
Tatapan mata dari Sarah sungguh tajam, dia yakin dengan apa yang dia pikirkan setelah tau siapa laki laki yang bernama Bryan ini.
" Siapa dia, kenapa kau ajak dia kemari?" Antoni yang menghalangi jalan mereka kini membuat kedua orang itu berhenti di sebuah ruangan yang tertutup.
" Tuan maafkan saya tapi Nona ini memiliki janji dengan Sir Bryan."
Antoni yang mendengarnya kini menatap Sarah dari atas ke bawah dia tak yakin ada wanita yang memilih pakaian tertutup untuk datang kemari, di tambah wajahnya yang sangat polos.
Aku seperti pernah melihat wanita ini tapi di mana? wajahnya tak asing bagi saya. Batin Antoni yang meneliti wanita yang dari tadi tertunduk.
Sarah kini mengepalkan tangannya ketika kedua mata itu menatap dirinya yang seakan ingin menelanjangi tubuhnya di sini tapi dia tetap tenang sebelum dia menemukan laki laki yang bernama Bryan.
Antoni mengangkat tangan nya mengisyaratkan bahwa penjaga yang mengantar wanita itu untuk kembali lagi ke tempat nya.
" Maaf Nona untuk apa anda ingin bertemu bos saya?" Antoni kini bertanya agar dia menginggat wajah wanita yang ada di depannya.
Sarah menghela nafasnya dengan pelan dia menatap laki laki yang menatap dirinya dengan tatapan datarnya.
" Ada hal yang sangat penting ingin kami bahas Tuan!" Sarah tersenyum menutupi kegugupannya serta menutupi emosinya yang ingin diluapkan dari tadi.
" Maaf Nona tidak bisa sembarang orang menemui bos saya, kecuali-"
" Kecuali?" Sarah mengulangi kata kata yang di ucapkan oleh laki laki itu.
" Kecuali anda ingin bekerja di sini, maksud saya jika anda ingin menjual diri anda tak perlu Bos saya yang melihat anda."
Deg!
Jantungnya seakan ingin berhenti seketika mendengar apa yang di katakan oleh laki laki di depannya. Serasa dia tak memiliki kekuatan ketika tawaran tentang menjual diri.
Apa maksudnya dengan menjual diri?, apa yang di maksud di jadikan wanita malam. Batinnya bergemuruh tak karuan saat ini dia tak bisa berkata apa apa kecuali dia yang terkejut.
" Nona anda mendengar saya?" Antoni mencoba menyentuh pundak wanita itu ketika tak mendapatkan jawaban apapun dari nya.
__ADS_1
" Maksud anda Tuan Bryan ini adalah bos dari wanita malam di sini?" Tanyanya dengan gugup.
" Nona anda mengatakan bahwa anda memiliki janji dengan bos saya tapi anda tak tau bahwa bos saya memiliki jabatan seperti apa?" Antoni menatap penuh kecurigaan di sana dia yakin bahwa wanita ini hanya ingin bermain main dengan bosnya.
" Tuan saya teman dari Bryan dan saya mengatakan membutuhkan pekerjaan dan saya di suruh datang kemari tapi saya tidak tau apa yang akan di berikan pekerjaan olehnya..." Sarah mencari alasan agar laki laki yang ada di depan nya tak memiliki kecurigaan yang mendalam.
Sarah tau betul tatapan mata laki laki itu sangat mencurigainya, salah sedikit saja dia akan mendapatkan masalah di sini.
Aku harus hati hati di sini, dia memiliki kekuasaan dan dapat melakukan apapun, aku harus lebih hati hati di sini. Batin Sarah.
" Baiklah Nona jika begitu, mari saya antar ke Sir Bryan."
Sarah lega pada akhirnya laki laki ini percaya dengan apa yang di katakan oleh dirinya. Di sisi lain dia senang di sisi lain dia merasa geram dan tak sabar untuk melihat wajah dari laki laki Bryan ini dan dia juga harus mempertanyakan semuanya.
Sebuah ruangan yang memiliki cahaya minim kini dia masuki di ujung ruangan itu banyak wanita wanita seksi yang duduk dengan tenang di sana. Sedangkan di ujung lainnya ada sebuah meja dan ada laki laki duduk di sana dengan menatap laptopnya.
Jadi dia yang bernama Bryan.
" Sir maaf tamu anda sudah datang..." Antoni yang langsung berkata seperti itu membuat Bryan yang dari tadi termenung di depan laptopnya langsung menatap ke arah pengawalnya.
