tak mungkin suka di kawal jika tak ada kepentingan yang mendesak seperti sekarang.


" Sudahlah sebaiknya aku sekarang ke perusahan Zac saja, dan mencari tahu bagaimana kabar kedua pengawal ku tadi..." Akhirnya wanita itu memilih untuk melajukan mobilnya ke perusahan kekasihnya yang sedang berkerja di sana.


Bersambung besok ya 😁


Halo mak, maafkan mince untuk beberapa hari ini mince masih belum bisa di grup dengan kalian, dengan alasan hp mince lagi eror ya kan, yang ke dua anak mince lagi sakit jadi mince fokus ke anak dan tetap up ya mak 🤭 kalian mengobrol saja di grup tanpa ada mince dulu ga pa pa ya 😁 nanti kita lanjutkan se seruan kita lagi kalau kondisi sudah memungkin kan, dan mince juga minta satu lagi, tetap promosikan lembaran ini ya 😁😁 makasih mak mak yang suka halu dan baik hati ini.


Rekomendasi buat temen temen yang suka baca novel, klik link di bawah 👇


https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1043925&\_language\=id&\_app\_id\=2&\_share\_channel\=whatsapp


Itu adalah link yang akan kalian bagikan ya mak 😁 jika tak bisa di copy kalian komentar di bawa nanti mince kirim 🤗


Yuk ramaikan Like dan komentar dulu ya 😁 kasih vote dan hadiah juga ga pa pa kok 🙏 kopi atau bunga juga boleh 🤭 kasih tips juga bisa tapi kalau gak punya jangan di paksakan ya mak 🤗🤗


Terima kasih 🤗😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2