
Pov Alexander
Pagi ini perusahan ku bekerja sama dengan perusahan Jonathan, kami mencari orang yang membuat bangunan yang sederhana tapi juga bagus. Pagi pagi sekali aku dan Jonathan sudah sibuk dengan melihat semua sketsa yang sudah di kirim dulu melalui email perusahan.
" Jo, aku suka dengan sketsa ini.." Aku menunjuk satu sketsa yang menurut ku bagus dan jika di buat bangunan aku yakin itu akan sangat bagus.
" CV ANGKASA, Alinna Kanna.." Aku tak pernah mendengar nama itu, tapi aku yakin siapapun yang membuat nya pasti sudah handal dalam pembuatan nya.
" Aku ingin dia yang terakhir menjelaskan.." Jonathan hanya terdiam dengan wajah kaku nya.
Setengah jam para pembuat sketsa dari berbagai perusahan masuk ke dalam ruangan yang telah kami siapkan, mata ku masih berada di depan laptop, sebelum akhir nya aku mendengar suara Jonathan yang duduk di sebelah ku, awal nya aku hanya acuh dan suara tak asing yang membuat ku menatap ke depan.
Jantung ku terpacu sangat cepat ketika aku menatap ke dua wanita yang sedang berjalan mendekat, semakin dekat aku melihat jelas wajah dia, hingga menambah jantung ku ingin melompat dari tubuh ku.
" Clarissa, benar kah itu kamu..." Seketika aku berdiri dari duduk ku, suara ku yang pelan seakan tercengat begitu saja.
" Kendalikan dirimu Alex..." Tarikan tangan yang sedikit kasar membuat ku tak peduli, aku semakin menatap nya dengan intens, rambut hitam yang panjang, sedikit polesan make up di wajah nya membuat nya tambah cantik serta dewasa.
__ADS_1
" Jonathan..." Panggil ku dengan pelan tapi tetap tak berpaling dari wajah ayu nya.
" Aku sudah atur semau, tinggal kau yang harus mengendalikan dirimu..." Jadi Jonathan sudah tahu siapa dia, dia merencanakan ini semua. Andai saja kita tak bertemu di tepat meeting, ku pastikan aku akan lari memeluk nya dengan erat.
Semua nya berjalan dengan cepat, kini giliran nya yang maju dan menjelaskan setiap rinci bangunannya, mengatakan semua nya yang di sana, aku tak berpaling sama sekali dari wajah nya, aku menatap nya dengan tatapan kerinduan, Clarissa wanita yang selalu pandai mengatur emosi nya, dia sama sekali tak terganggu sama sekali dengan kehadiran ku di sini tapi dari suara nya dia gugup dan dia berusaha tenang.
" Semua nya sudah kami lihat dan kami butuh waktu untuk memutuskan siapa yang menjadi pemenang di tender ini..." Kini aku mulai bicara setelah semua nya menjelaskan secara rinci.
" Tiga hari lagi kita akan tentukan pemenang nya dan kita akan bertemu di sini di jam yang sama..." Aku menatap satu persatu wajah mereka, dia hanya menundukkan kepala nya tanpa berani menatap ku.
Aku membubarkan semua nya dengan tenang dan kini mereka tinggal menunggu keputusan kami. " Amora Clarissa kau tetap di tempat mu..." Aku meninggikan suara ku agar dia mendengar apa yang aku katakan tapi. " Clarissa.." Aku memanggil nya lagi karena dia pura pura tak mendengar suara ku kali ini.
Aku sedikit berlari mengejar nya dan mencekal lengan nya. " Apa kau tak mendengar suara ku..." Mata kami bertatapan.
" Kau menganti nama mu, menjadi Alinna, hanya untuk menghindari ku.." Aku tentu saja yakin wanita ku Clarissa, tapi dia tak mau mengakui nya, dan mengaku sebagai Alinna.
" Nama ku memang Alinna, anda salah orang..." Aku tahu dia berbohong karena suara nya yang bergetar dan tak berani menatap ku sama sekali.
" Aku tak mungkin salah orang, bahkan dari kejauhan wangi mu sudah bisa aku cium, apalagi menatap wajah mu yang dari kedekatan seperti ini..." Aku mengambil dagu nya agar dia berani menatap ku lagi.
__ADS_1
Tangan ku di hempasan kan begitu saja ketika aku ingin meraih dagu nya. " Tatap aku jika kau bukan Clarissa.." Aku meninggikan suara ku, hingga dia tetap tak ingin menatap ku.
" Katakan bahwa kau bukan wanita yang aku cari selama ini..." Dia tetap tak ingin mengatakan nya, dia tetap tak mau membuka suara nya meskipun aku sudah memojokkan nya.
" Aku bukan wanita mu, aku Alinna.." Dia juga bersuara tinggi kali ini.
" Tatap aku dan katakan kau bukan Clarissa ku."
" Aku Clarissa, ya aku memang Clarissa..." Akhir nya dia mengatakan dengan nada yang cukup tinggi ketika aku mulai membentak nya tadi.
" Biarkan aku pergi Alex..." Aku tertawa tanpa melepaskan tangan ku pada lengan nya.
" Aku mencari mu dan sekarang kau ingin pergi..." Dia menghempas kan tangan ku dengan kasar, dan segera membalikan badan dan sedikit berlari menuju pintu yang sudah tertutup, aku juga tak tahu siapa yang menutup pintu tersebut.
Aku kembali mencekal nya dengan masih posisi dia membelakangi ku, tubuh nya terhimpit pintu dari depan, dan aku di belakang punggung nya, aku mencium aroma tubuh nya yang masih sama seperti dulu.
" Aku merindukan mu honey, kau tak akan bisa lepas dari ku kali ini..." Aku menyes*p leher nya dari samping aku yakin ini akan meninggalkan bekas kiss mark di sana, aku menekan diri nya ke dinding.
" Alex.. perut ku..." Perkataan nya membuat ku menghentikan aksi nya, aku membalikan tubuh nya hinga kami berhadapan.
__ADS_1
" Mata ku hampir terlepas, dan kesadaran ku pulih, honey kau hamil?" Aku baru sadar ketika tangan ku memegang perut buncit nya yang tertutupi dress yang sedikit besar. Otak ku sadar bahwa nama Alinna Kanna adalah wanita ku yang tengah hamil, dan dia wanita ku.
" Kau hamil anak ku Honey?"