Antoni kini minggir bergeser berdiri di sebelah wanita yang katanya adalah tamu dari bosnya. Kedua orang itu saling bertatapan dengan bingung, mereka saling tak tau dan saling tak mengenal tapi tatapan mereka kini seakan memiliki arti masing masing.
Bryan berdiri dia menginggat siapa wanita yang ada di depannya ini tapi dia tak tau siapa wanita yang berdiri menatapnya dengan tatapan tajamnya.
" Maaf anda siapa? apa kita pernah bertemu atau kita memiliki janji yang saya lupakan?" Bryan kini memberanikan dirinya untuk bertanya karena memang dirinya tak tau siapa wanita yang ada di depannya ini.
Antoni kini menatap wanita itu penuh dengan curiga dia kini mulia waspada dengan wanita yang bisa membohonginya dengan cara yang tak bisa dia pikirkan.
" Anda melupakan saya?, anda benar benar tak ingat saya Tuan?, coba perhatikan wajah saya!" Sarah kini tersenyum dia mencoba untuk mencari ide lagi, tapi jalan pikirannya buntu kali ini.
Bryan kembali mengamati wajah wanita itu tapi dia tak tau bahkan dia tak ingat jika dia memiliki janji dengan wanita di sini. Bryan berusaha untuk mengingatnya tapi dia tetap tak menemukan siapa wanita yang ada di depannya ini.
" Maaf Nona saya tidak memiliki janji dengan siapapun dan saya tidak memiliki teman seperti anda juga, mungkin anda salah orang..." Bryan yakin jika dia memang tak memiliki teman wanita itu dan seingat nya dia tak memiliki janji dengan siapapun apalagi dengan seorang wanita.
__ADS_1
Sarah kini tertawa di sana yang membuat kedua laki laki yang berada di sana kini menatapnya dengan bingung, kedua laki laki itu tanda tanya besar di pikiran serta di hatinya. Sedangkan Sarah yang tertawa mencari alasan lain tapi pikirannya buntu kali ini tak menemukan alasan lain.
" Kenapa anda tertawa?" Antoni merasa geram karena melihat wanita yang ada di sebelahnya tertawa tiada henti.
Sarah kini melirik Antoni yang menatapnya dengan tajam, matanya menatap ke sebuah yang ada di pinggang nya. Sarah berbalik arah tapi dengan cepat dia merampas sesuatu yang ada di pinggang Antoni dan mengarahkan ke arah Bryan.
" Apa yang kau lakukan?" Antoni yang ingin merebutnya kini malah ditodongkan pistol ke arahnya yang membuat dia mundur.
Tangannya gemetar meskipun ini yang pertama kalinya dia memengang dia harus memberanikan diri melakukan pengancaman kepada kedua orang yang ada di sana.
" Aku tak akan main main jika aku ingin menembak maka aku akan membunuh mu..." Nafasnya tak beraturan, seluruh orang yang ada di sana kini ketakutan bukan main bahkan para wanita yang ada di sana pun juga panik.
" Apa yang kau mau Nona Cantik?" Bryan bahkan bersikap tenang dia tak gusar sama sekali dengan ancaman yang di tunjukan oleh wanita itu.
" Jangan main main dengan ku! katakan apa hubungan mu dengan Amel?"
Deg!!
" Amel atau Angel?" Bryan menyilangkan tangannya di dada menatap penuh arti sekarang. Dia ingat wanita ini adalah siapa.
" Amel, siapa Angel?"
" Dia wanita yang bekerja di sini, wanita yang membutuhkan uang dengan cara menjual tubuhnya. Amel datang kepada ku mengatakan butuh pekerja-"
" Bohong kau berbohong..." Teriaknya dengan tak percaya.
Bryan melempar berkas yang ada di depannya kebetulan berkas Amel masih ada di meja yang dia buka tadi. Berkas yang di tanda tangani sendiri oleh Amel.
Deg!! deg!! deg!! jantung Sarah kini tambah tak karuan, dia tak percaya adiknya benar benar terdaftar di salah satu wanita malam yang ada di sana. Dunia seakan runtuh kali ini tepat di kepalanya.
Bugh!!
__ADS_1
Hai hai selamat malam semuanya 🤗 sambung besok lagi ya sayang 😘 boleh minta vote dan kopinya gak ya buat mince hari ini 😘 biar tambah semangat up nya 🥰