
" Apa yang kalian lakukan jika kalian menjadi aku?, apa yang harus kalian lakukan jika kalian sudah di buang oleh calon mertua, lalu sekarang di ambil lagi ketika anak nya menderita.." Cla menertawakan diri nya sendiri.
" Apa kalian pikir aku mainan yang bisa di campakkan ketika tak sesuai harapan nya, lalu mengambil nya lagi ketika melihat anak nya menanggis meminta mainan yang sudah di buang.." Arnold dan Ariana kini terdiam.
" Ariana kau tahu prinsip ku, bahwa aku tak akan sanggup untuk melawan orang tua. Mungkin saat ini ibu Aneth setuju kembali dengan ku di saat ada Alex, tapi jika tidak ada, kita tak pernah tahu apa yang dia pikirkan.." Pikiran negatif menjalar di pikiran nya.
" Tapi Alex mencari mu kemana mana Cla.." Timpal Arnold lagi.
" Semua butuh proses Arnold, dengan seiring nya waktu dia akan bisa melupakan dan dapat menemukan wanita yang lebih baik dari ku."
" Cla apa kau tak mencintai Alex?, Apa kau tak kasihan pada nya, dia mencari mu kemana pun, bahkan dia rela bertengkar dengan ibu nya untuk mempertahan kan hubungan kalian."
" Karena aku mencintai nya, aku tak ingin membuat nya terluka."
" Tapi saat ini dia terluka karena kau tiba tiba membatalkan pernikahan kalian secara sepihak Cla."
" Bukan sepihak Arnold, ibu nya yang menyuruh ku untuk mundur dan meninggalkan Alex, ibu nya yang ingin membatalkan pernikahan ku dengan nya, dan aku sebagai wanita yang tak bisa berbuat apa apa, memilih untuk menerima apa yang ibu Aneth suruh."
" Kau mengorbankan perasaan mu Cla, apa kau tak sadar hal itu.." Ariana tetap kekeh bicara kepada sahabat nya.
Cla tertawa pelan sebelum akhir nya dia kembali menatap sahabat nya. " Perasaan?, hahaha, apa penting sekarang memikirkan perasaan ku Ariana?, aku lebih memilih mundur dan melukai perasaan ku, di banding harus melukai orang tua Ariana.." Mata nya tak bisa berbohong bahwa dia saat ini sangat terluka.
" Cla jangan berbohong bahwa kau juga terluka.." Arnold menatap mata nya Cla dengan serius.
" Aku juga butuh proses untuk menyembuhkan luka di hati ku Arnold.." Cla menghapus air mata nya.
" Cla jangan siksa hati mu seperti ini, kembali lah pada nya, Alex akan berjuang demi hubungan kalian, aku yakin Alex tak akan tinggal diam untuk tidak mempertahankan mu. Alex sangat mencintai mu, Alex pasti aku akan berjuang demi hubungan kalian.." Ariana menyentuh tangan sahabat nya memberikan kekuatan kepada sahabat nya yang saat ini tengah rapuh.
" Ariana aku mohon jangan memaksa ku lagi, biarkan Alex mencari pendamping nya yang lebih baik dari ku, aku tak pantas untuk nya. Aku mohon aku tak ingin Alex mendapatkan masalah hanya karena bersama ku.." Arnold dan Ariana hanya terdiam.
__ADS_1
" Aku mohon jangan katakan apapun kepada Alex, aku mohon biarkan Alex bahagia dengan wanita lain.." Cla kali ini memohon. " Ariana, Arnold katakan sesuatu, aku mohon jangan katakan kepada Alex bahwa kalian bertemu aku.." Arnold dan Ariana mengangguk dengan diam, keputusan sahabat nya tak bisa di bantah mereka hanya bisa mendukung dan tak bisa ikut campur terlalu dalam lagi.
Cla dan Alex mungkin tak bisa bersama, takdir dan keadaan yang tak ingin mereka bersatu. Melupakan mungkin butuh proses tak cukup satu hari atau dua hari, bahkan butuh waktu berbulan bulan untuk melupakan seseorang yang pernah ada di hati. Bukankah kehidupan juga butuh proses.
