Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terkuak 5


__ADS_3

" Aku lebih baik mati dari pada harus meminta ampunan pada mu, aku tak sudi..." Katanya dengan terpotong potong. " Kau akan mendapatkan karma nya Zac, Tuhan akan membalas kepada anak anak mu kelak..." Sambungnya, Zac semakin menginjak punggung Hugo dengan kuat hingga membuat laki laki merasakan sakit, Hugo hanya mampu berteriak ketika punggung nya terasa sangat sakit.


" Aku bersumpah anak anak mu nanti akan merasakan yang aku rasakan, anak anak mu akan merasakan kehilangan orang selalu dia cintai..." Sumpahnya membuat Zac tambah geram dan amarah menguasai dirinya.



" Sumpah mu tak akan di dengar oleh Tuhan Hugo.. jika pun kau mati di sini, Tuhan tahu bahwa suami ku hanya membela dirinya karena kau menyerang nya, dan Tuhan juga tahu bahwa seorang suami akan menyelamatkan istri nya bagaimana pun cara nya meskipun dia harus menjadi pembunuh darah dingin..." Ucap Val dengan kencang, ucapan Val setidaknya mampu membuat laki laki gondrong itu lega. Amarah yang tadi memuncak kini seakan lenyap seketika.


" Val, aku sahabat mu, penolong mu, super hero mu.. tapi kau dengan tega melakukan ini pada ku..." Yang di ucapkan oleh Hugo mampu membuat Zac goyah, dia tak percaya dengan apa yang dia dengar. Istrinya juga mengenal laki laki yang ada di bawah kaki nya, matanya menatap istrinya seakan bertanya tentang apa yang dia dengar.


" Hugo kau dan aku hanya teman sewaktu kecil dan kau pergi setelah mengetahui bahwa kedua orang tua ku meninggal, dan kau sekarang tiba tiba muncul di depan ku, menculik ku, bahkan kau mengatakan kau mencintai ku. Apa kau pikir seorang teman dari masa kecil bisa melakukan penculikan ini..." Val menatap wajah suami nya yang kembali menahan amarahnya. " Aku tak akan memilih mu menjadi suami ataupun teman lagi Hugo, aku lebih memilih Zac karena kami saling mencintai, kau tadi mengetakan bahwa jika kau bisa membunuh Zac, kau akan menikahi ku secara paksa. Sekarang lihatlah kau kalah di sini, kekuatan Zac dan kekuatan cinta kamu tak bisa kau kalahkan..." Sambungnya. Zac menatap wanita nya itu penuh cinta, dia bahagia bahwa kejadian tadi tetap tak mengubah perasaan wanita nya itu. Jika wanita lain mungkin dia akan memilih Hugo di banding dia harus rela menunggu laki laki nya Datang menyelamatkan hidupnya.


" Kau akan menyesal telah memilik Zac sebagai pendamping hidup mu Val.. Arg...." Teriakan itu terdengar nyata ketika kaki nya Zac dengan sengaja di pelintir ke punggung nya hingga membuat kulitnya juga terpelintir seketika.

__ADS_1


" Aku memang tak tahu apa masalah mu dengan suami ku, tapi aku tak peduli dengan masa lalu kalian. Aku juga tak peduli bahwa Zac adalah mafia atau sekejam apa, yang aku tahu dia selalu memperlakukan aku begitu lembut, dan kami saling mencintai. Tak ada yang mampu bisa memisahkan kami berdua..." Ucapnya dengan tenang. Sedangkan laki laki yang ada di bawah Val kini sudah pingsan karena rasa pusing serta sakit pada pahanya yang di injak kencang oleh wanita itu.


" Kau tak tahu siapa dia Val.. dia adalah ketua mafia terkejam di dunia gelap..." Hugo tentu saja tak tinggal diam, dia ingin membuka semua identitas dari lawan nya.


" Kau terlalu banyak bicara Hugo..." Zac yang dengan cepat menarik pistol di pinggang nya dengan segera menarik pelatuk nya yang mengenai kaki kanan nya. Teriakan itu begitu kencang, bahkan pistol itu tak terdengar karena peredam juga di pasang di pistol nya.



*Adik, jadi Pelope meninggal waktu itu karena ulah Zac. Batin Val bergejolak tak percaya dengan apa yang dia dengar itu. Dia dulu sempat mendengar kejadian bahwa Pelope Adik dari Hugo itu meninggal, tapi dia juga tak tahu pasti apa penyebab kematian nya, dia hanya mendengar bahwa kematian nya di perkosa sekawanan orang jahat.


Tak mungkin jika Zac yang melakukan nya bukan. Batin nya lagi dengan rasa takut, dia tak ingin apa yang dia dengar itu benar bahwa suaminya yang melakukan nya*.


" Harus berapa kali aku mengatakan nya bahwa aku tak melakukan nya he.. kelompok ku tak mungkin melakukan hal paling hina seperti itu..." Penjelasan singkat yang di katakan Zac mampu membuat hati Val lega, dia tak takut lagi kali ini. Dia tak butuh penjelasan panjang lebar dia hanya butuh Zac menyangkal nya sekarang.

__ADS_1


" Aku sudah katakan bahwa adik mu sendiri yang tiba tiba pergi dari markas waktu itu dan aku tahu apa yang terjadi, kenapa kau selaku menyalahkan kelompok ku..." Dari dulu Zac selalu mengatakan bahwa kelompok nya tak mungkin melakukan hal hina seperti itu.


" Kalian tak akan mungkin mengakui nya, kalian memang pantas di panggil bajingan yang berdarah dingin, kalian sudah membunuh tapi kalian tak mengakui nya..." Seperti nya Hugo memiliki kekuatan nya kembali terbukti dia masih saja bicara dengan menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya itu.


" Meskipun aku mengatakan ribuan kali kau tak akan percaya dengan apa yang aku katakan. Apa kau tak sadar karena tuduhan mu itu kita harus saling membunuh seperti sekarang..." Zac sebenarnya tak ingin hal ini terjadi, dia pantang sekali membunuh orang orang nya. Bahkan dia sangat melindungi orang orang nya serta keluarga mereka. Tapi entah kenapa laki laki ini selalu menuduh kelompoknya yang menjadi penyebab adiknya meninggal waktu itu.


" Aku selalu melindungi orang orang ku, bahkan tak ku biarkan keluarga mereka menderita dan kekurangan apapun dan kau tahu itu. Tapi kau selalu menuduh ku. Dulu aku tak ingin melawan mu karena aku masih tak ingin melukai mu, tapi sekarang aku sudah cukup lelah dengan mu. Sikap mu sekarang tak bisa ku maafkan Hugo, kau layak mati. Kau menuduh ku membunuh adik mu, maka aku akan mengabulkan tuduhan mu itu, aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri..." Zac akhirnya memilih untuk mengakhiri ini semua sendiri. Val menatap kesedian di wajah suami nya itu. Semua ucapan yang di katakan suami nya tadi adalah bukti yang secara tidak langsung di ungkapkan oleh suami nya sendiri. Selama ini dia selaku menyangkal bahwa dia tak memiliki kelompok mafia tapi semua ucapan panjang nya tadi adalah bukti dari semua nya. Entah sadar atau tidak Zac membuka dengan sendirinya.


" Kau memang pantas di panggil Singa Dio Della Morte..." Ucapan Hugo di bersamaan dengan segerombolan orang orang nya masuk ke dalam gedung itu.


" Val..." Sang kakak lega karena melihat adiknya tak apa apa, hanya saja penampilan nya yang berantakan tak seperti pengantin cantik tadi siang.


__ADS_1


__ADS_2