
Abhi yang memasang wajah datar nya kini menemui tamu yang sudah menunggunya di ruang tamunya, dia berjalan dengan malas, hasrat yang tadi memuncak seakan kini luntur ketika mendengar suara dari pembantu nya dan mendengar nama yang sedang ingin bertemu dengan nya.
" Ada apa datang kemari?" Abhi langsung bertanya dengan nada malas nya dan duduk di depan tamu itu.
" Baca itu dan tanda tangan..." Abhi mengambil map yang berwarna merah dan membukanya serta membaca nya dengan teliti. Dari awal membaca sampai dia berhenti dia di buat terkejut karena apa yang di baca tersebut.
" Kau yakin itu pakai nama ku?" Katanya dengan tak percaya.
" Yakin, bos sendiri yang meminta memakai nama mu?, kau keberatan?" Tanyanya dengan menyilangkan kaki nya.
" Steve tapi dia adalah teman ku dari dulu, aku tak mau jika kalian mengambil kesempatan dari dia..." Laki laki yang membawa sebuah dokumen surat kontrak untuk dirinya dan teman nya Aiden, kini seakan di tolak oleh laki laki itu.
" Jadi kau tak ingin menjadi investor teman mu itu?, baiklah tak apa, aku bisa katakan pada si bos..." Steve dengan segera mengambil ponsel nya dan menghubungi bos nya itu.
" Tunggu, baiklah aku mau menjadi nama investor itu..." Abhi akhirnya mengalah agar tak jadi salah paham di sana. Keputusan nya untuk tetap berada di sekeliling mereka dan menjadi salah satu dari mereka, maka Abhi harus siap menerima semua apa yang akan di suruh oleh bos nya, adik ipar nya Zac Kozan.
" Pilihan yang bagus..." Steve tersenyum dengan sinis, dia yakin bahwa laki laki ini akan menerima nya. Meskipun awalnya menolak tapi akhirnya dia lebih memilih untuk menerima tawaran itu. " Aku tinggal dokumen itu, dan besok serahkan kepada teman mu itu, aku sudah buat janji dengan Aiden itu..." Sambungnya lagi, Abhi hanya mengangguk pelan, dia harus menerima ini.
__ADS_1
" Aku dengar dari Andre, bahwa Suhu bersembunyi di rumah mu?, dimana dia sekarang?" Steve melirik ke sana kemari tadi tak menemukan wanita orangnya yang sedang bersembunyi di dalam rumah police.
" Entahlah mungkin sedang ada di kamarnya, kau ingin bertemu dengan nya?"
" Tidak, mungkin dia sedang tidur, biarkan saja. Jangan ijinkan dia keluar dari sangkar mu, jika ada yang melihatnya dia di sini maka semuanya akan ribet..." Abhi mengangguk mengerti, dia lega karena laki laki itu tak ingin bertemu dengan satu satunya wanita yang ada di kelompok itu.
" Andre tadi bilang kepada mu?"
" Tentu saja, orang orang yang keluar dari markas harus lapor kepada ku, jadi Andre tadi mengatakan semuanya dan aku menyetujui nya, apa yang kau pikirkan memang benar. Jika mereka tak akan mencurigai mu..." Steve kini yakin bahwa laki laki itu siap berada di mafia nya. " Jadi sekarang kau tahu siapa Suhu cantik itu?" Sambungnya dengan menghidupkan rokok nya.
" Tapi aku ingin kau mengurus satu untuk ku, yang lain biarkan aku yang mengurus nya..." Steve kini serius ketika suara laki laki itu meminta hal yang di ketahui.
" Katakan apa yang harus aku urus?" Abhi mengatakan semuanya, menceritakan semuanya dari awal sampai selesai. Steve kini mangut mangut mengerti apa yang harus dia lakukan. Hal yang sulit bagi nya jika harus melakukan hal itu, tak terlalu sulit bagi nya. Steve kini mengerti semuanya, dia kini mulai menyusun rencana yang akan di lakukan oleh Abhi itu. Rencananya sudah tersusun rapi dan apik hingga membuat laki laki itu tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
" Kau harus atur semuanya dengan rapi, agat tak yang curiga. Kita akan bergerak secepatnya..." Abhi mengerti apa yang akan dia lakukan besok, besok dia harus sudah mengatur semuanya dengan sangat rapi agar tak ada curiga dengan nya. " Baiklah aku pergi dulu, besok aku akan menghubungi mu jika sudah siap semuanya..." Abhi mengangguk pelan sebelum laki laki sang asisten adik iparnya itu pergi dari rumahnya.
Abhi bernafas lega dan berharap rencana besok akan berhasil, hingga membuat semuanya tetap aman dan terkendali. Mungkin jika komandan Excel di sana rasa panik itu tak akan pernah terjadi di antara para mafia itu.
Abhi berjalan menuju kamarnya, dia berdiri di depan kamar wanita itu, tangan nya ingin mengetuknya tapi hati dan pikiran seakan malu untuk bertemu dengan wanita itu. Dia mengurungkan niatnya untuk bertemu wanita itu, kini dia malah menuju kamarnya dengan segera.
Sedangkan di dalam kamar, wanita itu menatap dirinya di depan cermin dengan tatapan nanarnya, dia tak tahu kenapa dirinya juga tak bisa mengontrol hasra* nya, dia malu jika harus bertemu laki laki itu, di tambah lagi kejadian itu di lihat oleh pembantunya.
" Apa yang harus aku lakukan.. aku sungguh malu.. bodoh.. dasar bodoh..." Wanita itu mengusap wajahnya dengan kasar, dia tak tahu harus berkata apa lagi selain memaki dirinya sendiri karena ulahnya yang membuatnya malu.
" Kenapa aku bisa roboh dengan hanya ciuman nya saja, jika tak ada yang datang mungkin aku dan dia akan berada di ranjang dengan pergulatan panas kami..." Dialog nya sendiri, dia yakin bahwa laki laki itu pandai menggoda nya terbukti dari tameng yang dia pasang runtuh seketika meskipun dengan hanya ciuman saja.
Sedangkan di kamar lain Abhi juga mengutuk dirinya yang tak tahan karena godaan tadi, gara gara melihat wanita itu tersenyum merobohkan dinding baja yang dia pakai untuk tidak membangun komitmen dengan siapapun, tapi semenjak melihat Suhu cantik semuanya berubah haluan, ras ingin mendekatinya kini tumbuh semakin tinggi, dia tak bisa untuk mencegah hati nya yang ingin mendekati dan menjadikan wanita itu miliknya, tapi bayangan Andre yang selalu dekat dengan wanita itu mengusik hati dan pikiran nya.
" Sebaiknya aku bertanya tentang Andre, ada hubungan apa mereka, jika nanti dia mengatakan ada hubungan bagaimana?, tidak tidak aku tidak siap dengan hal itu..." Ucapnya dengan geleng geleng kepala. Dia penasaran tapi dia tak sanggup menerima kenyataan bahwa mereka berdua memiliki perasan atau memiliki hubungan spesial.
__ADS_1
" Aku tak bisa bertengkar dengan orang hanya merebutkan wanita..." Abhi mengusap wajahnya dengan kasar. " Tapi apa maksud dengan dia mencium juga?, apa dia juga memiliki rasa yang sama dengan ku, atau hanya terbawa gaira* yang sudah panas dari tadi?" Sambungnya lagi, pikir Abhi bahwa wanita itu pasti pernah melakukan nya Dengan Andre, padahal wanita itu belum pernah di jama oleh laki laki mana pun.