Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Sabotase


__ADS_3

*Flash Black On


" Apa yang kalian lakukan ?" Laki laki tua itu sedikit ketakutan ketika mobil nya harus di hentikan paksa oleh orang orang yang berjas serba hitam.


" Keluar sekarang..." Laki laki itu langsung membuka pintu dan sedikit menyeret laki laki itu untuk masuk ke dalam mobil besar nya yang berwarna hitam juga.


" Telfon tuan Zac sekarang..." Perintahnya, laki laki tua itu dengan cepat menekan nomer yang di katakan oleh orang itu. Badan nya gemetar ketika mata mereka menatap tajam dan tangan mereka menodongkan pistol di kepalanya.


Laki laki tua itu menghubungi Zac dengan cepat dan beberapa kali panggilan itu tak di jawab oleh pemilik nomer, laki laki tua itu mengumpat di dalam hati nya tapi dia tetap menghubungi nya lagi, pada panggilan untuk kesekian kalinya akhirnya sang pemilik nomer terdengar suaranya di ujung seberang telfon sana.


" Tuan Zac anda tak bisa tiba tiba memecat saya seperti ini, anda tak memiliki hak..." Laki laki itu mengatakan dengan sungguh sungguh, di depan nya ada sebuah kertas yang harus dia baca dan panggilan itu di keraskan suaranya.


Sedangkan Zac tentu saja tertawa mendengar apa yang di katakan oleh laki laki tua yang tak memiliki malu. " Saya berhak memecat mu..." Jawabnya di sela sela tawanya yang mengejek*.



" *Aku sungguh tak terima kau pecat seperti ini..."Katanya lagi.


" Apa yang harus aku lakukan jika staff ku mengambil uang perusahan dengan jumlah fantastik seperti itu?, apa aku harus melaporkan mu agar kau di penjara saja?, aku hanya memecat mu tak melaporkanmu."


" Dengar tuan Zac aku tak peduli dengan pemecatan mu, aku tak terima kau pecat seperti ini. Jika kau tak mengembalikan kedudukan ku maka aku sendiri yang akan menghabisimu..." Panggilan itupun langsung di putus oleh orang orang tegap itu.


Tubuhnya gemetar dan keringat dingin mengucur dari dahi nya dan seakan mobil dingin itu kini menjadi panas karena suasana sangat mencekam.


" Kau sudah melakukan yang kami minta, sekarang pergilah. Jika kau berani macam macam maka keluarga mu yang akan menjadi taruhan. Kau mengerti..." Laki laki muda itu menekan kata nya agar laki laki tua itu mengerti bahwa dirinya hanyalah sampah yang di buang oleh perusahan Zac saat ini.


" Saya mengerti..." Laki laki itu dengan cepat keluar dari mobil hitam itu dengan langkah seribu dia masuk ke dalam mobil nya melajukan dengan cepat agar menjauh dari mereka semua.


" Ikuti dia..." Perintahnya kepada sang supir yang membawa mobil hitam itu.

__ADS_1


Mobil hitam itu mengikuti mobil yang di kendari laki laki tua yang barusan mereka ancam. Dengan kecepatan tinggi mobil itu menerobos jalan yang memang sedikit sepi. Di depan lampu merah dia mencoba memelankan mobil nya tapi rem nya tak bisa di fungsikan.


" Ada apa dengan mobil ku..." Katanya dengan sangat panik.


Bruak!! laki laki tua itu menabrak mobil besar di depannya, kecelakan itu tak bisa terelakkan lagi, mobil laki laki tua itu terguling hingga terseret cukup jauh dari lampu merah tadi.


" Saya sudah menyelesaikan tugas di map merah tuan..." Seseorang yang melihat adegan itu dari kejauhan kini tengah melapor ke atasannya.


" Bagus, tak berguna memelihara tikus itu...."Jawabnya dengan seberang telfon.


" Kau yakin dia mati Steve..." Sambungnya tanpa ada rasa bersalah.


" Saya akan memastikan nya tuan Zac..." Panggilan itu pun terputus.


Ya memang Zac yang menyabotase semuanya, menjadikan rencana pembunuhan tadi seperti kecelakan dan tuan Peter yang menghubunginya juga rencana dari Steve sang asisten. Dia mengunakan cara untuk malah mengancam Zac jika dia kecelakan dan teknisi tahu bahwa kabel itu terputus semua kemungkinan akan terjadi dan pembicaraan mereka bisa di ambil, dan Zac tak akan menjadi tersangka karena dirinya lah yang di ancam*.


