Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season2_ Rumah sakit 2


__ADS_3

" Selamat pagi.." Seorang suster yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan mereka membuat laki laki yang tidur di kursi dan meletakan kepalanya di bed sebelah Alinna langsung membuka mata nya dengan cepat. " Maaf saya kira anda sudah bangun.." Sang suster menundukkan kepala nya sebagai minta maaf kepada nya.


Zac memberi kode agar sang suster dapat memelankan suara nya. " Tak apa sus, kami semalam tidur hampir pagi, jadi saya agak telat bangun.." Zac menjelaskan dengan sedikit mengucek mata nya.


Sang suster hanya tersenyum menanggapi apa yang di katakan laki laki di depan nya. " Tuan ini administrasi yang harus anda urus.." Zac menerima lembaran kecil dengan nominal yang tidak ada artinya.


" Saya akan mengurus nya sus.." Dengan cepat kilat Zac keluar dari ruangan tersebut untuk membereskan administrasi rumah sakit.


Alinna membuka mata nya karena merasakan linu kepada tangan nya yang ada selang infus nya.


" Selamat pagi nyonya, bagaimana kabar anda?" Ucap sang suster dengan mencabut jarum suntik di selang infus nya.


" Selamat pagi, kabar saya baik.." Suara nya yang serak karena memang dia baru bangun tidur.


" Anda sudah boleh pulang nyonya, suami anda masih mengurus administrasi nya.." Sang suster langsung mengatakan ketika mata pasien nya seperti mencari seseorang yang tak ada di ruangan nya.


" Ha.. Suami?" Alinna kembali terkejut karena sang suster mengira bahwa laki laki yang di sana adalah suami nya.


" Tadi waktu saya masuk suami anda masih tidur nyonya, dengan tetap setia menggenggam tangan anda dengan erat, itu manis sekali.." Alinna hanya tersenyum kaku karena tak tahu dia harus menjawab apa.


" Kalau begitu saya permisi dulu nyonya, kita tunggu suami anda kembali dulu, setelah itu kita bisa lepas selang infus nya.." Alinna hanya tersenyum mengangguk pelan. Jika laki laki yang di kira semua orang adalah memang benar suami nya mungkin Alinna akan sangat senang, tapi kenyataan nya dia hanya penolong nya.

__ADS_1


Sedangkan Zac yang tadi selesai mengurus administrasi nya kini kembali harus mengantri obat di sana. Antrian yang cukup panjang membuat nya merasa jenuh, dia mengambil ponsel nya dan menatap layar ponsel nya yang ada foto wanita yang tengah tertidur dengan wajah polos nya tapi masih tetap cantik meskipun tanpa mengunakan make up nya.


" Bro lu di sini?" Bariton laki laki yang mengejutkan Zac membuat nya segera menatap nya dengan segera memasukan ponsel nya kembali pada saku nya.


" Bro lu ngapain di sini?" Zac menjadi kikuk ketika dia menatap laki laki yang di depan nya.


" Staf ku kemarin kecelakaan, jadi aku tadi menjenguk nya dan kebetulan aku pulang dari negara A melewati rumah sakit ini jadi aku sekalian mampir ke sini.." Jelas nya dan Zac hanya mangut mangut percaya. " Sedangkan lu ngapain di sini?, ini masih pagi, siapa yang sakit?" Pertanyaan selanjut nya malah membuat Zac bingung harus jawab apa.


" Tuan setelah ini anda di suruh menemui dokter kandungan.." Zac menelan ludah nya karena sang suster tiba tiba mengatakan di depan teman nya.


" Ah, iya sus.." Jawab nya dengan gugup.


" Itu teman, aku hanya membantu nya teman yang sedang hamil.." Zac nampak gugup.


" Lu kenapa jadi gugup?, aku gak gigit kali bro.." Laki laki ini tertawa pelan. " Aku bakal tutup mulut dan tak tahu apa apa .." Goda nya lagi.


" Bro Alex jangan katakan pada siapa pun jika aku di sini.." Zac berbisik pelan.


Iya laki laki adalah Alex, dia juga tak tahu kenapa langkah kaki nya seakan menyuruh nya datang ke rumah sakit ini, padahal rasa lelah nya karena baru datang dari pernikahan sahabat nya seakan menumpuk di tubuh nya tapi entah dia juga tak tahu kenapa kaki nya terus mengajak nya masuk ke rumah sakit ini. Dan tak sengaja melihat teman nya yang sedang mengantri obat di sana dengan senyum senyum sendiri.


__ADS_1


" Berarti bukan teman yang kau bantu bukan?" Alex penuh selidik menatap laki laki yang gugup di depan nya.


" Teman, aku bisa jamin dia teman."


" Jika bukan orang yang penting kau tak akan ada di sini.." Alex semakin menggoda teman nya itu.


" Bro Alex cerita nya panjang, tapi rahasiakan ini, aku tak ingin ada yang salah paham."


" Suami nyonya Alinna.." Suara seorang suster yang tambah membuat nya bingung. Maju ke depan salah, gak maju tambah salah.


" Tunggu dulu di sini.." Zac akhir nya maju ke depan mengambil obat dengan segera.


" Tuan tolong istri nya di jaga, jangan boleh terlalu lelah, jangan boleh duduk kelamaan, dan istirahat yang cukup, agar janin nya baik baik saja.." Zac hanya mengangguk pelan ketika sang dokter yang memberikan obat mengatakan panjang lebar.


" Lu sudah menikah atau gimana?" Alex langsung bertanya ketika Zac menghampiri nya.


" Buka.. dia hanya teman..." Alex malah bingung di buat nya.


" Lu ingat EO yang mengurus pesta anak Jovanka dan Jonathan.." Alex mengangguk meskipun dia juga sudah lupa. " Yang pernah menolak ku ketika aku ajak makan dan dia juga mengatakan sedang hamil.." Zac menjelaskan nya agar teman nya ingat.


" Aku menemani nya dari semalam.." Bisik nya membuat Alex nampak terkejut.

__ADS_1


__ADS_2