Masa lalu yang buruk hanya akan di jadikan pembelajaran dan di masa depan harus menjadi lebih baik dari masa kemarin.
" Alex aku tak bisa menembus penjagaan rumah Cla.." Arnold merasa bersalah karena telah membohongi sahabat nya.
" Arnold usahakan sesuatu agar kalian bisa masuk ke sana.." Kini mereka tengah berbicara melalui telfon.
" Alex kau yang lebih tahu bagaimana penjagaan di rumah ini, dan seperti apa mereka. Aku dan Ariana sudah mencoba berbagai cara tapi gagal karena ayah nya tak mengijinkan kami bertemu Cla."
Prang !! Panggilan itu terputus dengan sendiri nya karena ponsel nya terlempar di kaca yang ada di depan nya.
" Alex apa yang terjadi.." Ibu nya masuk kedalam kamar putra nya ketika mendengar suara pecahan kaca yang di barengi dengan teriakan keras.
Ibu Aneth yang masuk ke dalam kamar putra nya melihat putra nya terduduk dengan wajah sedih nya, menghampiri nya menatap ruangan kamar yang berserakan kaca. Ibu Aneth kini duduk di sebelah putra nya.
" Maaf, jika ibu tak mengatakan kepada Cla atau ibu tak termakan omongan Chelsea, mungkin Cla tak akan pergi.." Penyesalan selalu ada di belakang.
Alex tak mengatakan apapun, menatap ibu nya saja dia tak lakukan. " Alex katakan sesuatu pada ibu."
" Apa yang harus aku katakan bu?, apa aku harus memberi selamat kepada ibu karena sudah berhasil membuat Cla benar benar pergi dari hidup ku.." Alex menekan kata kata nya.
" Alex ibu tak ada maksud seperti itu sayang."
__ADS_1
" Lalu maksud ibu apa?, ibu mengingkari janji pada ku, ibu mengatakan akan selalu setuju dengan wanita pilihan ku, akan selalu mendukung ku apapun yang terjadi, lalu ibu berbuat apa sekarang?" Alex menatap ke depan dengan nada yang sangat marah.
" Cla yang bisa membuka hati ku, Cla yang bisa membuat hidup ku berwarna lagi, Cla yang membuat hidup ku kembali hidup dari kehancuran yang dulu.." Alex meneteskan air mata nya.
" Cla menerima masa lalu yang buruk, kenapa ibu tak berfikir bahwa ibu harus nya juga menerima masa lalu nya.." Kata nya lagi.
" Alex waktu itu hanya berfikir video itu akan merusak martabat kita, video itu terus berputar putar di pikiran ibu."
" Apa ibu pikir anak ibu ini suci, apa anak ibu ini tak kotor, apa ibu tak berpikir bahwa aku juga pernah melakukan hal itu dengan Chelsea dulu."
" Alex ibu tak mempermasalahkan masalah hal itu, yang ibu takut kan hanya video itu menjadi bumerang di kehidupan kamu di masa depan."
" Ibu bukan tuhan yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, menjadi bumerang atau tidak itu urusan hidup ku dengan Cla.." Tak ada kata kata sabar di sana, Alex melampiaskan kemarahan nya pada ibu nya meskipun hanya lewat notasi suara nya.
" Alex ibu sungguh minta maaf, ibu akan berusaha bicara dengan Cla."
" Bagaimana ibu bisa bicara dengan nya?, aku dan sahabat nya saja tak bisa menembus penjagaan rumah Cla.." Aneth terdiam karena dia juga tak tahu harus berbuat apa jika begitu.
" Aku akan keluar dari sini.." Alex berdiri dengan mengambil koper besar nya.
Nah lo Alex keluar, mau kemana babang Alex, ke rumah mimin ya 🤭 mimin janji deh gak bakal ninggalin babang Alex ✌️ itu janji mimin 🤭
Siapa yang mau di datengin babang Alex di rumah nya 😂😂 ramaikan komentar yuk mak 🤗
Budayakan Like dan komentar ya 🤗
Tinggalkan Vote dan Hadiah boleh ya mak 😘 biar semangat yang nulis kalau di kasih hadiah 😘😘
__ADS_1