" Aku yakin ini rencana mu dengan Steve..." Kris membuka suara nya ketika mereka sudah tiba di mobil nya dan sang supir pribadi dari Albert yang mengemudi.


" Aku tak suka dengan kata kata pengkhianat, mereka harus membayar mahal kata kata itu..." Bahkan Zac tak merasa bersalah telah membunuh seseorang.


" Kau harus lebih hati hati kali ini Zac, police tadi sangat ambisius menangkap mu, aku yakin jika kau salah sedikit saja dia bisa akan memasukan mu..." Albert adalah salah satu dari mereka tapi dia juga seorang pengacara yang terkenal memiliki tarif yang mahal karena setiap kasus yang dia tangani tak pernah gagal.


" Aku tahu, tapi dia tak akan bisa menembus kita."


" Apa dia juga laki laki yang menggagalkan kita membawa wanita wanita muda beberapa bulan lalu?"


" Hmm.. dia juga yang menggagalkan aku menyelundupkan narkoba kemarin..." Jawabnya dengan menghidupkan rokok nya.


" Dia sudah dua kali menggagalkan rencana kita, kita harus hati hati sekarang..." Kris kini juga mulai menghidupkan rokok nya.

__ADS_1


" Setelah ini aku akan menghubungi Excel itu, kenapa dia masih saja memberikan surat perintah kepada nya jika bawahan nya ingin menangkap kita..." Albert sedikit geram kepada laki laki tua yang bernama Excel itu.


" Aku rasa dia sudah melakukan tugas nya yang benar Al, dia sedikit memperhambat surat turun..." Jawab Zac dengan membuang asap rokok nya itu.


" Baiklah, jika tidak aku akan senang bermain samsat dengan laki laki tua yang buncit itu..." Jawab Albert dengan sedikit geram. " Lain kali jangan mau di bawah laki laki itu jika tak ada surat perintah nya..." Sambungnya menatap sahabat nya itu.


" Hmm..." Gumamnya.


" Apa aku harus memberi tahu tuan Jonathan tentang ini?" Kris menatap ke arah kursi belakang.


" Tidak perlu kita sudah mengatasi nya."


" Kau harus memberi tahu Jonathan, agar dia bisa bermain sedikit dengan kita. Seperti nya dia lama sekali tak ikut bersenang senang dengan darah manusia."


" Dia sudah berkeluarga dan dia tak ingin anak anak nya tahu seperti apa kejam nya dia dulu..." Memang benar semenjak kelahiran anaknya yang kembar Jonathan tak ikut melakukan pembunuhan lagi, dia angkat tangan dengan kelompok mafia nya yang sudah dia serahkan kepada sepupunya Zac, tapi jika ada yang memeras, penyelundupan narkoba atau senjata mungkin dia akan ikut andil melakukannya meskipun tak sepenuhnya ikut andil.


" Jika kau berkeluarga apa kau akan berhenti juga?" Sebuah pertanyaan yang terlontar dari Albert malah membuat bungkam laki laki gondrong itu.


Dia tak tahu harus berkata apa, mungkin jika istrinya tahu dirinya adalah pimpinan mafia dan sang istrinya tak masalah mungkin dia bisa tetap menjadi ketua nya tapi jika istrinya tak tahu dia bisa menyembunyikannya, atau jika istrinya tahu dan tak setuju maka dia akan lebih memilih istrinya. Tapi dirinya tak siap jika harus meninggalkan dunia gelap nya karena pembunuhan, penyuapan, penyelundupan narkoba dan senjata, prostitusi serta pencurian benda benda antik adalah hidup nya yang kedua, sisi gelap dari Zac Kozan yang lain.


Besok kita pertemukan abang Zac dengan neng Valarie ya, kita seneng dulu besok jangan tegang terus nanti tensi kalian naik semua dan pada demo ke mince 😁


Ini nomer mince ya mak 081324594302 kalian hubungi mince, kita ngehalu sama sam mak 😂 kalian jika mau hubungi mince pakai sandi ya mak, jawab pertanyaan mince.


Siapa nama abang mince yang masih ada darah sepupu dengan Jonathan Cristopher?, itu sandi nya para mak mak yang tahu.


Ramaikan like dan komentar yuk mak, Vote dan hadiah juga sudah mulai masuk ya mak 😁 Beri pelindung juga boleh kok mak 🙏


Makasih ya mak 🙏🙏💋💋

__ADS_1


__ADS_2